Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1 - Bos Gila
Seorang wanita berjalan tergesa-gesa sambil memangku setumpuk dokumen di tangannya, dia masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan.
Riana Calista, sekertaris serba bisa, jadi Asisten bisa, sopir bisa, bahkan jadi kurir antar paket pun dia bisa. Tergantung bosnya meminta dia melakukan apa, jadi Sekertaris Zayn Abimanyu Mahardika, Riana di tuntut harus pandai dalam segala hal, tanpa terkecuali.
“Sepuluh menit, saya ingin semua berkas sampai di meja saya!” ucapan itu seakan berputar di atas kepalanya, bos gilanya selalu memberi perintah tanpa melihat situasi, entah dia sedang sibuk atau tidak perintahnya mutlak dan wajib di turuti kala itu pula.
Dua bulan menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu membuat bobot tubuh Riana berkurang banyak, si bos gila kerja ini selalu lembur tiap hari dan sialnya dia selalu meminta Riana ikut lembur bersamanya. Memang sih bayarannya lumayan tapi kerjanya juga gak main-main, salah sedikit gaji auto hilang separuh.
“Ini dokumen yang anda minta Pak,” Riana menaruh tumpukan dokumen itu di meja Zayn yang tak dilirik sama sekali olehnya dia nampak sibuk menatap layar komputernya.
Merasa ada peluang Riana hendak undur diri namun ucapan Zayn membuat langkahnya urung, “Riana kamu pelajari setiap dokumennya dan laporkan pada saya, saya gak ada waktu kalau harus baca satu persatu,” ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya.
‘Hais, gue lagi yang harus ngerjain,’ protes Riana dalam hati, namun dia tetap mengerjakannya karena tak punya pilihan lain.
Dua bulan lalu, Sekertaris Zayn resign karena tak kuat menanggung beban pekerjaannya, terlebih lagi Zayn punya sifat yang tegas dan disiplin. Saat itu Istri sang sekertaris tiba-tiba melahirkan, dia ditelpon dan diminta datang saat rapat penting sedang berlangsung, tanpa pikir panjang dia pun pergi meninggalkan Zayn sendiri untuk menangani rapatnya. Dan keesokan harinya dia di marahi habis-habisan sampai gajinya pun di potong, karena itu dia pun akhirnya memilih untuk mengundurkan diri.
Setelah itu tak ada yang mau menjadi Sekertaris Zayn dan kemudian Riana lah yang di tunjuk secara langsung karena kepiawaiannya dalam bekerja, dia menjadi karyawan terbaik dalam dua tahun terakhir yang membuatnya terpilih langsung untuk menjadi Sekertarisnya.
Namun bagi Riana itu adalah nasib sial, karena harus bekerja sebagai bawahan bos gilanya secara langsung.
Riana menggeliat pelan, tak terasa hari mulai gelap, semua karyawan lain sudah pulang hanya tinggal dirinya dan Bos gilanya.
Riana menghela nafas berat sambil melihat pantulan wajahnya yang nampak sayu dari kaca jendela, kelap-kelip lampu kota tak membuatnya nampak Indah dimata Riana yang lelah, saat ini yang dia rindukan hanya ranjang dan kasur empuknya di rumah.
Setelah mempelajari semua dokumen, dia pun kembali ke ruangan Zayn untuk memberikan laporannya.
Dia mengetuk pintu dua kali sebelum masuk.
Ceklek... Pintu pun terbuka, Riana membeku seketika, saat melihat tampilan Bosnya saat ini. Zayn tengah duduk sambil bertumpang kaki, kancing kemeja putihnya ia biarkan terbuka, menampilkan dada dan otot perutnya yang seperti roti sobek. Sementara dasinya ia biarkan menggantung begitu saja di leher.
‘Haha gue pasti udah gila, itu hanya fatamorgana Riana, semua itu gak nyata,’ Riana menarik napas dalam kemudian melangkah masuk.
“Pak saya sudah membuat ringkasan dari tiap dokumen yang Bapak suruh saya pelajari, silakan Bapak lihat,” ucap Riana berusaha tak peduli dengan penglihatannya yang aneh tentang Zayn dia pun menaruh berkas itu di hadapan Zayn.
Dia bersiul pelan, kemudian bangkit berjalan mengitari meja, sambil menilai penampilan Riana dari ujung kepala sampai ujung kaki “kamu Riana kan? Kamu lumayan cantik, apa si Gila Zayn tidak pernah menyukaimu?”
Pertanyaan yang keluar dari mulut Zayn sendiri membuat Riana melongok, ‘apa maksudnya ini, apa si Bos lagi mabok, tapi gue gak nyium bau alkohol dari mulutnya?’
Riana hanya tersenyum sebagai tanggapan, tak ingin salah langkah dalam menghadapi orang seperti Zayn.
“Ah, aku benar-benar gak cocok pake baju begini,” Ucapnya sambil menilai penampilannya sendiri dari pantulan kaca jendela.
“Tapi perut ini, aku menyukainya. Mis Riana, apa kau juga suka?” dia meminta pendapat Riana soal tubuhnya.
“Ahaha, i-iya saya suka,” Riana mengerutkan kening, ‘eh, kenapa gue malah bilang suka, si Bos bakalan salah faham gak ya?’
“Hem, si Zayn ini emang ngerawat tubuhnya dengan baik, tapi selera pakaiannya benar-benar tidak sesuai dengan selera ku,” gumamnya masih mode menilai diri sendiri.
‘Tunggu, ko gue ngerasa dia aneh ya, sejak tadi dia terus mengomentari dirinya bahkan dia juga menyebut namanya sendiri kaya gitu, gue yang gila atau si Bos ini yang udah gila?’ Riana menggaruk kepalanya tak gatal.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄