NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1 - Kebangkitan di Node Rendah

Langit di atas hamparan hutan itu memancarkan rona pucat kebiruan. Suasananya seolah menunjukkan bahwa dunia ini masih berada dalam fase transisi yang belum sepenuhnya matang.

Kabut tipis menggantung diam di antara dahan-dahan pepohonan purba. Embusan angin perlahan membawa hawa dingin yang terasa asing, namun memukul kulit dengan sangat nyata.

Di atas permukaan tanah yang lembap dan dipenuhi dedaunan busuk, seorang pemuda terbaring tanpa gerak. Tak lama, sepasang kelopak matanya mulai terbuka perlahan.

Pandangannya tampak kosong selama beberapa saat. Raut wajahnya menyerupai seseorang yang baru saja ditarik paksa keluar dari dasar jurang kesadaran yang gelap.

Dengan mengerahkan sisa tenaga yang ada, Ye Chen mengangkat tubuhnya dengan susah payah. Deru napasnya terdengar berat memecah kesunyian, namun ritmenya perlahan kembali stabil.

Kumpulan ingatannya masih terasa kacau balau. Memori itu tumpang tindih antara kehidupan lamanya dan realitas dunia baru yang sama sekali tidak ia kenali ini.

Ingatan tentang Planet Bintang Biru perlahan memudar, terasa seperti data usang yang tiba-tiba terputus koneksinya. Kini, memori itu tergantikan oleh eksistensi fisik yang belum memiliki parameter jelas di benaknya.

Menghadapi anomali sebesar ini, Ye Chen tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam kepanikan emosional. Sebagai mantan analis sistem tingkat atas, insting dasarnya adalah mengumpulkan data primer.

Ia terbiasa menyusun informasi sebelum menarik kesimpulan apa pun. Namun, ia menyadari bahwa kali ini variabel yang dihadapinya terlalu masif dan asing.

Hampir seluruh elemen di sekitarnya tidak teridentifikasi oleh logikanya. Di tengah ketidakpastian ini, ia hanya memegang teguh satu fakta: ia sudah tidak berada di dimensi yang sama.

Ye Chen memaksakan kedua kakinya untuk berdiri tegak. Ia mulai memindai lingkungan sekitarnya dengan tatapan analitis yang tajam.

Hutan belantara ini sekilas tampak liar, namun ia segera menyadari adanya pola-pola spesifik. Pola tersebut jelas tidak terbentuk secara alami oleh ekosistem liar.

Kehadiran jejak kaki samar, cekungan bekas roda gerobak, serta lintasan pergerakan manusia menunjukkan adanya struktur sosial. Ini adalah bukti nyata bahwa ada aktivitas peradaban di dekat sini.

Kesimpulan awalnya cukup melegakan. Tempat ini bukanlah dunia primitif yang sepenuhnya terisolasi, melainkan sebuah wilayah yang sudah beroperasi.

Tepat saat ia sedang memikirkan langkah selanjutnya untuk bertahan hidup dengan tangan kosong, sebuah anomali terjadi. Sebuah dengungan tajam tiba-tiba menusuk kepalanya.

Rasa sakit itu hanya berlangsung selama beberapa detik, disusul oleh suara mekanis yang dingin namun sangat jernih di dalam benaknya.

[Anomali perpindahan dimensi terdeteksi.][Memindai gelombang jiwa target... Selesai.]

[Inisialisasi awal. Sistem Kenaikan Surgawi berhasil diaktifkan.]

Langkah Ye Chen terhenti secara otomatis. Sebuah panel antarmuka transparan seketika memproyeksikan dirinya tepat di depan garis pandangnya.

Untuk pertama kalinya sejak ia membuka mata, ada sedikit riak keterkejutan di wajah tenangnya. Sistem? Sebuah antarmuka digital yang terikat pada jiwanya?

Konsep yang dulu hanya sering ia baca di novel fiksi Bintang Biru ternyata benar-benar nyata. Namun, sebagai seorang analis, ia dengan cepat mengesampingkan rasa herannya.

Jika ini adalah alat bantu komputasi atau aset tambahan di dunia baru, maka ia harus segera mengujinya. Ia mencoba berinteraksi menggunakan pikirannya.

"Sistem," gumamnya di dalam benaknya, menguji apakah entitas ini merespons perintah suara atau pikiran. "Berikan informasi dasar mengenai parameter dunia tempatku berada saat ini."

Keheningan sesaat menyelimuti benaknya.

Tak lama kemudian, teks di layar biru itu berubah seiring dengan suara mekanis yang kembali terdengar.

[Permintaan pengguna diterima.]

[Memulai analisis awal dunia... Kategori: Dunia Kultivasi Node Rendah dalam jaringan multisemesta.]

Kata-kata itu bergema dan diproses dengan cepat di dalam pikiran analitis Ye Chen. Multisemesta dan simpul rendah.

Ini membuktikan bahwa ia tidak sekadar terdampar di planet tunggal. Ia berada di suatu titik kecil dari struktur makrokosmos yang jauh lebih masif.

Tanpa membuang waktu untuk merasa takjub, ia terus menggali informasi. "Jelaskan kepadaku bagaimana struktur hierarki di dunia ini beroperasi," pintanya lagi.

[Struktur sosial dan kekuasaan sepenuhnya berbasis pada hierarki kultivasi.]

[Klasifikasi dan nilai individu ditentukan secara mutlak oleh tingkat kekuatan personalnya.]

[Seluruh kehidupan yang berakal terikat dan mengikuti Jalur Kenaikan.]

Tepat setelah penjelasan singkat itu, sebuah bagan struktur yang panjang muncul. Teks itu menggantikan layar sebelumnya di antarmuka sistem.

Bagan tersebut menampilkan tahapan evolusi kekuatan yang mengatur hukum absolut di dunia ini:

[Jalur Kenaikan: Alam Penempaan Tubuh -> Kondensasi Qi -> Lautan Asal -> Penempaan Inti -> Kelahiran Jiwa -> Penguasa Domain -> Manifestasi Hukum -> Raja Hampa -> Penguasa Abadi -> Entitas Asal.]

Ye Chen membaca barisan tingkatan tersebut dengan saksama. Ia segera memahami bahwa setiap urutan pasti memiliki kesulitan eksponensial.

Rangkaian tahapan yang disajikan oleh sistem sangatlah jelas. Semuanya memiliki hierarki bertingkat dan dirancang dengan sistematis.

Fakta ini memberikannya ketenangan. Dunia ini tidak beroperasi secara acak, melainkan digerakkan oleh aturan evolusi kekuatan dengan parameter pasti.

"Sistem, tampilkan detail untuk tahap paling awal dengan bahasa sederhana," perintah Ye Chen tanpa basa-basi.

[Alam Penempaan Tubuh: Tahap dasar penguatan fisik tanpa penggunaan energi eksternal.]

[Fokus utama: Kepadatan otot, pengerasan tulang, pemurnian darah, refleks, dan daya tahan.]

Ye Chen menganggukkan kepalanya pelan merespons informasi tersebut. Kesimpulannya terbukti benar.

Tahap paling krusial ini bahkan belum menyentuh energi eksternal sama sekali. Ini berarti setiap orang harus memulai segalanya dari batas maksimal tubuh murni mereka.

Semua informasi tersebut diklasifikasikan dan disimpan dengan rapi di dalam memori otaknya. Ia sadar betul betapa lemah posisinya saat ini.

Tiba-tiba, nada mekanis dari sistem kembali berbunyi, memecah fokus pikirannya. Kali ini nadanya terdengar sedikit berbeda, seperti sebuah notifikasi penting.

[Sesi pengenalan dunia selesai.]

[Mendeteksi Host terikat untuk pertama kalinya. Memberikan Paket Pemula...]

Mata Ye Chen sedikit melebar. Sebagai analis, ia tahu betul pentingnya sebuah modal awal atau sumber daya dasar dalam lingkungan bersistem.

[Paket Pemula telah siap. Apakah Anda ingin membukanya sekarang?]

"Buka," perintah Ye Chen di dalam hatinya tanpa ragu. Di dunia yang keras ini, ia butuh semua keuntungan yang bisa didapatkan.

[Mengekstrak Paket Pemula...]

[Memuat daftar hadiah...]

Namun, sebelum deretan teks hadiah itu muncul sepenuhnya di layar transparan, indra pendengarannya menangkap sesuatu. Ada suara ranting kering yang patah terinjak.

Suara gemeresik langkah kaki terdengar dari kejauhan, semakin lama semakin mendekat. Menyadari ada potensi ancaman tak terduga, Ye Chen langsung bereaksi cepat.

Ia segera mengabaikan panel sistem yang masih memuat data. Tubuhnya merendah dengan mulus, bersembunyi di balik semak tebal tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

Melalui celah dedaunan, ia melihat pergerakan. Tiga pria berpenampilan kasar tampak melintas santai di jalur setapak hutan tersebut.

[Modul Tangkapan Audio diaktifkan...]

Frekuensi suara dari ketiga pria itu diperkuat. Sistem menyalurkannya langsung ke dalam persepsi pendengaran Ye Chen secara instan.

"Orang yang jatuh dari tebing curam itu masih belum berhasil ditemukan," gerutu salah satu pria dengan nada kesal.

"Kalau bocah itu masih hidup, kita jual saja dia ke tambang batu sebagai budak," sahut yang lain dengan tawa dingin. "Tuan Hu benci barang rusak, tapi tenaga kasar selalu laku."

Mendengar percakapan itu, mata Ye Chen seketika menyipit tajam. Kondisi sosial demografis dunia ini menjadi semakin jelas baginya.

Terdapat sistem eksploitasi tenaga kerja paksa dan hierarki kekerasan yang dianggap biasa. Ye Chen tetap menahan napasnya dengan tenang di tempat persembunyiannya.

Ia menunggu beberapa menit setelah langkah kaki ketiga pria itu benar-benar lenyap ditelan jarak. Setelah dirasa aman, barulah ia berani keluar.

Sambil membersihkan sisa tanah di pakaiannya, ia kembali memanggil.

"Sistem, sembunyikan dulu layar Paket Pemulanya. Hitung tingkat ancaman dari dunia ini bagi individu tanpa kultivasi sepertiku."

[Perintah diterima. Mengeksekusi Analisis Ancaman: Sangat Tinggi.]

[Individu tanpa kekuatan kultivasi memiliki status sosial di titik terendah dan sangat rentan.]

[Risiko kematian akibat konflik terbuka atau eksploitasi perbudakan sangat tinggi.]

Ye Chen mengangguk pelan menerima realita dingin tersebut. Laporan probabilitas itu lebih dari cukup untuk membuatnya menunda keingintahuan dan memprioritaskan keselamatan.

Mengabaikan jalur setapak yang dilalui gerombolan tadi, Ye Chen memilih arah lain. Ia melangkah hati-hati menuju arah suara aliran sungai di kejauhan.

"Sistem, di dunia di mana kekuatan fisik adalah segalanya di tahap awal, apakah ada metode ukurnya?" tanyanya dalam hati saat berjalan. "Bagaimana mereka mengukur kekuatan?"

[Satuan pengukuran terverifikasi tersedia.]

[Standar umum yang digunakan: Kekuatan otot murni (jin), batas daya tahan fisik, serta kecepatan reaksi.]

[Catatan Konversi: 1 jin di dunia ini setara dengan sekitar 0,5 kilogram di Bintang Biru.]

Langkah kakinya akhirnya membawanya ke tepi sebuah sungai kecil. Airnya mengalir jernih menembus sela-sela bebatuan.

Menjaga kewaspadaannya, ia mengamati keadaan sekeliling guna memastikan keamanan. Barulah ia menunduk untuk membasuh wajahnya yang dipenuhi peluh.

Sembari merasakan dinginnya air yang menyegarkan sarafnya, ia bergumam pelan. "Aktifkan Modul Optimalisasi Jalur."

[Modul Optimalisasi Jalur Diaktifkan.]

[Opsi 1: Menelusuri hilir sungai menuju pemukiman -> Tingkat keberhasilan: 81%.]

[Opsi 2: Bertahan dan beradaptasi di dalam hutan -> Stabilitas kelangsungan hidup: Moderat.]

Sebagai seorang analis yang terlatih, Ye Chen tidak pernah mengambil keputusan terburu-buru. Ia selalu memastikan fondasi utamanya cukup kuat dan aman.

Ia menatap pantulan dirinya sendiri di permukaan air yang beriak pelan. "Sistem, tinjau tubuhku saat ini. Apakah aku sudah terhitung sebagai kultivator?"

[Analisis Negatif.]

[Status Keseluruhan Pengguna: Manusia Fana Normal (Titik Nol Absolut).]

Konfirmasi tersebut membuat raut wajah Ye Chen semakin dingin. Penilaian ini menegaskan bahwa ia harus memulai langkahnya murni dari dasar rantai makanan.

Berbekal kesadaran akan posisinya yang rentan, Ye Chen segera bertindak. Ia melakukan modifikasi darurat pada penampilannya saat itu juga.

Ia sengaja mengoleskan lumpur sungai ke pakaiannya dan mengacak-acak rambutnya. Tidak lupa, ia mengusap wajahnya dengan tanah basah.

Logikanya sangat presisi. Dalam kondisi lemah tanpa perlindungan, terlihat bersih di wilayah yang keras adalah sebuah kesalahan fatal.

Penampilan rapi hanyalah undangan terbuka bagi para predator. Setelah memastikan penyamarannya meyakinkan, barulah Ye Chen mulai bergerak.

Ia mulai melangkahkan kakinya perlahan mengikuti arah aliran hilir sungai. Ritme langkahnya diatur sedemikian rupa agar tetap stabil dan tidak mencolok.

[Sistem Optimalisasi Jalur telah memperbarui rekomendasi taktis jangka pendek.]

[Saran Utama: Pertahankan profil serendah mungkin hingga pengguna mencapai tempat aman.]

Ye Chen menyetujui kalkulasi tersebut dalam hati. Ia akan mencari tempat bernaung yang aman terlebih dahulu.

Setelah memastikan tidak ada mata yang mengawasi, barulah ia akan memeriksa apa isi dari Paket Pemula miliknya.

Dari balik rapatnya tajuk pepohonan di kejauhan, sebuah tanda muncul. Kepulan asap tipis mulai tertangkap oleh pandangan matanya.

Itu menjadi penanda pasti akan keberadaan pemukiman manusia. Otaknya terus merumuskan berbagai algoritma dan kemungkinan yang akan terjadi ke depannya.

Ia tahu dunia ini keras dan sama sekali tidak kenal ampun. Tetapi, baginya, apa pun yang memiliki sistem pasti bisa dipelajari dan dimanipulasi.

Langkah kakinya tetap konstan saat ia perlahan melewati batas menuju peradaban baru. Ia bersiap menjadikan pemukiman di depannya sebagai titik awal kebangkitannya.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!