NovelToon NovelToon
Royal Bride

Royal Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: AnaDww

Setara untuk segala bibit, bebet, bobot dan kedudukan adalah aturan tak tertulis namun paten dalam pernikahan para bangsawan.

Kerajaan memiliki aturan ketat soal pernikahan, selain harus setara maka hubungan pernikahan harusnya memiliki keuntungan untuk kerajaan. Seperti memperkuat wilayah kerajaan atau membangun relasi yang lebih luas.

Tapi apa jadinya, jika pangeran mahkota memilih calon istrinya sendiri demi memperkuat kekuatan kedudukannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnaDww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jamuan Panas

"Putra Mahkota itu bukan anak dari Permaisuri," bisik para menteri dengan suara yang teramat rendah.

Ironinya, para menteri dan bangsawan sibuk berpura-pura dengan anggur di tangan mereka. Meski mata mengawasi keluarga kerajaan.

Ada sebuah rumor yang terus hidup di Istana Vardoria. Rumor itu beredar diam-diam di balik senyum para bangsawan dan rapat tertutup para menteri.

Pangeran Mahkota bukanlah anak kandung Permaisuri.

Tak pernah ada bukti pasti, tetapi desas-desus itu bertahan selama bertahun-tahun. Terutama karena hukum tak tertulis kerajaan menyebutkan bahwa pewaris tahta harus lahir dari Permaisuri, bukan dari selir kerajaan.

Dan masalahnya muncul dari satu fakta—

hampir seluruh putra dan putri Raja Valden II lahir dari Selir Sonya. Hal itulah yang membuat rumor bagaikan fakta yang belum diakui.

Seolah membenarkan berita Noah d'Victoriam bukanlah anak Permaisuri.

Rumor tersebut menjadi senjata politik paling tajam untuk menjatuhkan Permaisuri, yang berasal dari partai minoritas. Para menteri dari kubu mayoritas tentu lebih mendukung Sonya naik ke posisi tertinggi di istana.

Namun hingga kini Raja Valden II tetap membantah semua tuduhan itu.

Atau mungkin, beliau sengaja menutupinya.

Tahun ini, Pangeran Mahkota Noah menginjak usia dua puluh lima tahun. Ia telah menyelesaikan pendidikan strata satu dan strata dua, mempelajari ilmu militer, politik, diplomasi, dan seluruh hal yang diperlukan untuk menjadi Raja berikutnya.

Dan seperti tradisi kerajaan lainnya— sudah waktunya Noah memilih calon istri.

Maka malam itu, istana dengan sengaja mengadakan jamuan makan besar untuk para bangsawan.

Aula utama kerajaan dipenuhi cahaya kristal, musik orkestra, dan meja-meja bundar megah yang tersusun rapi. Lantai dansa berkilauan.

Para wanita bangsawan hadir dengan gaun terbaik mereka, sementara para ibu sibuk mempromosikan putri masing-masing pada Permaisuri.

Malam itu bukan sekadar pesta.

Melainkan arena persaingan panas para bangsawan.

“Putriku baru kembali dari akademi luar negeri.”

“Anakku menguasai sepuluh bahasa asing.”

“Dia sangat berbakat dalam diplomasi.”

Senyum Permaisuri tetap anggun menghadapi semua pujian terselubung itu. Tidak membantah. Tidak pula benar-benar tertarik.

Hingga seorang wanita dengan gaun hijau emerald mendekat ke arahnya.

Elegan.

Tenang.

Dan penuh perhitungan.

Ia menundukkan kepala sempurna sebelum berbicara.

“Salam, Permaisuri. Semoga Anda panjang umur.”

Permaisuri tersenyum tipis.

“Salam juga, Nyonya Albert.”

Nyonya Albert adalah istri Perdana Menteri kerajaan—salah satu keluarga paling berpengaruh di Vardoria. Tatapan wanita itu menyapu seluruh aula sebelum akhirnya kembali pada Permaisuri.

“Semua orang sibuk memamerkan putri mereka malam ini,” ucapnya halus.

“Saya harap Yang Mulia mempertimbangkan calon istri Pangeran Mahkota dengan bijaksana.”

“Tentu,” jawab Permaisuri tenang.

“Bukankah itu sudah menjadi aturan tak tertulis kerajaan?” Nada sarkas halus terselip di balik senyumnya.

Nyonya Albert pura-pura tidak menangkap nada sarkas yang terlontar.

“Ngomong-ngomong,” lanjutnya, “Viviane baru kembali dari luar negeri. Mereka dulu cukup dekat saat sekolah.”

Permaisuri terkekeh kecil. Nyatanya, Nyonya Albert tidak jauh berbeda dengan para bangsawan itu,"Oh, aku ingat. Mereka selalu bertengkar hanya karena berebut peringkat pertama.”

Nyonya Albert ikut tertawa pelan. "Viviane sampai rela tidak tidur berhari-hari demi mengalahkan Noah.”

“Apakah dia hadir malam ini?”

“Tentu. Mungkin sedang mencari udara segar.” Wanita itu tersenyum samar.

“Sudah hampir tujuh tahun mereka tidak bertemu. Anakku mungkin akan terkejut melihat Pangeran Mahkota sekarang.”

Permaisuri tersenyum bangga. “Tentu saja. Putraku selalu memukau.”

Di sisi lain istana, tepatnya di balkon lantai atas aula utama, Noah berdiri sendirian.

Pakaian kebesaran berwarna biru gelap membingkai tubuh tingginya dengan sempurna. Bahunya lebar, posturnya tegap, dan rambut hitamnya ditata rapi ke belakang.

Ia memang selalu menarik perhatian.

“Wah… siapa di sana?” Suara seorang wanita terdengar dari bawah balkon.

Noah menoleh malas ke arah sumber suara.

Seorang gadis berdiri di taman bawah, mengenakan gaun satin ungu pastel yang membalut tubuhnya dengan elegan. Rambut hitam panjangnya terurai, sementara kulit pucatnya tampak berkilau terkena cahaya lampu taman.

Noah menyipitkan mata beberapa detik sebelum akhirnya mengenali wajah itu.

“Vivi?”

Gadis itu tersenyum lebar. Melambaikan tangannya yang ramping.

“Hai, Noah. Lama tidak bertemu.”

“Kapan kau kembali?”

“Belum seminggu,” Viviane melipat tangan di dada. “Dan ternyata rumor itu benar. Si kutu buku paling menyebalkan di sekolah sekarang jadi pujaan para gadis.”

Noah terkekeh kecil. Viviane masih sama seperti dulu. Mulutnya selalu terlalu jujur.

“Kau juga semakin…” Noah sengaja menggantung kalimatnya. “Aneh.”

Viviane mendelik kesal sementara Noah berlalu meninggalkannya.

Tak lama kemudian, suara pembawa acara menggema memenuhi aula.

“Yang Mulia Pangeran Mahkota Vardoria, Noah d'Victoriam.”

Lampu aula meredup sedikit. Seluruh perhatian tamu langsung tertuju pada tangga utama.

Noah menuruni anak tangga dengan tenang. Langkahnya mantap. Wajahnya dingin tanpa senyum, tetapi justru itu yang membuatnya terlihat semakin berwibawa.

Para gadis bangsawan menatapnya kagum. Pangeran Mahkota Vardoria memang terlalu sempurna untuk diabaikan.

Namun tepat ketika Noah mencapai pijakan terakhir—

seseorang bergerak di belakangnya.

Sebuah tangan kecil meraih area pundaknya. Ia refleks menoleh karena merasa ada sentuhan.

Dan semuanya terjadi terlalu cepat. Seorang gadis kehilangan keseimbangan lalu jatuh tepat ke dalam pelukan Noah.

Bibir mereka bertemu. Tanpa lumatan.

Hening.

Aula megah itu seolah membeku selama satu detik penuh.

Beberapa bangsawan saling pandang sesaat dan wartawan mempersiapkan kameranya.

Sedang Noah menahan tubuh gadis itu agar tidak terjatuh, sementara mata mereka sama-sama membelalak kaget.

Kilatan kamera langsung menyambar dari berbagai arah. Para wartawan yang semenjak tadi haus akan skandal kini mendapatkan santapannya.

Bisik-bisik mulai terdengar.

“Siapa gadis itu?”

“Dia mencium Pangeran Mahkota!”

“Bukankah dia rakyat biasa? Lihatlah gaunnya!”

Noah menatap wajah gadis dalam pelukannya.

Mata hazel. Indah.

Lalu gadis itu tersadar. Ia langsung menjauh dengan wajah pucat sebelum akhirnya berlari dari keramaian.

Beberapa wartawan buru-buru mengejarnya.

“Cegah wartawan mendekatinya.” Suara Noah terdengar tegas pada para penjaga istana.

Malam itu, suasana jamuan berubah kacau.

Permaisuri dan Raja tampak terkejut. Nyonya Albert membeku di tempatnya. Sementara Viviane yang baru memasuki aula hanya bisa menatap tak percaya.

Dan para wartawan?

Mereka tampak paling antusias.

“Yang Mulia! Apakah gadis itu kekasih Anda?”

“Apakah Pangeran Mahkota sudah memiliki calon pasangan?”

“Siapa identitas wanita tadi?”

Besok pagi, seluruh Vardoria pasti akan membicarakan satu hal yang sama.

Pangeran Mahkota mencium seorang gadis misterius di depan publik.

****

1
dysa
AAA NOAH MANIS BANGET😍😍
Ana Dww: Noah adalah impian para gadis 👻
total 1 replies
dysa
😍
dysa
Semangat up teruss ya kaaaa❤️❤️❤️
Ana Dww: Terimakasih untuk dukungannya kak ❣️❣️❣️
total 1 replies
Ana Dww
🤭🤭🤭
dysa
asbun bangt noah😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!