Chapter 5

"Zelo, kapan kamu datang?" Tanya Harleya yang melihat Arzelo turun dari lantai atas. "Kalian mau ke mana?" Tanya nya lagi saat melihat Arzelo menyeret koper milik Arzela.

"Aku mau bawa Arzela tinggal di rumah opa," jawab Arzelo dengan datar.

Setelah kepergian opa Zerga beberapa tahun silam, rumah megah milik keluarga Hazelle itu hanya ditempati sepasang suami istri yaitu asisten rumah tangga dan juga satpam penjaga rumah. Mereka dipercaya untuk merawat rumah mewah itu.

Tadinya Arzela akan tinggal di sana setelah kakek dan neneknya meninggal, hanya saja Elang dan Harleya tidak mengijinkannya dengan alasan lebih aman tinggal bersama mereka.

Namun sekarang, ada Arzelo yang akan melindungi adiknya, karena Arzelo tidak mungkin lagi mempercayakan adiknya pada Nadeo. Terlebih lagi sepupu angkatnya itu kini sudah memiliki istri dan juga status yang berbeda.

"Kenapa?"

"Aunty beneran tanya kenapa?" Kesal Arzelo pada Aunty nya. Arzelo tidak sadar sudah meninggikan intonasinya pada Aunty nya itu. Harleya tidak pernah berubah, ia tidak pernah memikirkan perasaan orang lain. Ia selalu egois hanya memikirkan perasaan dirinya saja, benak Arzelo.

"Arzelo, jaga bicaramu!" Harleya menatap tajam keponakannya itu, karena sudah berani meninggikan suaranya di depannya. "Apa begini cara Hazelle mendidikmu? Tidak sopan!"

Arzelo mengepalkan erat tangannya. Arzelo tahu, ia salah, rasa kesal membuatnya tersulut emosi. Tapi ia tidak terima saat Harleya membawa-bawa nama Mommy-nya bahkan mempertanyakan cara mommy-nya mendidiknya. Ini sama saja aunty nya itu menjelekkan mommy-nya di depan wajahnya.

"Jangan membawa-bawa Mommy-ku, Aunty. Sebelum Aunty mempertanyakan didikan Mommy-ku, harusnya Aunty ngaca dulu, Aunty udah bener gak didik Gentala?" Kali ini ucapan Arzelo terdengar lembut, namun penuh penekanan.

Harleya mengepalkan erat tangannya, matanya mendelik tajam, ia tidak menyukai ucapan Arzelo yang terdengar sangat kurang ajar.

"Diam Kamu Arzelo! Dasar ANAK HARAM!"

"CUKUP HARLEYA!"

Kali ini lengkingan suara Elang terdengar cukup memekakkan telinga. Pria itu baru kembali dari kantor polisi setelah menanyakan kelanjutan pencarian putranya yang pergi dari rumah.

Namun, begitu sampai di rumah ia harus melihat perdebatan istrinya dengan Arzelo.

"Kamu bentak aku, Mas?" Harleya menggelengkan kepalanya tak percaya. Selama pernikahannya yang hampir 21 tahun, Elang tidak pernah membentak atau pun meninggikan suara padanya. Tapi kali ini, suaminya itu berani membentak nya hanya untuk membela Arzelo yang kurang ajar.

"Karena Kamu sudah keterlaluan, Leya!" Elang nyaris frustasi menghadapi istrinya.

Entah kenapa semenjak Daddy Malik dan Mommy Zaskia meninggal, sikap Harleya mulai berubah. Sifat egoisnya kembali lagi bahkan lebih buruk dari sebelumnya.

"Keterlaluan di mananya, Mas? Apa yang aku katakan memang bener kok, anak yang terlahir di luar pernikahan, itu namanya anak haram, kan?"

Mulut Harleya semakin menjadi, bak api yang disiram bensin, panasnya semakin berkobar dan membara.

Arzela yang berada di belakang Arzelo mengeratkan genggamannya pada Abangnya. Gadis cantik itu amat terpukul dengan ucapan Harleya yang terdengar sangat tidak pantas diucapkan itu. Arzela ingin marah namun Arzelo menggelengkan kepalanya. Dalam diamnya Abangnya itu seolah berkata 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘵𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢.

"AKU BILANG CUKUP!" Kesabaran Elang mulai habis, Elang mengangkat satu tangannya mengarah pada Harleya.

Harleya dengan reflek memejamkan matanya, namun sampai beberapa detik ia tidak merasakan apa pun. Perlahan Harleya membuka matanya, dan ternyata Arzelo menahan tangan suaminya yang hendak menampar nya.

"Cukup, Om. Jangan menggunakan kekerasan, apalagi pada istri Om sendiri."

Elang mengusap wajahnya dengan kasar, namun tidak membuat emosinya mereda. Apalagi melihat Harleya yang sama sekali tidak merasa bersalah pada Arzelo.

"Kamu mau nampar aku, Mas? Tega Kamu!" Mata Harleya mulai berembun, ia tidak menyangka suaminya bisa berbuat sejauh ini. Padahal Elang pria yang lembut, tidak sedikitpun terbesit dalam benaknya suaminya itu mampu melakukan hal sejahat itu. Harleya tidak bisa membayangkan akan sehancur apa dirinya jika tangan itu benar-benar mendarat di pipinya.

"Kamu memang pantas ditampar," ucap Elang. Matanya menatap nyalang pada Harleya yang mulai menitikkan air matanya. "Kamu tidak pernah memikirkan perasaan orang lain."

Elang menghela napasnya lalu perlahan menghembuskannya. Elang sebenarnya tidak tega melihat istrinya yang mulai terisak. Namun Sudah cukup selama ini ia diam melihat kelakuan istrinya yang semakin diluar nalar.

"Aku diam bukan berarti aku tidak tahu apa yang sudah Kamu lakukan di belakangku, Harleya. Pantas saja Gentala kabur, karena ia tidak tahan dengan sikap otoriter-mu."

...----------------...

"Tapi---"

"Papa jamin Kamu tidak akan menyesal menerima tawaran ini."

Nadeo terlihat berpikir, ia tidak ingin salah mengambil keputusan. Satu kesalahan saja akan berdampak pada hidupnya. Dan apa yang Dewa tawarkan ini tidaklah main-main, terlalu besar resikonya.

Dewa, papa kandung Nadeo, ingin mewariskan semua yang ia punya pada Nadeo, putra semata wayangnya. Perusahaan, rumah dan aset-aset berharga lainnya termasuk jabatannya sebagai pemimpin di dunia bawah tanah.

Dewa Bramasta adalah ketua mafia klan pegasus yang sangat terkenal. Namun di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia membutuhkan penerus untuk menggantikan posisinya.

Ia ingin putra kandungnya yang menggantikannya, karena sejauh ini Dewa sudah melihat kemampuan yang dimiliki putra semata wayangnya itu.

Namun sampai saat ini Nadeo masih belum yakin akan menerima tawaran itu. Apalagi menjadi pemimpin mafia bukanlah hal yang Nadeo cita-citakan.

"Kenapa Anda-- maksudku Papa yakin aku tidak akan menyesal menerima tawaran ini?" Tanya Nadeo. Ia seperti menemukan sebuah teka-teki di balik ucapan Papa-nya itu.

"Bukankah Kamu menginginkan putri Kaivan? Maka Kamu akan mendapatkannya."

"Dari mana Papa tahu?" Tanya Nadeo penuh selidik. Ia belum menceritakan apa pun pada Papa yang baru ia temui itu, tapi Dewa justru sudah lebih dulu mengetahuinya.

"Come on, Son! Papa mu ini pemimpin klan pegasus, hanya dengan menjentikkan jari saja apa pun bisa papa ketahui, termasuk isi hatimu pun papa tahu."

Nadeo terlihat meragukan ucapan Papa-nya. Dan Dewa bisa melihat itu dengan jelas.

"Papa juga tahu Kamu sedang mencurigai istrimu yang baru saja Kamu nikahi itu, kan?"

Deg

Nadeo melebarkan bola matanya, nyaris saja mata itu keluar dari tempatnya.

"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘗𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶? 𝘈𝘱𝘢 𝘗𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘪?"

Nadeo merasa ada yang janggal dengan pernikahan ini. Tiba-tiba Gentala pergi, dan sikap Sabrina yang menurutnya terlalu tenang untuk seseorang yang dipaksa menikah, Nadeo merasa ada sesuatu yang janggal di balik semua itu.

"Kamu akan mengetahui semuanya setelah Kamu menyetujui permintaan papa."

"𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢?"

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

Terpopuler

Comments

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

ya ampun harleya mulutmu tajam bgt ya pdhal itu ponakanmu anak kaivan kk kandungmu, tinggal aj elang biar si leya tau rasa, kapokmu kapan sih leya dari dulu ga pernah berubah

2025-08-06

3

Sri Siyamsih

Sri Siyamsih

harleya dgn sikapmu yg spt itu maka suatu hr kau akan kehilangan org" sekitarmu yg menyayangimu. Nadeo terima saja, ayo gercep jgn smp terlmbt😁

2025-08-06

1

azalea_lea

azalea_lea

bener2 pengen aku jambak terus ku uwel uwel itu harleya aahhh jadi nyesel deh sempat jadi timnya LeLang kalau tau leya nya kyk gini 😭😭😭😭

2025-08-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!