Warning!!!!!!
Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.
Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.
Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.
Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.
Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.
Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Entah kenapa hati Olivia merasa sangat sedih dan terluka. Ia menangis. Drew segera mendekat dan memeluk ibunya. "Jika adikmu masih hidup, dia akan seumuran Shena. Bagaimana nasibnya bisa sangat buruk. Dia gadis yang manis" ucap Olivia sambil terisak.
"Aku tidak akan memaafkan orang yang melakukan ini pada Shena, Bu. Dia harus menerima balasan yang setimpal" ucap Drew marah.
"Shena bilang akan sulit. Seseorang di balik ini semua sangat kuat" ucap Ello pada Drew.
"Maksudmu?" Tanya Drew kebingungan.
"Shena tidak menjelaskannya secara detail. Ia masih sangat ketakutan. Kita bisa meminta penjelasan setelah kondisinya benar-benar tenang" ucap Ello.
"Ka pulang saja, biar aku dan ibu yang menjaga Shena disini" suruh Drew pada Ello.
"Tidak bisa. Aku tidak tenang jika tidak bersama Shena". Ucap Ello.
"Sudah-sudah, jangan ribut disini. Nanti Shena terganggu". Ucap Olivia menengahi. "Drew, pergilah keluar beli selimut dan beberapa pakaian untuk kita. Ibu ingin menginap disini beberapa hari".
"Baik, Bu. Aku pergi dulu" jawab Drew. Drew lalu pergi keluar.
Olivia duduk di sofa. Hening beberapa saat di ruangan itu. Olivia membuka pembicaraan. "Apa Shena anak kandung Matthew?" Tanya Olivia pada Ello.
Ello menoleh ke belakang, ia menjawab. "Seharusnya begitu. Kenapa bibi bertanya?"
"Ah, tidak. Hanya ingin tahu saja" jawab Olivia sedikit berbohong
Pembicaraan terhenti sesaat. Olivia seperti sedang menimbang pertanyaan seperti apa yang harus ia tanyakan lagi. "Emm, dimana ibunya Shena?" Tanya Olivia lagi.
"Bibi Diana sudah meninggal ketika Shena berusia 10 tahun" jawab Ello.
"Benarkah? Kenapa dia bisa meninggal?" Tanya Olivia penasaran.
"Bibi Diana mengalami kecelakaan mobil" jawab Ello.
"Ohhh" sahut Olivia. Ia lalu meraih dompetnya dan mengeluarkan uang.
"Nak, bisakah bibi minta tolong belikan bibi makanan di bawah. Bibi belum makan sama sekali" pinta Olivia. Ello mengambil uang itu. "Baik bibi, tunggu sebentar". Ello beranjak keluar.
Melihat Ello sudah keluar, Olivia mengintip sejenak di pintu. Ia lalu berjalan perlahan mendekat ke shena. Mata Olivia menatap sedih pada Shena. "Jika kau adalah putriku, maka aku pasti akan membuat Matthew menyesal seumur hidupnya" ucapnya dalam hati. Ia mengeluarkan plastik kecil lalu mencabut beberapa helai rambut Shena. Ia bergegas memasukkan rambut itu ke dalam tasnya.
.
.
.
Paginya, Shena terbangun. Drew yang sejak malam tidak tidur nyenyak langsung bereaksi ketika Shena bangun. "Shena, kau sudah bangun" ucapnya lembut. Ia berjalan mendekati Shena. "Apa ada yang terasa sakit?" Tanya Drew khawatir.
Shena menggeleng pelan. "Drew" ucapnya pelan.
"Ya, ini aku" ucap Drew. Ia menggenggam tangan Shena. "Maafkan aku, aku tidak bisa menjagamu dengan baik padahal aku sudah janji padamu. Harusnya aku mencari mu ketika kau tidak ada kabar seperti ini" ucap Drew. Ia terisak dan menangis.
Tangan Shena bergerak perlahan untuk menghapus air mata Drew. Ia menggeleng pelan. "Ini bukan salahmu. Jangan seperti ini, kau membuatku sedih" ucap Shena.
"semua akan baik-baik saja setelah ini. Aku tidak akan membiarkan kau terluka lagi" ucap Drew sungguh-sungguh.
"Terimakasih, Drew. Kau selalu sangat baik padaku" ucap Shena terharu atas apa yang Drew katakan padanya. Di dunia ini meskipun orang tuanya tidak menginginkan Shena, Shena tetap merasa bersyukur bisa dikelilingi orang baik seperti Drew dan Ello.
"Nak, apa yang terjadi sebenarnya" tanya Olivia pelan. Ia cukup berhati-hati dalam bertanya, ia takut Shena mengalami trauma dan membuatnya takut.
Shena tidak tahu harus menceritakan semuanya atau tidak. Ia bukan ingin melindungi Arsen dan nama baiknya namun ia takut jika semua orang tahu bahwa anak yang ia lahirkan adalah anak Arsen maka mereka akan dalam bahaya pula. Cukuplah Shena yang harus terluka, anak-anaknya harus baik-baik saja. Ibunya Arsen bukan orang sembarangan. Shena tahu banyak dari berita yang ia dengar di sekolah kalau keluarga Lergan bukan sembarang orang yang bisa di sentuh. Bahkan polisi saja tidak berani menyentuh keluarga Lergan. Tidak ada gunanya Shena bercerita yang ada hanya akan menambah masalah. Ia tahu jika ia tidak mampu melawan keluarga Lergan. Maka dari itu ia tidak akan melawan, Shena hanya ingin bersembunyi dan hidup dengan tenang. Ia menggeleng pada akhirnya.
"Seperti apa berita yang beredar?" Tanya Shena.
Olivia menjawab dengan sedikit ragu. "Ayahmu menyekap ku selama 9 bulan. Apa itu benar?" Tanya Olivia.
"Ya" jawab Shena singkat.
"Siapa ayah dari anakmu?" Tanya Olivia ragu-ragu. Entah kenapa hatinya takut mendengar jawaban Shena. "Bukan Matthew. Dia sudah mati" jawab Shena penuh dengan dendam dan kebencian di matanya.
Olivia paham kalau Shena tidak mau menyebutkan siapa ayah dari anak yang di lahirkan nya. Olivia tidak melanjutkan pertanyaan lagi. "Nak, kau tenang saja. Bibi dan Drew akan membantumu, Hem. Bibi akan membantumu mendapatkan pekerjaan, tempat tinggal dan membantu mengurus anakmu nantinya" ucap Olivia tulus.
"Bibi bisakah aku minta tolong?" Tanya Shena.
"Tentu saja nak, katakan". Jawab Olivia.
"Orang yang ada di belakang Matthew adalah nyonya Cassandra Lergan. Bibi, bisakah bantu aku melarikan diri darinya? Nyonya Cassandra pasti akan melakukan apapun untuk menghilangkan ku lagi. Ku mohon" pinta Shena. Air matanya jatuh. Ia benar-benar sangat ketakutan.
Hati Olivia terasa di remas melihat gadis manis didepannya meminta dengan menyedihkan seperti ini. Ia langsung memeluk Shena. "Kau tenang saja, bibi akan membantumu pergi sejauh mungkin dari nyonya Cassandra. Kau dan bayimu akan baik-baik saja" ucap Cassandra. Tanpa ia sadari, air matanya jatuh juga.
"Terimakasih, bibi. Aku pasti akan membalas kebaikanmu" ucap Shena.
Hari itu, polisi datang meminta keterangan. Shena menjelaskan tanpa menyebut nama Cassandra. Ia tahu akan sia-sia jadi ia tidak mencoba.
.
.
.
Tiba di hari persidangan. Shena tidak datang karena enggan melihat wajah Matthew. Hanya Ello, Olivia dan keluarga Ello yang datang. Ketika Matthew memasuki ruang persidangan, wajahnya langsung terkejut melihat ada Olivia yang datang ke persidangan. Mata Matthew tak pernah lari menatap Olivia terkejut. Begitu juga Olivia yang tak mengalihkan pandangannya sampai Matthew duduk di kursinya.
Sidang kasus ini tidak begitu lama. Sesuai dugaan Shena, Matthew di bebaskan dari tuduhan karena tidak adanya bukti yang mengarahkan bahwa Matthew yang menyekap Shena.
*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏