Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1. Kepulangan Jenderal
Alunan musik kecapi terdengar di seluruh kediaman Jenderal. Hiasan lampion dan kain warna cerah juga tersebar di seluruh kediaman. Para tamu hilir mudik datang, mereka adalah para bangsawan, pejabat kerajaan dan juga para pedagang yang ternama di kota Fenghua.
Di ruangan yang cukup besar, tampak beberapa orang mempersembahkan arak untuk menghormati nyonya jenderal, wanita yang hari ini genap berusia 35 tahun.
"Selamat nyonya jenderal! semoga nyonya jenderal senantiasa sehat dan diberi umur panjang!"
"Selamat nyonya jenderal!"
Wanita cantik dengan pakaian mewah berwarna putih biru itu tersenyum sangat bahagia.
Dia adalah Mei Huarin, seorang wanita yang datang ke kerajaan Jinhuan ini 18 tahun yang lalu. Dia datang dari tempat yang jauh, sangat jauh hingga hanya dia yang tahu dia berasal darimana. Tempat ini, adalah tempat dimana waktu berbeda dengan dimana dia berasal. Intinya, Mei berasal dari masa depan.
Saat dia datang, kerajaan Jinhuan sedang dalam masa perang. Mei menciptakan senjata panah yang bisa melontarkan ratusan panah sekaligus. Senjata yang pada masa ini belum ada satu pun kerajaan yang memilikinya, bahkan memikirkannya.
Karena jasanya, dia diangkat menjadi adik angkat kaisar bergelar putri Chenping.
18 tahun yang lalu pula, dia bertemu dengan jenderal. Seorang pria gagah perkasa yang tak gentar melawan 100 orang prajurit meski tanpa senjata. Kegigihan jenderal Lu Yansheng, membuat Mei jatuh hati. Pernikahan itu terjadi, sekarang mereka di karuniai dua orang anak. Lu Chengyan si sulung yang sudah menjabat sebagai petugas di biro pengadaan barang kerajaan. Dan sudah menikah dengan seorang putri perdana menteri. Dan Lu Yanzhi si bungsu yang baik hati dan cerdas seperti Mei.
Anggota kerajaan juga beberapa orang sudah hadir sejak kemarin. Satu gudang sudah penuh dengan hadiah untuk nyonya jenderal. Karena Mei Huarin bukan hanya wanita biasa yah dihormati karena menjadi istri jenderal Lu. Namun dia juga adik angkat kesayangan Kaisar saat ini.
Di tengah tarian dan pesta yang meriah itu, seorang pelayan berlari ke arah ruangan utama.
"Nyonya... Nyonya, Jenderal telah kembali!"
Mei Huarin berdiri, wajahnya tampak berseri-seri. Dia memang sudah mendapatkan kabar kalau perang telah usai. Perang selama tiga tahun itu telah usai. Namun dia tidak menyangka suaminya akan kembali secepat ini.
"Yan'er ayahmu telah kembali. Kita harus sambut dia..."
"Nyonya, Jenderal membawa sebuah kereta kuda!" kata pelayan itu.
Mei Huarin terdiam sebentar, tapi dia yang memang sangat mencintai suaminya dan begitu percaya pada suaminya. Tidak punya pikiran buruk sedikit pun.
"Jenderal kembali setelah tiga tahun. Mungkin dia membawa banyak barang! Ayo Yan'er!" kata Mei Huarin.
"Iya ibu!"
Wajah gadis muda berusia 16 tahun itu juga terlihat sangat sumringah. Dia tampak senang mendengar ayahnya telah kembali. Ibunya banyak menceritakan tentang bagaimana patriotisme ayahnya membela negara ini. Meski sudah menjabat jenderal, tapi ayahnya tak pernah ragu untuk maju ke Medan perang. Usianya juga masih produktif, masih 37 tahun. Hanya berbeda 2 tahun dari Mei Huarin.
Semua tamu memberi hormat, membungkuk dan menyapa dengan tangan terlipat di depan. Mei Huarin tak pernah tidak membalas orang yang menyapanya. Dia tersenyum dan melipat tangannya.
Hingga ketika Mei Huarin dan Lu Yanzhi bersama beberapa pelayan sampai di depan pintu gerbang.
Terlihat seorang pria yang tampak gagah menunggang kuda yang sama terlihat luar biasanya dengan sang Jenderal.
"Suamiku!" Mei Huarin tampak berseri-seri.
Matanya berkaca-kaca melihat kedatangan suaminya yang sudah tidak bertemu dengannya selama tiga tahun ini.
Jenderal Lu turun dari kudanya.
"Nyonya, selamat ulang tahun!" jenderal mendekati Mei Huarin dan merentangkan tangannya memeluk Mei Huarin.
"Terima kasih suamiku. Kamu pasti lelah, masuklah dan berisitirahat...!"
"Jenderal!"
Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang keluar dari kereta kuda di belakang jenderal.
"Ayah, siapa itu?" tanya Lu Yanzhi penasaran.
Mei Huarin masih menggenggam tangan suaminya. Ketika wanita itu turun dari kereta kuda di bantu oleh pelayannya.
"Jenderal, jenderal tidak melupakan Meiren kan?" tanya wanita itu dengan nada manja pada jenderal.
"Suamiku dia...!"
"Salam nyonya Jenderal! aku adalah Meiren, Shen Meiren, aku dan jenderal..."
"Dia yang menyelamatkan aku di perbatasan. Aku pernah dikepung dan cedera. Meiren yang telah menyelamatkan aku!"
Mendengar penjelasan suaminya. Mei Huarin tersenyum pada wanita yang namanya sedikit mirip dengannya itu.
"Nona telah menyelamatkan jenderal. Tentunya nona sangat berjasa. Terima kasih banyak nona, aku akan siapkan hadiah yang besar..."
"Nyonya jenderal, aku sama sekali tidak menginginkan hadiah. Aku dan calon anak jenderal, hanya ingin melayani Jenderal dan nyonya di kediaman ini!"
Plakk
Mata Mei Huarin melebar, Lu Yanzhi anak bungsunya bahkan sudah memukul wanita yang sejak tadi bicara dengan genit itu.
"Jangan sembarangan bicara kamu...!" pekik Lu Yanzhi.
Namun Shen Meiren langsung menarik ujung lengan pakaian jenderal.
"Jenderal, apakah Meiren salah? jenderal menjanjikan pada Meiren, akan menikahi Meiren!"
Mei Huarin menatap suaminya, ketika wanita itu menyentuh suaminya. Mei Huarin menjauh dari suaminya yang sudah menikah dengannya selama 18 tahun itu.
Tatapan jenderal sedikit ragu, tapi kemudian dia meraih tangan Mei Huarin.
"Nyonya, Meiren sedang hamil. Aku sudah berjanji akan menikahinya..."
Takk
Mei Huarin menghempaskan tangan jenderal dengan kasar.
"Apa katamu? kamu mau jadikan dia selir? siapa yang dulu berjanji padaku, jika aku setuju menikah, maka kamu tidak akan pernah mengambil selir..."
"Nyonya, aku adalah putri perdana menteri kerajaan Yuzhuan. Aku tidak mungkin menjadi selir, jenderal mengatakan pada ayahku untuk menjadikan aku istri setara dengan nyonya!"
"Istri setara?" pekik Lu Yanzhi, "apa kamu pantas?"
"Lu Yanzhi!" bentak Jenderal.
Mata Lu Yanzhi berkaca-kaca dibentak ayahnya, mereka tidak bertemu selama tiga tahun. Sekarang ayahnya membentaknya karena wanita genit itu.
Mei Huarin mendengus kesal.
"Beraninya kamu membentak anakku?" pekik Mei Huarin pada jenderal.
"Nyonya, kamu membentakku? kamu membentak suamimu? apakah seperti ini seorang nyonya? Memangnya siapa yang melarang pria di kerajaan ini memiliki lebih dari satu istri? jangan membesar-besarkan! jangan membuat malu!"
Mei Huarin terus menatap suaminya. Tiga tahun yang lalu, bahkan suaminya tidak punya gaya seperti itu saat bicara. Benar! seseorang pasti akan berubah karena tiga hal. Harta, tahta dan wanita.
"Membuat malu? membuat malu katamu? siapa yang membuat malu. Ini adalah kediaman ku, kediaman hadiah kaisar untukku. Kediaman mu ada di samping. Maka jangan pernah injakkan kakimu di kediaman ku!"
"Kamu...."
"Pengawal, tutup pintunya!" pekik Mei Huarin yang langsung mengajak Lu Yanzhi masuk dan membiarkan pengawal menutup pintu.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️