NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:372
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luk dan Helena

Di malam yg gelap gulita, seorang pria dengan tubuh penuh luka berdarah darah berjalan dengan terhuyung huyung masuk ke dalam sebuah hutan yang sepi.

Pria itu berjalan dengan sesekali menengok ke arah belakang seolah ia sedang melarikan diri dari sesuatu yang mengejarnya.

Tiba tiba ia tertegun saat mendengar suara kuda yang talinya ditarik dengan tergesa gesa, ia menoleh ke arah belakang, dan benar saja itu adalah sekelompok musuh yang mengejarnya tanpa ampun. Pria yang terus menerus meringis kesakitan dalam diam itu segera bersembunyi di balik semak semak yang lebat.

Matanya mengintip mengawasi setiap pergerakan musuhnya, sampai akhirnya suara gemuruh itu akhirnya semakin menjauh, ia merasa lega, namun kelegaan itu membuat tubuh letihnya kehilangan tenaga, lemas dan tak berdaya, akhirnya tubuh pria itu tumbang di tempat persembunyian.

Cip..cip..cipp.. Terdengar suara burung berkicau menandakan pagi yang cerah telah tiba.

Seorang gadis berjalan masuk ke dalam hutan dengan raut wajah riang, dia tampak bersenandung pelan sembari tersenyum menatap burung burung berkicau di atas dahan pohon.

Gadis itu terus berjalan sembari mengisi keranjang yang dibawanya dengan buah buahan yang ditemuinya di hutan, seperti pisang, berry dan buah liar lainnnya.

Tiba tiba langkahnya terhenti, ia tersadar, ia sudah masuk hutan terlalu dalam, karena telah merasa cukup mendapatkan makanan ia berencana kembali, namun perhatiannya teralihkan karena mendengar suara rintihan di balik semak semak.

Gadis itu panik, ia merasa penasaran tapi juga takut kalau kalau itu adalah suara hewan buas, karena tak ingin mengambil resiko akhirnya gadis itu mengabaikan hal yang membuatnya penasaran.

Namun suaranya terdengar semakin jelas, rasa penasarannya pun sudah tak bisa lagi di bendung, gadis itu berbalik lalu mengambil sebuah kayu untuk berjaga jaga kemudian mendekati semak semak.

Alangkah terkejutnya ia melihat seseorang pria yang sedang merintih kesakitan dengan tubuh terkapar, gadis itu mendekatinya..

"Permisi.. Kenapa anda ada disini? Apa yang terjadi?" ucap si gadis.

Pria yang tampak bengis itu menoleh dengan tatapan waspada. Pria itu segera mencoba bangun namun tidak bisa karena telah kehabisan tenaga.

Si gadis semakin mendekat..

"Tenanglah.. saya bukan orang jahat, mau kubantu?" ucapnya ramah.

"Pergilah!" ucap Pria itu dengan wajah galaknya.

"Saya pergi saja nih? Padahal melihat sekilas saja saya sudah tahu Tuan amat sangat butuh bantuan, apa saya salah?"

"Pergi.." ucapnya lirih.

Si gadis pun memilih pergi karena Pria itu bersikeras menyuruhnya pergi, namun begitu ia berbalik badan terdengar suara..

"Brukkk!!" pria itu pingsan.

Si gadis melempar barang bawaannya ke tanah dan berusaha membawa pria itu keluar hutan.

Dengan langkah tergopoh gopoh gadis itu memapah, menyeret pria berbadan tinggi besar itu dengan sekuat tenaga.

Setelah sampai di sebuah gubuk yg tak jauh dari hutan gadis itu membaringkannya di tempat tidur, ia membuka pakaian mewah yang compang camping dan berlumur darah itu, kemudian membersihkan lukanya, lalu menempelkan obat dengan teliti di setiap luka di tubuh pria itu dengan tanaman obat yang ia tumbuk sendiri, lalu membalut lukanya dengan perban seadanya.

"Apa dia seorang ksatria? Wajahnya sangat tampan setelah dibersihkan" gumam gadis itu sembari tersenyum kecil.

.

Sepasang mata yang baru saja terbuka melihat sekelilingnya dengan waspada kemudian segera bangun karena ia berada di tempat asing, tidak ada sutra terbaik, ia mendapati dirinya mengenakan pakaian yang biasa dipakai oleh rakyat jelata.

"Arggh!" ia mengerang kesakitan.

Drap..drap.. Seseorang berjalan cepat kearahnya.

"Selamat sore Tuan.. Anda sudah bangun rupanya, bagaimana kondisi tubuh anda?"

Si gadis mengulurkan tangannya hendak menyentuh dahi pria itu, namun pria itu menepisnya dengan kasar.

"Jangan menyentuh tubuhku kalau tak mau kehilangan tanganmu!" ucapnya dengan galak.

"Aiihh.. Memangnya kenapa? Apa Tuan seorang Pangeran? Hehe" ledeknya.

"Benar! Makannya jauhkan tanganmu! Jangan berani menatap mataku! Kau harus menundukkan pandanganmu di hadapanku!" ucapnya serius.

"Sudah.. Tuan jangan banyak bicara! Biarkan aku mengganti perbanmu!"

"Memangnya kamu dokter? Tabib?" tanyanya curiga.

"Saya hanya orang biasa yang kebetulan tahu cara merawat orang sakit! Apa itu masih belum cukup untuk membantu anda yang saat itu sekarat? Apa anda tahu apa yang akan terjadi jika saya tak membawa anda kesini? Anda hanya akan dijadikan santapan hewan buas di hutan, camkan itu.. Jadi berhenti memelototiku seperti itu!" oceh gadis itu.

Melihat sikap gadis itu yang terlihat tulus, sang pria akhirnya menurunkan kewaspadaan terhadapnya, memang benar ia merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik, ia merasa gadis ini bisa sedikit dipercaya.

"Baiklah.. Aku mengijinkanmu merawatku sampai aku pulih, setelah aku kembali ke rumahku aku akan memberikan imbalan yang layak asal kau merawat dan memperlakukanku dengan baik" ucap pria itu dengan nada bicara angkuh.

"Ciiihh.. Meskipun anda tak mengijinkan pun aku akan melakukan sesuka hatiku tahu!" jawab si gadis seraya terkekeh.

"Aku serius! Aku bukanlah orang sembarangan asal kau tahu! Aku akan menepati janjiku selayaknya pria sejati, aku akan memberikan imbalan sesuai kemauanmu, kau mau apa? Uang? Emas? atau hunian rumah di ibu kota, semua bisa kukabulkan!"

"Iya iyaa baiklah.. tapi kau harus sembuh terlebih dahulu kan"

"Lukaku sudah kering rupanya.. Hari ini tanggal berapa?" pria itu meraba luka di dadanya.

"Tanggal 17 tahun 732 kekaisaran"

"Apah? Tanggal 17?" pria itu kaget.

"Benar..kau sudah berbaring selama 7 hari di rumahku, berarti sekarang anda tahu betapa merepotkannya anda selama ini kan?"

Pria itu tampak cukup terguncang mendengar ia sudah terbaring cukup lama. Ia ingin segera kembali namun tubuhnya masih sulit di gerakkan, apalagi jika ia kembali sekarang mungkin situasinya tak akan menguntungkannya.

"Siapa namamu Tuan? Aku Helena"

"Kenapa kamu ingin tahu namaku?" jawabnya ketus.

"Selama pengobatan haruskan aku memanggilmu hei? Hei hei.." guraunya.

"Kau beneran tak mengenaliku?"

"Memangnya anda yang mulia kaisar? Yang semua orang harus tahu namanya?"

Ternyata dia benar benar tak mengenaliku..

"Luk, panggil aku Luk"

"Baiklah"

.

Hari hari pun berlalu, Helena merawat Luk dengan sepenuh hati di sela sela kesibukannya merawat ladang sayuran di samping rumah dan mencari buah buahan di hutan.

Saat itu hari sudah gelap, Helena baru saja kembali dari desa, ia baru saja menjual hasil ladang dan buah yang di dapatkannya di pasar.

"Kenapa kembali sangat terlambat Helena?" tanya Luk yang sedang duduk sendirian.

"Ahh.. Luk belum tidur? Kau harus istirahat agar tubuhmu cepat pulih" ucapnya dengan suara letih.

"Tubuhku sudah cukup pulih, aku menghawatirkanmu yang pulang sangat terlambat"

Helena tersenyum

"Ahh senangnya ada yang menghawatirkanku begini, rasanya aku benar benar seolah memiliki keluarga Luk"

"Helena.." kata Luk dengan ragu ragu.

"Yaa?"

"Besok aku harus pergi"

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!