NovelToon NovelToon
Ketika Talak Telah Terucap

Ketika Talak Telah Terucap

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Leny Fairuz

Pernikahan yang terjadi antara Ajeng dan Bisma karena perjodohan. Seperti mendapat durian runtuh, itulah kebahagiaan yang dirasakan Ajeng seumur hidup. Suami yang tampan, tajir dan memiliki jabatan di instansi pemerintahan membuatnya tidak menginginkan hal lain lagi.
Ternyata pernikahan yang terjadi tak seindah bayangan Ajeng sebelumnya. Bisma tak lain hanya seorang lelaki dingin tak berhati. Kelahiran putri kecil mereka tak membuat nurani Bisma tersentuh.
Kehadiran Deby rekan kerja beda departemen membuat perasaan Bisma tersentuh dan ingin merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya, sehingga ia mengakhiri pernikahan yang belum genap tiga tahun.
Walau dengan hati terluka Ajeng menerima keputusan sepihak yang diambil Bisma. Di saat ia telah membuka hati, ternyata Bisma baru menyadari bahwa keluarga kecilnya lah yang ia butuhkan bukan yang lain.
Apakah Ajeng akan kembali rujuk dengan Bisma atau menerima lelaki baru dalam hidupnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leny Fairuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Bersuami Rasa Janda

Setelah pendekatan selama dua bulan, itu pun Nurita yang gencar mengundang Ajeng untuk datang ke rumahnya jika sang anak menghabiskan akhir pekan di rumah mamanya.

Bisma yang kebetulan seorang ASN di ibukota dan menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Program dan Anggaran di Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara, memang sudah komitmen untuk selalu pulang di akhir pekan.

Semenjak kepergian papanya beberapa tahun silam, membuat ia mengambil tanggung jawab sebagai lelaki satu-satunya yang akan melindungi mama dan Mayang, keluarga inti yang ia miliki.

Di umur 32 tahun dan dengan posisi mapan dan jabatan yang ia sandang Bisma masih betah melajang. Sejak di bangku sekolah hingga kuliah ia adalah tipe introvert. Susah untuk menerima pertemanan dengan lawan jenis.

Sebagai lelaki penerus satu-satunya, Sasongko Permadi almarhum ayahnya telah mendidik dengan sangat disiplin. Ia tidak memiliki waktu walau hanya sekedar hang out   dengan teman sekelas maupun teman kampus begitu ia sudah menjadi mahasiswa.

Papanya yang seorang pengusaha dan pemilik perkebunan teh terbesar di Jawa Timur telah mendoktrinnya  dan mempersiapkan Bisma sejak awal untuk meneruskan estafet kepemimpinan jika ia sudah tidak sanggup untuk menjalankan roda perusahaan keluarga yang sudah berjalan tiga generasi.

Dalam perjalanan hidupnya, ternyata Bisma tidak tertarik untuk melanjutkan usaha papanya. Ia cenderung ingin menjadi abdi negara dan mengambil sekolah kedinasan yang membuatnya bersaing dengan  pelajar lain untuk mengikuti tes sekolah kedinasan.

Bisma tak puas dengan ilmu yang dia dapat, hingga terus lanjut mengambil magister untuk mengisi otaknya yang selalu dahaga akan pengetahuan. Hingga di sinilah ia mulai mengabdi sebagai PNS di belantara kota besar Daerah Ibukota.

Bukan pertama kali mamanya meminta agar ia dekat dengan perempuan. Sudah puluhan malah yang dikenalkan mama padanya. Tapi sedikitpun hatinya belum tergerak untuk mencari pendamping di usianya yang sudah mapan.

Bukan ia tak mau untuk memulai, tapi Bisma melihat kehidupan rekannya yang lain. Darmawan, Kasubag Protokol tampak begitu sibuk dengan segala tingkah polah putra-putrinya yang membuat ia sering bolak-balik kantor hanya untuk urusan sepele.

Belum  lagi Bagito, Sekda yang sering ditinggal istrinya yang seorang dokter di rumah sakit pemerintah. Jam dinas yang tak menentu membuat Bagito sering curhat karena kesepian ditinggal sang istri piket di malam hari.

Berulang kali Bisma berusaha menolak keinginan mamanya. Dari cerita rekan  serta lingkungan kerja yang membuatnya banyak bertemu dengan lawan jenis, sedikit banyak ia mengetahui bagaimana watak perempuan.

Sebagai lajang yang memiliki kedudukan mapan, tentu tidak sedikit rekan kerja perempuan yang mulai memberikan perhatian lebihnya. Tapi sedikitpun tidak terbersit di hatinya untuk memulai dengan salah satu diantara mereka yang tertarik padanya. Bukan berarti ia ada kelainan. Hanya saja ia masih berat untuk memulai. Ia tidak ingin mengalami kegagalan berumah tangga seperti yang terjadi padi Enggar Hartadi teman akrabnya yang kini menjabat di kecamatan Pademangan.

Perkenalan dengan Ajeng seorang pegawai bank pemerintahan yang direkomendasikan mama cukup mengusik hatinya. Dari sekian banyak perempuan yang ia kenal, sosok Ajeng memang berbeda.

Gayanya sederhana tidak dibuat-buat. Senyum tulus dari wajah manisnya sempat membuat Bisma merasa dunianya teralihkan. Tak bisa ia sembunyikan, pertemuan pertama dengan Ajeng membuat Bisma gugup. Hingga ia  kembali ke mode dingin untuk menutupi perasaannya.

“Aku mau menikah dengannya,” ujar Bisma dua minggu kemudian setelah pertemuan mereka saat makan malam pertama.

Mendengar ucapan Bisma tak ayal, rasanya saat itu juga Nurita ingin sujud syukur. Tapi dengan menampilkan wajah dingin ia menatap putra bungsunya itu.

“Yakin mau nikah?” padahal dalam hati ia bersorak saat menanyakan itu sekali lagi untuk benar-benar memastikan keputusan Bisma.

“Aku juga capek dikejar mama dan mbak Mayang,” tuntasnya.

“Baiklah. Berapa waktu yang kamu berikan untuk mama mempersiapkan semuanya?” kejar Nurita cepat.

Kabar ini harus ia sampaikan secepatnya pada Mayang. Mereka berdua harus gercep untuk mempersiapkan semuanya. Tidak mungkin hanya pernikahan biasa yang dilakukan, apalagi mereka adalah keluarga terpandang.

Satu bulan kemudian pernikahan megah terselenggara di Jakarta, rumah kediaman mereka yang ditinggali Bisma.  Resepsi besar-besaran diadakan Nurita dan Mayang yang mengundang banyak pejabat penting serta artis ternama ibukota.

Banyak rekan kerja Bisma yang masih lajang patah hati, dan memandang tidak suka melihat perempuan  yang kini berdiri di samping cem-ceman mereka dalam wujud pengantin cantik yang akan mendampingi sosok the most wanted yang kini telah mengakhiri masa lajang.

Mahar yang diberikan Bisma tidak tanggung-tanggung. Uang dua milyar dengan rumah dua lantai, membuat Ajeng merasakan indahnya menjalani pernikahan karena memiliki mertua yang tajir dan menyayanginya seperti anak sendiri. Kakak ipar yang baik hati dan tidak julid membuatnya merasa menjadi manusia paling bahagia.

Di usia pernikahan yang baru berjalan tiga hari, akhirnya terungkap alasan Bisma mau menikah dengannya. Pagi itu Ajeng bermaksud mengantarkan teh hangat dan kopi di taman belakang rumah mertuanya.

“Kamu bisa ajak Ajeng pindah menemanimu di Jakarta,” saran Nurita.

“Untuk apa?” Bisma memandang mamanya seketika.

“Wajar kan? Kalian sudah menikah. Tidak baik suami istri tinggal berjauhan. Mama ingin kamu dan Ajeng segera mendapat momongan. Mayang sudah lima tahun menikah, tapi sampai saat ini belum memberikan cucu .... “ curhat Nurita sedih.

Ia sangat menginginkan menimang cucu, karena ia begitu kesepian di rumah megah mereka. Apalagi teman sosialita serta saudaranya yang lain sudah memiliki cucu yang banyak.

“Aku sudah memenuhi keinginan mama untuk menikah. Ku harap urusan lain, mama tidak perlu ikut campur. Jika dia masih ingin bekerja, aku tidak masalah.”

Degh!

Terasa ada yang ngilu di hati Ajeng mendengar suaminya sendiri, imam yang ia harapkan mendampinginya hingga ke Jannah, tapi tidak menginginkan dirinya.

“Bukan pernikahan seperti itu yang mama inginkan,” Nurita berkata dengan sedih.

“Terserah mama. Yang penting aku sudah menuruti keinginan mama dan mbak Mayang untuk menikah. Aku pun telah memberikan mahar yang besar untuk perempuan itu. Ku rasa adil bukan?”

“Paling tidak berilah mama seorang cucu .... “ pinta Nurita penuh harap.

Ia tau, putranya memang keras seperti almarhum suaminya. Hanya dengan kelembutan yang membuatnya bisa mengabulkan keinginannya. Ia akan berterus terang pada Ajeng bagaimana karakter asli putra bungsunya itu. Ia harap Ajeng bisa merubah watak Bisma agar tidak kaku dan lebih hangat.

“Baiklah, jika itu keinginan mama. Aku akan memberikan cucu untuk mama. Tetapi setelah ini, jangan meminta yang tidak mungkin ku lakukan.”

Perasaan Ajeng seperti dikoyak mendengar percakapan antara mertua dan suaminya. Ia tidak menyangka akan bertemu dan terlibat penikahan dengan lelaki yang kini ia ketahui berhati batu.

Mata Ajeng mengerjab menahan tumpahan air mata. Selama ini ia hanya sebagai istri di  atas kertas. Satu tahun pernikahan mereka dijalani dengan LDR. Sejak awal terjadinya ijab qabul, tidak ada pembicaraan atau komitmen bersama.

Bisma  tidak pernah melibatkan dirinya dalam urusan pekerjaan kantor. Karena ia hanya pulang di akhir pekan. Hubungan suami istri mereka pun dapat dihitung dengan jari.

Bisma mencarinya hanya disaat ia butuh.  Tanpa ada rayuan, ungkapan kata mesra sebagai pembuka keintiman yang tercipta. Ajeng merasa dirinya hanya sebagai pemuas dahaga lelaki batu yang berkedok suami.

Terkadang timbul  hasrat untuk mendua, apalagi tidak sedikit rekan kerja yang suka padanya. Bahkan ada keinginan untuk mengakhiri pernikahan yang baru seumur jagung. Tapi, mengingat bapak yang semakin tua di kampung serta kebaikan mama mertua dan mbak Mayang, membuat Ajeng membuang segala pikiran nyeleneh yang sempat hadir di kala malam menjelang, dan naluri sebagai perempuan dewasa begitu menyiksa untuk mendapatkan kehangatan.

***Maaf ya readerku\, mungkin otor agak lama update\, pikiran cabang antara Pram dan Citra\, sekarang pindah Bisma dan Ajeng. Tapi tetap seru. Dukung terus ya ...***

1
Ike Kartika
ak jg dl wkt hamil muda sensitif bgt sm aroma wewangian..smp ke makanan ke goreng bumbu..kl mau masak ak suruh sodara yg masakin bumbu nya kl sdh di ceburin bhn2 nya br dech ak yg lanjutin itu gk ak cobain cm modal felling aja..apa lg nyium parfum mual pusing.tp kl nyium asep truk apa kendaraan bis yg lwt seger bgt berasan pgn nyiumin🤭🤭😅😅bener2 ajaib kl ngidam tuh
Ike Kartika
ya gt lah kl manusia tdk tau bershukur pst akan menyesal di akhir.krn slh ambil keputusan..sdh hidup enak dpt istri cantik mapan dan jeluarga nya menerima kekurgn nya dpt jabatan bagus di kantor eh malh main api.
Ike Kartika
sherly tipe cewek murahan..wlu pun sdh punya suami gk klh dr org lain..tp lbh dikit dr suami nya lgsg tebar pesona lgsg cari kesempatan..bener2 cewek tipe wc umum
Ike Kartika
s eti hrs dpt hukuman jg..dan pelayan yg ada dirumah hrs di sortir ulang.mn yg setia dn mana yg ber muka dua..
Ike Kartika
nm nya iwan jgn2 mantàn nya ajeng dl saat skolah..
Ike Kartika
🤣🤣🤣🤣guntuh mah sok aya2 wae
Ike Kartika
waduh justru di usia 40 itu masa2 cowok dtg puber k 2 apa lg ini puber nya lgsg k istri ya bs melebihi abege bucin nya..skrg bisma jd cowok bucin akut ky nya😅
Ike Kartika
lah perosotan anak TK kan turun masa hidung bisma pesek😅😅
Ike Kartika
anak perempuan mgkn sebagian sm..cucu ku rajin bgt ayah nya di make up in.kata nya biar ayah nya cantik.wlu pun pake bedak tabur yg hsl nya ky kue moci putih.pipi di bikin bola2 ky hbs di tonjok.bibir merah dgn melebihi batas ky org hbs lomba mkn buah naga belepotan kmn mn😁demi kepuasan anak nya tetep ayah nya diem ngikutin atraksi anak nya
Ike Kartika
ak sangat setuju dgn ketegasan aje g menghadapi pria2 atau pun mantan nya terutaman bisul..jd oermpuan hrs punya harga diri..wlu pun s bisul sdh berubah tetep jual mahal dan punya harga diri.jd kita gk di sepele in.
Ike Kartika
gandi meninggal siska hamil anak gandi.secara ky nya siska gk mkrn pengaman dech
Ike Kartika
kl bisma yg mnm air itu pst bisma yg mati ya.kata nya domter tp meracik obat aja slh dosis gmn sih dasar dokter abal2
Ike Kartika
akhir nya siska memadu ksh sdh s gandi🤣🤣🤣
Ike Kartika
bagus ajeng jgn mudah luluh sm laki2 apa lg kamu bukan cewek pengangguran..kl hdp sendiri bahagia jalani aja..berkomitmen sangat merepot kan apa lg modelan bisma yg beku ky dl.wlu pun skrg sdh mencair tetep aja..gk bs melupakan saat dia dl menyakiti ht mu ajeng
Ike Kartika
s dewi sdh 2x melahir kan tp anak nya sllu bermasalh..mgkn ini karma buat dewi.krn dewi terlalu arogan dan terlalu sombong.kl lg hamil kan sensitif apa lg suka menghujat org apa marah2 apa lg kl kehidupan nya gk sehat..pst ada cacat sm janin nya dan terlahir tdk sempurna..hilman aja bego mau2 nya tanggung jwb pdhl kl mau tanggung jwb gk usah dgn cara menikah..
Ike Kartika
sudah hilman cerai kan aja biar dewi tau rs.gk semena mena sm org dan memalukan suami di dpn umum..
Ike Kartika
cerai kan aja bini kurg ajar dan gk tau etika mah..buat apa di pertahan kan memalukan hiih
Ike Kartika
di cerita ini cewek2 nya pd beringas cowok2 nya pd plinplan..
Ike Kartika
ala lelaki cemen emg cocok s dewi.kl ajeng jd sm hilman gk yakin bakaln bahagia..secara cowok yg deketin dewi smua nya cowok pliplan gk ada yv tegas gk punya pendirian hih amit2
Ike Kartika
disini peran cowok nya pd plin plan gk ada yv tegas..cemen smua kesel bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!