Chapter 4

"Kasihan Kamu, Dek." Arzelo menatap adiknya yang tengah terlelap di sofa. Matanya terlihat bengkak dan hidungnya memerah. Adik kesayangannya itu pasti menangis cukup lama, pikir Arzelo.

Sudah hampir satu jam sejak kedatangannya, Arzelo tidak bergeser sedikitpun dari samping adiknya. Satu tangan Arzelo menggenggam tangan Arzela, sementara tangan yang satunya membelai surai indah nya.

"Kak Deo ... aku harus apa tanpa Kakak?"

Bibirnya bergumam namun matanya tetap terpejam. Air menetes dari sudut matanya, Arzela benar-benar rapuh. Arzelo mengusap air mata di pipi adiknya. Ia ikut merasakan sesak yang dirasakan adiknya.

"Mmmhhhhh ... "

Arzelo buru-buru menyeka air matanya sendiri saat merasakan pergerakan Arzela. Tak lama kemudian mata indah itu perlahan terbuka.

"Abang...?" Arzela mengerjapkan matanya berulang-ulang memastikan apa yang dilihatnya bukanlah halusinasi. Mata indah itu kembali mengembun saat merasakan usapan tangan Arzelo di pipi mulusnya. "Ini beneran Abang?" Tanya nya lagi memastikan. Suara seraknya yang bergetar terdengar sangat memilukan di telinga Arzelo.

"Memangnya Adek pikir siapa?" Mata pria tampan itu memicing penuh selidik.

"Adek pikir hantu," celetuk Arzela tanpa rasa bersalah.

Pletak

Arzelo menyentil pelan kening adiknya sambil terkekeh.

"Mana ada hantu setampan Abang," ucap Arzelo sambil menaik turunkan alisnya.

Arzela tersenyum tipis, rasa sakitnya sedikit teralihkan karena kehadiran Arzelo di sampingnya. Arzelo selalu punya cara untuk menghibur Arzela. Dan hanya pada adiknya saja Arzelo akan bersikap seperti itu. Hangat dan penuh kelembutan.

"Abang tahu rasanya pasti sangat sakit. Tapi Abang yakin, Adek bisa melewati ini." Arzelo mengusap kepala adiknya yang tengah bersandar di dadanya.

Arzela menghembuskan napasnya berat, ia menundukkan pandangannya saat rasa sesak itu kembali menyapa. "𝘑𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪? 𝘒𝘢𝘬 𝘋𝘦𝘰 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩."

Arzelo mendekap tubuh ringkih Arzela yang tiba-tiba bergetar. Gadis cantik itu kembali terisak dalam pelukan Arzelo.

Arzelo membiarkan adik kesayangannya itu menangis sepuasnya, karena ia tahu yang dibutuhkan Arzela saat ini hanyalah sandaran.

Setelah dirasa tangisan adiknya itu mereda, Arzelo mulai mengendurkan pelukannya. Arzelo menatap wajah sembab adiknya yang tidak sedikit pun mengurangi kecantikannya. Ia mengusap sisa air mata yang menggenang di sudut mata adik kesayangannya itu.

"Ikut Abang pulang, ya?"

Tidak ada sedikitpun paksaan dalam kalimat yang dilontarkan Arzelo, pria itu berkata penuh dengan kelembutan. Arzelo ingin Arzela pulang bersamanya, ia tidak ingin adiknya semakin terluka jika tetap tinggal di sini.

Namun Arzela menggelengkan kepalanya. Bukan karena ia tidak ingin pulang, tapi karena ada satu hal yang membuatnya harus tetap tinggal.

"Adek nggak bisa, Bang."

Arzela menatap Abangnya penuh penyesalan. Ia tidak bermaksud untuk membuat Abangnya kecewa dengan penolakannya.

"Kenapa?" Tanya Arzelo dengan lembut.

"Adek sudah terlanjur menandatangani kontrak magang, Bang. Tapi hanya enam bulan ke depan. Setelah selesai, adek janji akan pulang."

Sudah sekitar satu bulan ini Arzela magang di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Perusahaan yang tak kalah besarnya dari perusahaan milik keluarganya.

Pertanyaan, kenapa Arzela tidak magang di perusahaan keluarganya?

Arzela adalah gadis yang suka tantangan. Walaupun ia terlahir dari keluarga kaya raya, tapi Arzela tidak ingin selalu mudah mendapatkan apa pun keinginannya. Arzela lebih suka berusaha karena menurutnya hasil kerja keras sendiri lebih terasa nikmatnya. Padahal jika ingin, ia cukup minta saja tidak perlu susah-susah untuk bekerja keras.

"6 bulan?" Tanya Arzelo memastikan.

"Hmmm ... hanya 6 bulan."

Di dalam kesepakatan kontrak itu tertera dengan jelas, jika salah satu pihak memutuskan kontrak sepihak, maka akan dikenakan penalti berupa denda sebesar tiga kali lipat dari gaji yang disepakati.

Arzela bisa saja membayar penalti dengan mudah, nominal segitu tidak ada masalah untuknya. Namun, ini bukan tentang uang, tapi tentang profesionalitas dan komitmen yang sejak awal sudah disepakati.

Kaivan selalu mengajarkan anak-anaknya untuk selalu memegang teguh prinsip dan janji. Apalagi sebagai pengusaha dituntut untuk lebih dulu memegang ucapannya sebelum yang lainnya. Jika ucapannya saja tidak bisa dipercaya, bagaimana orang akan mempercayai hal yang lainnya? Itu hanyalah bagian terkecilnya saja namun menjadi permasalahan yang besar jika tidak dijalankan dengan baik.

Arzelo menelpon Daddynya, ia menceritakan jika adiknya tidak bisa pulang dengan alasan seperti yang Arzela sampaikan. Setelah berdiskusi cukup alot Kaivan akhirnya memberikan ijin namun dengan syarat Arzelo harus tinggal bersama sang adik.

Kaivan ataupun Arzelo sama-sama tidak memberitahu kondisi Hazelle saat ini pada Arzela. Mereka tidak ingin membuat Arzela semakin bersedih. Dan Hazelle juga tidak ingin putri kesayangannya khawatir jika tau keadaan dirinya saat ini.

"Baiklah, seperti syarat dari Daddy, abang Kamu yang ganteng ini, akan tinggal sama Kamu selama 6 bulan ke depan."

Arzela mencebikkan bibirnya, gadis cantik itu hanya bisa pasrah. Membantah pun akan percuma saja karena itu sudah keputusan dari Daddynya.

"𝘈𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘪 𝘯𝘢𝘳𝘴𝘪𝘴 𝘪𝘯𝘪?" 𝘉𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢 𝘈𝘳𝘻𝘦𝘭𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘦𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘣𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢𝘯.

...----------------...

Sabrina menggeliat dari tidurnya, ia duduk bersandar di ranjang mengumpulkan kepingan-kepingan kesadarannya. Wanita itu mengernyitkan keningnya saat tidak mendapati suaminya di sofa.

"Ke mana dia pagi-pagi begini?" Gumamnya.

Sabrina menghembuskan napasnya kasar, mengingat percakapannya semalam dengan Nadeo. Pria yang berstatus sebagai suaminya itu terang-terangan menolak untuk menyentuhnya.

Malam yang harusnya menjadi malam yang istimewa untuk pasangan pengantin baru, namun tidak untuk Nadeo dan Sabrina, tidak ada yang spesial untuk keduanya. Bahkan di malam pertamanya sebagai suami istri, keduanya harus tidur terpisah.

"Kamu sudah berada dalam genggamanku, Kak. Aku tinggal memikirkan cara supaya Kamu mau menyentuhku."

...----------------...

Sementara itu pagi-pagi sekali Nadeo sudah berada di sebuah rumah mewah. Sudah hampir setengah jam pria itu duduk di ruang tamu menantikan seseorang yang menjanjikan sesuatu padanya.

"Maaf sudah menunggu lama, silahkan duduk!"

Seorang pria seumuran Kaivan, namun masih terlihat gagah di usianya yang sudah tidak muda lagi.

"Apa Anda benar-benar ayah kandungku?"

Setelah hening cukup lama Nadeo akhirnya menanyakan sesuatu yang sejak tadi membuatnya penasaran.

Sementara itu pria yang kini duduk di hadapannya, hanya terkekeh menatap pria muda yang persis seperti dirinya sewaktu muda dulu.

"Bacalah!"

Nadeo mengernyitkan keningnya menatap selembar kertas yang pria itu berikan. Namun tanpa banyak protes Nadeo tetap menuruti ucapan pria itu. Nadeo melebarkan bola matanya saat membaca isi kertas itu yang ternyata merupakan hasil tes DNA.

𝘏𝘢𝘴𝘪𝘭 𝘵𝘦𝘴 𝘋𝘕𝘈 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘫𝘶𝘬𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘋𝘕𝘈 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘋𝘦𝘸𝘢 𝘉𝘳𝘢𝘮𝘢𝘴𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘬𝘦𝘤𝘰𝘤𝘰𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘋𝘕𝘈 𝘕𝘢𝘥𝘦𝘰 𝘎𝘪𝘣𝘳𝘢𝘯 𝘌𝘳𝘭𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘤𝘰𝘤𝘰𝘬𝘢𝘯 99,99% 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘋𝘦𝘸𝘢 𝘉𝘳𝘢𝘮𝘢𝘴𝘵𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘰𝘭𝘰𝘨𝘪𝘴 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘕𝘢𝘥𝘦𝘰 𝘎𝘪𝘣𝘳𝘢𝘯 𝘌𝘳𝘭𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢.

"Bagaimana? Apa Kamu menerima tawaran ku?"

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

Terpopuler

Comments

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

ko aku jd curiga sm sisabrina ya jgn" gantara bkn pergi tp di culik sm suruhan sabrina biar pernikahan gagal

ohhh berarti tuan dewa ayah biologis nadeo ya

2025-08-04

1

Dhika Chawla

Dhika Chawla

keknya gentala ini di sekap SM si sabusabu dah...Krn gentala tau rencana.ni cewe cangcorang. jgn sampe nadeo tidur SM cangcorang deh kk plizzz..

2025-08-05

1

Sri Siyamsih

Sri Siyamsih

pernikahan Nadeo kyknya skenario sabrina sm keluarganya. Nadeo anak sultan ni sptnya. mudah"an Nadeo segera tau tentang tujuan sabrina menikahinya

2025-08-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!