NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 1

Cahaya matahari masuk malu-malu lewat celah genteng kosan yang bergeser, tepat mengenai mata Elara. Bukannya bangun dengan estetik seperti di film-film, Elara justru tersedak ludah sendiri gara-gara debu yang beterbangan.

"Uhukk gila, ini debu apa serbuk sari bunga bangkai? Banyak bener buset" gerutu Elara sambil meraba-raba lantai mencari HP nya yang layarnya sudah retak seribu membentuk pola rasi bintang entah apa.

Dia menyalakan layar HP. Hal pertama yang muncul adalah notifikasi m-banking "Saldo anda Rp15.400"

Elara menghela napas panjang "Mantap 15 ribu buat tiga hari. Kayanya aku harus mulai belajar teknik fotosintesis biar ngga perlu beli makan. Makasih ya Tuhan tantangan hidup hari ini sungguh memacu adrenalin"

___

Elara melangkah keluar kosan dengan tas sekolah yang talinya sudah mulai lepas jahitannya. Baru jalan lima puluh meter matanya sudah disuguhi pemandangan yang bikin dia pengen cuci mata pakai air raksa.

Di taman komplek ada seorang pria yang lebih cocok dipanggil Mbak sedang joging dengan semangat 45. Masalahnya dia pakai legging macan tutul yang ketatnya minta ampun dipadu dengan crop top pink neon yang memperlihatkan udelnya yang malu-malu kucing.

"Semangat banget pak...eh Mbak" bisik Elara pelan saat berpapasan "Itu perut kalau kegencet gitu apa ngga sesak napas? Kasihan loh, dia juga butuh hak asasi buat mengembang"

Belum selesai herannya, di depan tukang gorengan ada pemandangan yang lebih ajaib. Seorang perempuan sok bule dandanannya persis Noni Belanda zaman penjajahan lengkap dengan gaun renda-renda dan payung kecil lagi sibuk debat sama tukang gorengan.

"Meneer ini bakwan kenapa dingin? Saya mau yang panas hot like fire!" ucap si Noni dengan aksen yang dipaksakan.

Elara geleng-geleng kepala "Vibe nya sih kolonial tapi tetep aja rebutan bakwan dingin, emang micin lokal itu pemersatu bangsa ngga mandang zaman"

Pas sampai di lampu merah, Elara melihat sosok yang familiar. Seorang mantan artis yang dulu viral gara-gara jualan 'Donat beton' donat yang katanya kalau dilempar ke anjing, anjingnya yang pingsan, sekarang lagi ngamen pakai gitar kecil yang senarnya kaya mau putus.

"Kak mending ngamen gini sih daripada jualan senjata tajam berkedok donat" batin Elara sambil nyengir tipis.

Mendekati gerbang sekolah, Elara papasan sama gerombolan cewek kelas 10 yang jlannya maksa banget, dada dibusungkan ke depan sampai punggungnya melengkung, persis bebek yang mau nyemplung ke empang. Katanya sih biar kelihatan 'berisi' padahal malah kelihatan kaya orang lagi encok akut.

"Dek jalannya biasa aja" tegur Elara santai pas lewat di samping mereka "Itu tulang punggung kalau bisa ngomong dia udah teriak minta tolong ke Komnas HAM tahu ngga, lagian bebek aja ngga segitunya kalau jalan"

Para cewe itu melotot tapi Elara cuma menaikkan satu alisnya dengan tatapan malas yang mematikan membuat mereka langsung buang muka dan mempercepat langkah (tetap dengan posisi bebek).

"Dunia makin aneh" gumam Elara sambil masuk ke gerbang sekolah "Atau emang aku doang yang terlalu normal di antara orang-orang stres ini?"

___

Elara baru saja duduk di bangkunya ketika Pak Kumis guru matematika yang killer nya melebihi monster di game RPG masuk dengan tumpukan kertas yang baunya bikin mual.

"Hari ini ulangan harian. Yang nilainya di bawah tujuh puluh silakan lari keliling lapangan sepuluh putaran sambil nyanyi lagu potong bebek angsa!" bentak Pak Kumis.

Satu kelas langsung heboh ada yang mendadak tobat dan ada yang komat-kamit baca mantra. Elara? Dia cuma menatap kertas di depannya dengan tatapan bosan.

"Duh pak. Soal kaya gini mah ngga perlu ulangan, kasih ke cewe bebek di depan gerbang tadi juga kelar" batin Elara sambil memutar pulpennya yang tintanya sudah hampir habis.

Dia mulai mengerjakan soal. Tangannya bergerak cepat seolah sedang menulis daftar belanjaan. Saat teman-temannya yang lain berkeringat dingin menghitung logaritma, Elara malah asyik bergumam pelan.

"Logaritma ini ibarat cicilan kosan aku, kalau ngga segera diberesin, bakal numpuk jadi beban hidup. Tapi kalau dipakein logika sederhana... beres dalam tiga detik"

Dalam waktu lima belas menit Elara sudah meletakkan pulpennya dengan suara tok yang cukup keras. Seluruh kelas menoleh termasuk Pak Kumis yang melotot dari balik kacamata tebalnya.

"Elara kamu sudah selesai atau sudah menyerah karena miskin jawaban?" sindir Pak Kumis pedas.

Elara berdiri, berjalan ke depan dengan santai lalu menyodorkan kertasnya "Sudah selesai Pak. Soalnya terlalu ramah lingkungan buat otak saya. Daripada saya kelamaan di sini terus khilaf makan kertas Bapak gara-gara belum sarapan, mending saya kumpulin sekarang"

Pak Kumis memeriksa jawaban Elara dengan teliti. Matanya hampir keluar "Semuanya benar? Bahkan soal bonus yang saya ambil dari olimpiade tingkat provinsi?"

Elara cuma angkat bahu "Soal bonus itu? Saya kira itu cuma coretan iseng Bapak tadi pagi. Gampang kok Pak. Ibarat ngitung sisa saldo saya di ATM, butuh ketelitian tingkat dewa karena angkanya sangat menyedihkan, tapi secara logika tetap masuk akal"

"Sombong sekali kamu!"

"Bukan sombong Pak. Ini namanya efisiensi kerja otak, saya permisi ke kantin ya? Mau minum air mineral gelas hasil pinjem temen soalnya otak jenius juga butuh hidrasi bukan cuma intimidasi"

Elara keluar kelas dengan gaya paling keren, meninggalkan teman-temannya yang masih berjuang melawan angka sementara Pak Kumis cuma bisa melongo melihat jawaban Elara yang sangat rapi dan sistematis.

"Jenius sih jenius" gumam Elara saat berjalan di koridor sepi "Tapi tetep aja otak encer kalau perut keroncongan rasanya kaya mesin Ferrari yang dikasih bensin eceran campur air. Miris banget ni hidup"

___

Elara melangkah masuk ke kantin yang aromanya seperti surga dunia bagi orang-orang berkantung tebal, tapi seperti medan perang bagi pemilik saldo lima belas ribu rupiah. Matanya langsung tertuju pada meja di pojokan, tempat dua temannya Raka dan Siska, sedang duduk dengan tampang kusut sambil memandangi buku catatan.

Di depan mereka ada dua gelas jus jeruk yang embun dinginnya tampak sangat menggoda, lengkap dengan dua porsi ayam geprek yang sambalnya masih mengepul.

"Duh mending aku liat hantu daripada liat ayam geprek di jam kritis begini" batin Elara sambil menelan ludah paksa. Dia segera memasang wajah datarnya dan mendekat.

"Hai wahai kaum yang tersesat di lembah matematika. Butuh bantuan atau mau lanjut bertapa sampai jam sekolah usai?" tegur Elara santai sambil menarik kursi di depan mereka.

Siska langsung mendongak dengan mata berbinar "Elara! Tolongin dong! Ini soal nomor lima sampai sepuluh kok logikanya ngga masuk ya? Aku udah ngitung sampe jari kaki ikut bantu tetep aja hasilnya minus"

Elara melirik sekilas ke arah buku Siska "Ya iyalah minus. Itu variabelnya kamu campur sama perasaan sih. Nih pindahin ruasnya ke sini terus akar kuadratnya dipisahin. Gampang kan?"

"Gila, knapa di tangan kamu jadi kaya ngerjain satu tambah satu sih?" Raka melongo "El kasih tahu caranya dong ini nanggung banget!"

Elara melirik gelas jus jeruk milik Raka yang masih penuh "Boleh, tapi otak jenius aku ini sistemnya prepaid alias prabayar. Butuh bahan bakar cair buat sinkronisasi saraf, gimana? Deal?"

Raka langsung menggeser gelas jus jeruknya dengan cepat."Ambil! Minum sampe kembung juga ngga apa-apa asal ini soal beres sebelum Pak samson datang narik tugas!"

Elara menyeringai kecil. Dia langsung menyeruput jus jeruk itu sampai separuh gelas, rasa dingin dan manisnya langsung bikin sarafnya yang tadinya mode hemat daya jadi menyala kembali.

"Oke dengerin baik-baik ya" ucap Elara sambil mulai mencoret-coret buku mereka dengan lincah "Dunia ini emang ngga adil, tapi matematika itu adil, kalau kamu kasih input yang bener outputnya pasti bener. Ngga kaya mantan Raka dikasih kasih sayang malah dapetnya pengkhianatan"

"Woi knapa ngerjain soal sambil nyindir sih?!" protes Raka tapi tangannya tetap sibuk menyalin jawaban Elara.

"Itu namanya bonus edukasi moral" jawab Elara tenang "Udah kelar kan? Sekarang aku pergi dulu. Makasih ya atas subsidinya semoga amal ibadah kalian diterima di sisi Tuhan meskipun otak kalian masih butuh banyak asupan nutrisi logika"

Elara bangkit berdiri, merasa sedikit lebih berenergi setelah mendapat "upah" jus jeruk cuma-cuma.

"Huhh setidaknya perut aku ngga demo-demo amat sekarang" gumamnya sambil berjalan keluar kantin "Otak encer emang investasi terbaik bahkan di tengah kemiskinan yang mencekik ini"

___

Saat pulang sekolah Siska mengejar Elara di gerbang sekolah dengan kunci mobil yang berayun di tangannya "El bareng aku aja yuk, cuaca panas banget gini, nanti kamu malah mencair di jalan"

Elara melirik mobil mewah Siska lalu menggeleng pelan "Engga usah Sis,aku butuh menghirup polusi kota biar paru-paru ku tetap ingat kalau mereka tinggal di bumi, bukan di surga ber-AC kaya mobil kamu. Lagian gang kosan ku terlalu eksklusif buat mobil selebar itu"

Setelah mobil Siska menjauh Elara mulai menyusuri trotoar. Baru berjalan beberapa meter dia disuguhi pemandangan kurir paket yang terjebak di atas tiang telepon gara-gara dikepung tiga kucing oyen "Sabar ya bang. Kucing oyen emang ormas terkuat di sini. Coba kasih upeti berupa ikan asin siapa tau abang dilepasin" gumamnya santai.

Tak jauh dari sana Elara hampir kena jantung karena motor matic yang tiba-tiba berbelok tajam ke kanan padahal lampu sennya menyala ke kiri "Luar biasa, ibu itu lagi simulasi ngerjain malaikat maut pakai teknik tipuan arah" cibir Elara sambil mengelus dadanya yang rata.

Matanya kemudian menangkap seorang kakek yang tertawa terbahak-bahak sambil menatap layar HP. Saat Elara lewat ternyata si kakek lagi nonton video TikTok bocil bebek tadi pagi yang berjoget maksa "Dunia emang udah gila, sempit banget. Yang tua nontonin bebek, yang bebek ngerasa paling cantik. Kayanya cuma aku yang masih waras di sirkus ini" gerutunya sambil terus berjalan menuju pasar kaget yang mulai ramai.

Langkah kaki Elara terhenti tepat di depan warung sembako. Matanya menatap nanar pada deretan mie instan rasa kari ayam yang terpajang "Sisa saldo lima belas ribu... kalau beli mie dua sama telur satu, kayanya aku masih bisa napas sampai lusa" gumamnya penuh perhitungan.

Baru saja Elara melangkah untuk menyeberang jalan sebuah mobil besar melaju kencang. Bukannya mengangkut pasir atau semen mobil itu penuh dengan muatan sepeda listrik warna-warni yang estetik. Karena muatannya terlalu tinggi dan sopirnya kurang fokus mobil itu oleng tepat saat Elara berada di tengah aspal.

"Buset mobil isi sepeda listrik doang kok jalannya kaya dikejar pinjol!" pekik Elara kaget.

Suara rem berdecit memekakkan telinga,mobil itu memang berhenti tapi muatan sepeda listrik di atasnya justru meluncur jatuh akibat gravitasi yang tidak kenal kompromi. Elara yang malang tidak sempat menghindar. Hal terakhir yang dia lihat adalah sebuah sepeda listrik warna pink neon terbang tepat ke arah kepalanya.

"Gila... masa aku mati ketiban sepeda listrik sih? Ngga keren banget kalau masuk berita" batin Elara saat pandangannya mulai kabur.

"Minimal ketabrak mobil sport kek biar ada kesan mewahnya dikit. Tuhan ini benar-benar penutupan hidup yang ngga ada estetik-estetiknya... selamat tinggal mie kari ayam"

Kesadaran Elara pun hilang sepenuhnya diiringi dengan suara orang-orang yang berteriak panik dan bunyi bel sepeda listrik yang entah kenapa masih sempat berdering sekali Ting. 

_______________________________________________

Haii teman-teman jangan lupa tinggalin like sama komen yaaa biar aku tambah semangat update🌹

1
Pa Muhsid
linggis itu linggis
Diajeng rini: hai kakk jangan lupa tunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
aku
sumpahmu basi li 😌 krn yg kluar dr mulutmu cm bau jigong 🤣
Diajeng rini: hai kakkk jangan lupa baca kelanjutannya yaaa
total 1 replies
aku
beneran iq ndlosor kluarga siji ki. udh kyk gt loh pdhl sifate 😌 msh d blg kesayangan 🙄 😌
aku: kan yg nulis anda autooooorr 😭😭 napa jd ikut heran 🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
awokawok
Pa Muhsid
jangan sampai ada plot cinta segi tiga
Pa Muhsid
Xander tor chemistry nya dapat di Xander kalo kaelen dari awal seperti,,,, teman👯👯👯 asik aja gak ada feel nya
Diajeng rini: YAKANNNNNNN, tunggu aja kelanjutannya gimana, kira2 xander atau kaelen😍
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
Diajeng rini
makasiiii🫶🫶🫶🫶
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
Diajeng rini: ahahahah😭😭
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
McBos
pilih Kaisar Udin aja thor
Diajeng rini: haha udin
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
McBos
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
McBos
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
McBos
ingat komen ya kalau suka~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!