NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 : Rekan bisnis

Dubai.

Sejak dulu, A terkenal anti dengan yang nama nya wanita. Meski itu hanya rekan bisnis semata. Karena nya, Marwah lah yang menjadi tumbal ketika dia dalam situasi terpojok tidak bisa melarikan diri.

Namun sekarang, meminta tolong Marwah rasanya mustahil, ia tidak sedang berada di Indonesia, oleh karena itu, mau tidak mau suka atau tidak suka, Vano lah yang akan bertindak.

" Selamat siang, tuan."

" Siang."

" Saya minta maaf, tuan Azzam, karena ada satu dan lain hal, saya terlambat . Pasti anda sudah menunggu cukup lama." Ujarnya tersenyum di sela tutur nya yang sopan.

" It's okay." Vano pun turut tersenyum. " Silahkan duduk."

" Terima kasih. Apa boleh kita mulai?"

" Silahkan, tapi sebelumnya, boleh saya tau nama anda?"

" Astagfirullah, maafkan saya, tuan Azzam. Saya sampai lupa." Ia tersipu malu , wajahnya yang putih kini nampak kemerah-merahan .

Vano terpukau sesaat. Jujur, wanita di hadapannya ini sangat cantik dan penuh kharisma . Jilbab berwarna coklat tortilla begitu serasi dan sangat cocok di kulit putihnya.

" Saya Valira Amary , pemilik Amary Design. " Ucapnya menangkupkan kedua tangan di depan dada.

" Senang bertemu dengan anda, nona Valira." Vano melakukan hal sama seperti yang di lakukan Valira." Kebetulan, tuan Azzam sedang ada acara , jadi saya yang mewakili."

( Ya Allah. Entah ini sudah kebohongan yang ke berapa , yang pasti, aku hanya menjalankan tugas, jangan menghukum ku, hukum saja orang yang menyuruhku ini... ) Vano membatin.

" Tidak masalah sama sekali, tuan...."

" Saya asisten pribadi tuan Azzam, Ivano Alisher." Vano pun memperkenalkan diri setelah beberapa saat lalu, Valira mengira kalau dialah CEO Sagara.

Setelah perkenalan singkat itu, Valira mulai mejelaskan secara rinci tentang desain interior restoran yang akan di bangun di salah satu kawasan elit di Dubai. Ini adalah restoran yang ke tiga setelah lebih dulu membangun dua resto berkelas lainnya di sekitar Uni Emirat Arab. Salah satunya terletak di Palm Jumeirah, sebuah kepulauan ikonik berbentuk pohon palem yang di bangun di lepas pantai Dubai.

Valira sudah paham betul bagaimana konsep dan selera Sagara. Tentunya dengan banyak pengamatan dan penelitian di beberapa restoran , baik yang di Dubai ataupun yang berada di negara lain. Jika sempat , Valira akan mengunjungi resto terdekat, semisal di Qatar atau Kuwait. Membandingkan dan mengamati apa saja yang menjadi ciri khas restoran sea food terkenal itu.

Vano tersenyum setelah Valira menutup sesi penjelasan nya.

" Wajar jika anda menang tender, nona Valira. Tuan Azzam pasti akan sangat menyukai desain anda."

" Terima kasih banyak , tuan Vano."

" Vano , rasanya sangat canggung jika anda memanggil saya dengan embel embel ' tuan '."

" Baiklah, Valira. Panggil saja seperti itu. Bagaimana?"

Vano tersenyum." Baik, Valira."

Keduanya terkekeh , mereka mengobrol panjang lebar sembari menikmati makan siang. Vano terlihat nyaman begitupun dengan Valira.

*

*

Sebulan berlalu.

Kedekatan Vano dan Valira semakin terlihat nyata seiring meningkatnya intensitas pertemuan mereka. Pilar pilar cinta mulai terbangun kokoh dan kuat di antara keduanya. Jujur saja, sejak bertemu untuk yang pertama kali, Vano sudah menyukai Valira , pun Valira merasakan hal yang sama. Sayang, adanya kerja sama kedua belah pihak tidak mengijinkan Vano untuk mengungkap perasaan nya.

Sebenarnya, tidak ada batasan baik bagi Vano maupun Valira. Namun profesional dalam bekerja itu hal yang wajib mereka lakukan. Meski mungkin A tidak melarang, tapi Vano tetap menjaga agar tidak tercipta buah bibir yang dapat mempengaruhi nilai nya sendiri di perusahaan .

Lain cerita jika proyek ini berakhir. Dan Vano harus menunggu sekitar dua atau tiga bulan lagi.

Sejak pagi, Valira sudah berada di gedung yang akan menjadi resto terbaru Sagara. Dia mulai sibuk mengurusi berbagai macam bahan yang akan di gunakan untuk mempercantik restoran itu. Semacam padu padan warna cat yang tidak begitu mencolok dan terlihat berkelas . Di tambah pencahayaan dan furniture, semua di perhitungkan agar menyatu satu sama lain .

Menjelang siang, Vano muncul setelah mengantar A pulang ke mansion. Hari ini, A kurang enak badan. Mungkin kelelahan dan banyak pikiran.

" Valira?"

Valira menoleh. Helm putih yang dia kenakan semakin menunjukkan pesona seorang wanita karir yang mapan, dan sekali lagi...Vano terkesima.

" Hai, Van..." Seketika, Valira tersenyum lebar. Ia yang sudah lelah sejak pagi dan mulai kehilangan semangat, kini jadi kembali ceria dengan kedatangan Vano .

Detak jantung Vano jadi tidak beraturan , senyum itu pemicu nya. Ini bukan yang pertama kali, tapi sepertinya Vano akan terus merasakan hal itu berulang ulang .

Semoga saja jantung nya aman.

" Bagaimana kabar mu?" Sebuah pertanyaan klise untuk seseorang yang sudah di pastikan berada dalam kondisi sehat dan bugar.

" Baik." Valira melepas helm nya.

Mereka lagi lagi berbincang hangat, terfokus pada pekerjaan dan sesekali di selingi canda. Hingga , perbincangan berakhir setelah suara cacing cacing di perut Valira berdemo ria.

' Blush '.. wajah Valira memerah menahan malu sedangkan Vano terkekeh geli.

" Ayo kita makan. Memang sudah waktunya, wajar kalau kobra di perut mu mulai mengamuk." Canda Vano.

" Kamu bisa saja." Valira tersenyum tipis .

Mereka pun melangkah beriringan, meninggalkan jejak jejak kaki di atas debu dari tumpukan material bangunan.

Vano membuka pintu mobil dan mempersilahkan Valira masuk.

" Terima kasih."

Untuk jawaban terima kasih itu, Vano memberikan senyum terindah nya.

Vano duduk di balik kemudi.

" Mungkinkah tuan Azzam tidak marah jika kamu memakai mobil nya bukan untuk kerja?" Tanya Valira yang duduk di sebelah Vano.

" Tentu saja tidak. Lagian, dia sudah berencana memuseum kan mobil ini."

Valira terkekeh pelan. " Di museum kan bagaimana. Bukan kah mobil ini salah satu mobil langka di dunia? "

Vano menatap Valira sesaat." Bagaimana kamu bisa tau? Jangan jangan kamu menyukai otomotif , ya?"

Valira terkejut, dia berusaha terlihat senatural mungkin menjawab pertanyaan Vano. " Ja..jadi benar jika mobil ini langka? Aku hanya asal menebak, pasalnya aku tidak pernah melihat mobil seperti ini."

" Iya, kamu benar. Ini salah satu mobil terbaik dari Volkswagen."

" Sudah ku duga, pengusaha tajir seperti tuan A mustahil tidak memiliki nya."

" Sebenarnya tidak juga, tapi untuk jenis super car ini, dia memang sudah mengincarnya sejak lama."

Valira memberikan isyarat nonverbal dengan gerakan kepala naik turun tanda bahwa ia memahami perkataan Vano.

Suasana hening, tidak ada pokok pembicaraan hingga terjadi canggung berjamaah. Untuk memecah kebuntuan ini, Vano memanfaatkan kesempatan bertanya hal pribadi pada Valira. " Mmmm...oiya, boleh aku bertanya sesuatu? "

" Iya , katakan saja."

" Tapi ini mungkin sedikit menyinggung privasi mu."

" It's okay."

" Apa kamu sudah punya kekasih ?"

Sebuah lontaran pertanyaan yang membuat Vano menunggu harap harap cemas.

Valira nampak tersenyum. " Kakek dan nenek ku tidak pernah menyetujui jika aku berpacaran."

" Loh, kenapa bisa begitu? Orang tuamu , bagaimana ?"

" Mmm...di keluarga ku, semua menikah karena di jodohkan . "

Vano melongo dan cukup terkejut dengan pengakuan Valira . ( Ku pikir hanya Brawijaya yang mempraktekkan pengaturan dalam hal memilih pasangan, ternyata ada juga keluarga yang masih menggunakan cara lama mengekang kebebasan mencari calon sendiri.)

" Dan mengenai orang tuaku, sejak kecil, aku sudah yatim piatu. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ."

" Innalilahi wainnailaihi rojiun, maafkan aku, aku tidak tau kalau.."

" Tidak apa apa. Aku tumbuh bahagia dengan limpahan kasih sayang dari kakek dan nenek ku."

" Dia pasti sangat menyayangi mu."

" Kamu benar, dengan sabar dan telaten , mereka merawat ku dan adik ku."

" Kamu punya adik?"

" Mmm..dia sangat perhatian pada ku. "

" Pasti saat menyenangkan memiliki saudara. Aku juga melihat bagaimana bos ku sangat menyayangi adik nya."

" Memangnya kamu tidak punya saudara?"

" Ya,,, begitulah, orang tua ku lupa kali membuat satu lagi untuk menemani ku." Selorohnya membuat Valira tertawa.

" Apaan sih..."

Vano menatap Valira sesaat, tawa renyah terdengar jernih mampu mensekresi dopamin Vano hingga ke titik cinta nyata yang semakin menggebu .

" Dari pada membicarakan kehidupan pribadiku yang tidak menarik sama sekali , mending kamu pilih resto mana yang akan kita datangi untuk makan siang kali ini. " Vano mengalihkan fokus, berusaha mengurai sebilah perasaan berkecamuk yang hampir tidak terbendung.

" Bagaimana kalau kita ke Sagara? Aku kangen makanan laut." Pinta Valira.

" Baiklah. Akan saya antar kemana pun permaisuri ini ingin pergi. "

Valira lagi lagi tertawa, ia benar benar di buat happy karena guyonan Vano.

Vano melajukan kendaraan roda empat berwarna dayton grey itu ke palm Jumeirah, tempat salah satu restoran Sagara berada.

...****************...

1
happy
😍😍😍👍👍
Magichand01 86
crta annasya sm A donkk
Fittar
A da Ayyazh sama saja. sok peduli tapi beraninya dibelakang aja. gak berani kalau udah di depan orangnya. apalagi si Ayyazh ini cemburuan aja. ngomong sama zizi aja kayak orang musuhan. sekedarnya
Nata Abas
😄😄😄
Shee_👚
kadang aku sebel kalau baca kembar A😔
habisnya setiap bab ko ya dikir amat, mana nunggu up sehari berasa lama banget, eh giliran udah up baru baca dh abis🙈🙈
Shee_👚
jangan panggil khal kalau dia g tau apa². bisa langsung di penggal sama yazh kalau g bisa nyari tau kamu dalam satu menit🤭
Shee_👚
jangankan di pegang kamu justin, orang pelukan sama kaka kandung aja kalau bisa mah kagak boleh😂
Shee_👚
makanya jangan suka jul mahal, g tau apa zizi itu banyak idolanya. lah situ dah bisa ngiket zizi malah di cuekin.
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
wah parah Malah di samain sma batu, g sekalian zi sama dindingnya 🤣
Shee_👚
jangan kasih zi, suruh A usaha sendiri. emang A g bisa apa telp umi tata. bukannya asya tinggal di rumah umi tata? atau g??
Novita Sari
lanjut thor..
Novita Sari
Alhamdulillah yg ditunggu akhirnya selesai juga... lanjut thor..
Uyi Adiraja
👍👍👍👍👍
Novita Sari
penasaran pertemuan zayn n ayyazh.lanjut thor..
Novita Sari
semangat zizi..
Novita Sari
lanjut thor...
viellia
dasar si A 🤦‍♀️
Nata Abas
tonjok aja aku rela banget azima buat mewakili annasya
Novita Sari
lanjut thor n semangat...
Novita Sari
zizi titisan umi grandma n marwa hhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!