NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Pagi tiba, Jihan terbangun dia tertidur di meja saat mencatat tanggal dan peristiwa yang akan terjadi.

⏰ Kring...! Kring...!

Alarm jam berbunyi. Tangan Jihan menekankan jam, dan dia terbangun. Jihan menguap dan menggeliat.

" Haaaah... Sudah pagi, aku ketiduran di sini!" ucap Jihan sedikit berteriak, kemudian berjalan kamar mandi. Dia mengambil handuk dan menyalakan shower dan membersihkan badannya.

Setelah selesai Jihan mengenakan pakaiannya. Dia mengenakan pakaian yang sangat formal. baju panjang berwarna coklat dan juga celana panjang yang sudah terlihat lapuk serta kacamata yang membuat dirinya terlihat sangat tidak menarik untuk di pandang/udik.

Dia kemudian mengambil tasnya dan berjalan menuju halte bus. Dia menunggu bus di sana setelah beberapa saat bus datang dan dia masuk kedalam bus dengan membawa sepotong roti di tangannya.

Jihan sampai turun di pemberhentian bus, dia berjalan sedikit jauh menuju perusahaan, dia ingat bahwa di kehidupan sebelumnya dia melewati jalan sempit dan dirinya di hadang oleh seekor anjing yang kelaparan.

Pada saat itu dirinya tidak membawa apapun dan berakhir di kejar-kejar oleh anjing itu. Dia mencoba untuk kembali membuktikan apa anjing itu benar-benar akan menghadang nya.

Saat dia melihat jalan sempit itu dan benar apa yang akan terjadi. Seekor anjing besar berwarna coklat putih menghadang dirinya.

🐕 Guk...! Guk...! Guk...!

Anjing itu menggonggong dan menghadang dirinya. Saat itu Jihan memberikan sepotong roti itu dan melemparnya kepada anjing tersebut.

" Jadi benar... Jika aku tidak membawa roti ini anjing itu akan mengejar ku, sehingga aku akan terlambat masuk, dan akan mendapat teguran dari atasan ku..." gumam Jihan, dirinya kemudian berjalan melewati anjing tersebut.

Saat itu dia sampai di depan kantor perusahaan Switch Company. Saat itu Regina sudah menunggu nya.

" Jihan! Kamu sudah sampai" ucap Regina, sambil melambaikan tangannya dan berjalan mendekati Jihan.

Di perusahaan Switch Company, mereka bertiga berkerja di perusahaan ini, Hendrick, Jihan dan Regina.

Namun saat ini Regina masih merupakan karyawan kontrak selama satu tahun. Itu juga berkat bantuan Jihan, Regina bisa berkerja di perusahaan tersebut.

" Pagi Jihan... Kamu sudah sembuh...? Kemarin kamu bilang kamu lagi kurang enak badan!" ucap Regina sambil memeluk Jihan.

Jihan saat itu merasa risih saat di peluk oleh Regina kemudian melepaskan pelukan Regina sedikit kasar.

"Aku sudah sembuh, bisa tolong lepaskan pelukanmu!" ucap Jihan, dengan nada yang sedikit kasar melepaskan tangan Regina darinya.

" Aku sangat khawatir, apalagi kak Hendrick! Dia kemarin sangat khawatir saat kamu pergi begitu saja dari acara..." ucap Regina, matanya terpancar rasa dengki yang tidak bisa di sadari oleh Jihan.

" Tidak apa-apa... Aku kita harus segera masuk, aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan!" ucap Jihan, segera berjalan masuk ke dalam perusahaan.

Regina melihat Jihan yang terlihat sedikit aneh dari biasanya. Seakan Jihan menghindari dirinya.

" Jihan, kamu sepertinya menghindari ku, awas lengah sedikit aku akan membuat kamu malu karena sudah membuat ku kesal" Gumam Regina dalam hati.

Regina kemudian menyusul Jihan, dan menggandeng tangannya, seperti biasanya, namun Jihan tampak tidak ingin.

Mereka sampai di ruangan kerja mereka, saat ini Jihan dan Hendrick menjadi atasan Regina di perusahaan dengan jabatan mereka sebagai manajer divisi 1 sedangkan Regina hanya asisten menejer.

Hendrick yang berada di mejanya melihat Jihan, dia segera berdiri dan menghampiri Jihan.

" Jihan... Ikut aku sebentar!" ucap Hendrick menyuruh Jihan mengikuti dirinya.

"Ada apa dengan nya kenapa tiba-tiba menyuruh ku menyuruh ku mengikutinya...?" ucap Jihan dalam hati.

Jihan kemudian mengikuti Hendrick, saat itu Hendrick pergi ke ruangan penyimpanan barang. Hendrick saat itu menunggu Jihan masuk.

Saat itu Jihan masuk ke dalam ruangan dan bertanya kenapa Hendrick memintanya datang kesana.

" Ada apa kenapa kamu meminta ku datang ke sini...?" tanya Jihan, dia melihat Hendrick yang terlihat sedikit marah.

" Sayang! Kenapa kemarin kamu pergi begitu saja... Kamu tidak tahu apa yang di katakan oleh tamu-tamu yang datang kemarin...!" jawab Hendrick dengan penuh kesal.

"Kemarin kamu tiba-tiba saja merah dan melempar ku dan pergi begitu saja... Orang tua ku saat itu juga baru sampai dan belum sempat bertemu dengan mu... Kamu tahu apa yang mereka katakan!" tambah Hendrick, dengan nada suara yang sedikit tinggi.

Jihan menjawab pertanyaan Hendrick satu persatu.

"Maaf mas! Kemarin aku sedang tidak enak badan dan mood ku sedang tidak stabil, aku juga tidak tahu kenapa aku seperti itu kemarin" jawab Jihan, dia sedikit mengatakan kebenaran.

"Mas aku minta maaf soal kemarin...!" ucap Jihan, meminta maaf dan ingin segera keluar.

" Baiklah aku maafin! Lain kali jangan di ulangi lagi..." ucap Hendrick, namun wajahnya masih kesal.

Mereka kemudian kembali ke ruangan kerja. Jihan dan Hendrick duduk di tempat mereka masing-masing.

Regina yang penasaran mendekati Jihan, lalu bertanya apa yang mereka berdua bicarakan.

" Jihan...! Kak Hendrick tadi bilang apa sama kamu...?" tanya Regina, menatap wajah Jihan.

Jihan menjawab dengan singkat, untuk menghindari pembicaraan dengan Regina.

"Tidak apa-apa!" ucap Jihan dengan singkat, kemudian segera kembali melihat layar komputer di mejanya.

" Heeem, gitu doang jawabannya...!" gumam Regina dalam hati, merasa sedikit kesal dengan apa jawaban Jihan.

Saat Pak Toni manajer utama divisi 1 datang. Dia menyuruh semua karyawan divisi 1 untuk berkumpul dan mengadakan rapat.

"Semuanya... Berhenti bermalas-malasan, sekarang kumpul di ruangan ku, Kita akan mengadakan rapat...!" ucap manager utama.

" Baik pak! " jawab semua karyawan.

Saat itu pak Toni melihat penampilan Jihan yang udik seperti ibu-ibu kampung. Dirinya menyuruh Jihan membuatkan kopi untuknya.

" Jihan...!" ucap pak Toni.

" Ia pak! Ada apa pak...?" jawab Jihan melihat atasnya.

" Kamu buatkan saya kopi, lalu bawa keruang rapat" ucap pak Toni.

" Baik pak!" ucap Jihan, dia kemudian segera berjalan, menuju tempat OB, dan membuat kopi untuk atasnya.

Namun saat itu air panas sudah habis, dia kemudian mengambil teko air, kemudian memasaknya di kompor.

Namun saat dia memasak air, pikirannya masih di penuhi apa yang akan terjadi selanjutnya, saat itu air sudah masak dan teko berbunyi.

Jihan terkejut dan berjalan, namun saat dia berjalan kakinya tersandung meja dia terjatuh dan tangannya menyentuh ujung teko yang membuat teko tersebut jatuh.

" HAAAA!"

Teriak Jihan, saat jatuh dan melihat teko berisi air mendidih itu akan jatuh menimpanya wajahnya dia menutup wajahnya dengan tangan.

PRAYYYY...!

Bunyi teko yang jatuh, namun saat itu teko tersebut di hadang oleh direktur Hans yang lewat dan melihatnya.

Direktur Hans menahan teko yang berisi air mendidih itu dengan tangan kanannya yang menyebabkan tangannya terluka akibat menahan teko yang berisi air mendidih tersebut.

" Kamu tidak apa-apa...?" ucap direktur Hans, membantu Jihan berdiri dirinya tampak khawatir terhadap Jihan.

" Aku tidak apa-apa! Terima kasih pak sudah menolong ku..." ucap Jihan, dengan sangat berterima kasih. Melihat wajah direktur Hans yang terlihat sangat khawatir.

Saat itu Jihan melihat tangan kanannya direktur Hans yang terluka dan melepuh terbakar, karena menolong dirinya.

Jihan kemudian memegang dan melihat luka bakar di tangan direktur Hans. Meski tidak begitu parah namun rasa sakit dan perih sangat terasa dan terlihat di wajah direktur Hans saat itu.

"Pak! Tangan bapak terluka...!" ucap Jihan, memegang tangan kanan direktur Hans.

" Sudah tidak apa-apa! Yang penting kamu tidak kenapa-kenapa!" ucap direktur Hans.

" Tapi pak! Tangan bapak terluka! Bagaimana jika saya obatin!" ucap Jihan, merasa bersalah karena dirinya, sang direktur menjadi terluka.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!