Sahara 5

"Hallo Lady Sahara... Ternyata tak salah orang-orang memberi kamu julukan Lady. Karena kamu memanglah sangat cantik. Apa kau tidak mau menjadi Lady Ricard saja? Apapun yang kamu mau akan aku berikan tanpa harus berusaha payah bertarung di sasana tinju ataupun di lintasan balapan seperti ini. tinggal bilang padaku apa yang kamu inginkan akan aku berikan. Dan kamu cukup menurut dengan semua yang aku mau. Simple dan saling menguntungkan bukan? Apalagi sekarang, aku yakin kau tak akan menang melawanku!"ujar Ricard datang menghampiri ke arah Sahara dan yang lainnya.

"Mulutmu bu-suk sekali Baji-ngan! Apa kau bisa berbicara lebih sopan lagi?"kesal Lucky. Tapi Ricard seolah tak peduli dan malah tersenyum remeh ke arah Lucky.

"Kita liat saja nanti bung... Dan perlu aku katakan aku tak butuh semua kemewahan dan harta milikmu dengan cara seperti itu! Aku masih bisa bertahan hidup dengan caraku sendiri! apalagi harus bersama dan menjadi bu-dak pria bajingan sepertimu!"jawab Sahara penuh penekanan.

Dia mengambil helm miliknya dan memakainya. Dia juga memakai pengaman di kaki dan di tangannya. Bersiap untuk melakukan balapan yang sebentar lagi akan di mulai.

"Sombong sekali kau Sahara... Lihat saja jika nanti kau kalah, maka kau harus bertekuk lutut padaku... Dan aku tak akan melepaskan kamu begitu saja!"jawab Ricard yang marah karena merasa di tolak dan di rendahkan oleh Sahara.

Selama ini tak ada yang berani menolak seorang Ricard. seorang anak dari pengusaha kaya raya sekaligus juga ayahnya masuk di bidang politik. Membuat Ricard semakin besar kepala dan bertindak semaunya karena selalu ada ayah yang akan selalu membela dan mbakinginya.

"Jangan mimpi..." Jawab Sahara.

Kemudian dia menaiki motor milik Kenzo dan menuju ke garis start sambil menggeber motornya. Mood Sahara sedang bagus apalagi dia sekarang sedang emosi kepada ayahnya. Dan dia akan mengekspresikan kekesalannya dengan memacu motor di lintasan balap.

"Wanita yang menarik... Membuatku penasaran... Kau akan menjadi milikku Sahara!"ucap Ricard tersenyum melihat ke arah Sahara yang susah menjauh darinya.

"Jangan macam-macam dengan dia Ricard... Dia bukan wanita sembarangan... Dia tak sama dengan wanita yang selama ini selalu kau buat mainan!"ucap Kenzo.

Tapi Ricard tak peduli dan malah mengacungkan jari tengahnya kepada Kenzo. Setelahnya dia pergi menaiki motornya dan bersiap di samping motor yang di kendarai Sahara. Mereka akan segera melakukan pertandingan. Tatapan keduanya fokus melihat ke arah lintasan balap di depannya. Keduanya berharap bisa berhasil dan menjadi juara dengan tujuan yang berbeda-beda.

"Brum"

"Brum"

"Siap... Mulai..."

Keduanya memacu kendaraan masing-masing dengan kecepatan tinggi. Ricard berada di depan Sahara. Mereka melakukan balapan dua putaran. Sahara terus mengejar Ricard dari belakang. Lap pertama Ricard berhasil memimpin membuat dia mulai besar kepala dan merasa sudah menang dari Sahara. Senyum lebar sudah tersungging di bibir Ricard karena dia mengira sudah menang dari Sahara.

Ricard sudah membayangkan akan membuat Sahara yang dikenal dingin dan anti di sentuh pria, akan bertekuk lutut di hadapannya. Dan semua orang akan memujinya sebagai sang penakluk. Dia sudah merasa sangat bahagia lebih dulu dengan khayalan konyolnya.

Sehingga hal itu membuatnya sedikit lengah. Sahara melihat itu dan dia memacu kendaraannya lebih kencang lagi sehingga bisa menyusul Ricard. Ricard yang tersadar dari lamunannya segera menyusul Sahara. Namun sayang dia tertinggal cukup jauh. Sehingga Sahara pada akhirnya menang darinya. Dia tertinggal hanya lima detik dari Sahara, cukup tipis memang. Sehingga dengan penuh emosi Ricard memukul motornya.

"Sial*n..."emosi Ricard memukul-mukul motor dan menendangnya.

Dia kali ini menahan malu karena harus kalah dari seorang perempuan. Belum lagi dia harus kehilangan salah satu motor kesayangannya dan uang Lima puluh juga.Sedangkan di kubu Sahara, mereka sedang merayakan kemenangan Lady Sahara mereka yang berhasil menang banyak kali ini.

"Lady Sahara memang tidak ada duanya..."ucap Lucky

"Liat tuh si Ricard kayak orang ketempelan hantu lintasan... ngamuk-ngamuk," Rico menunjuk ke arah Ricard yang sedang mengamuk tak jelas bahkan teman-temannya juga menjadi sasaran. Tak sedikit dari anak buahnya yang mendapatkan Bogeman mentah dari Ricard. Mereka melihatnya hal itu hanya terkekeh.

"Sudah... Ayo kita ambil hadiahnya... Jangan sampai dia kabur sebelum memberikan taruhannya!"ajak Kenzo turun dari duduknya.

Dia berjalan di barisan depan untuk mengambil hadiah mereka ke podium. Semua anggota Black Eagle bersorak gembira karena kali ini mereka kembali menang dengan hadiah yang fantastis. Motor sport dan juga uang lima puluh juta. Siapa lagi kali ini yang berhasil memberikan mereka hadiah kalau bukan Lady Sahara.

"Ini kunci motormu... Cobalah..."Kenzo memberikan kunci motor kepada Sahara. Dengan binar bahagia Sahara mengambilnya. Akhirnya dia punya motor sendiri dan tak akan selalu meminjam kepada Garry ataupun Lucky.

"Wah keren Ra..."ucap Lucky mengacungkan kedua jempolnya saat Sahara menggeber motor sport berwarna merah yang resmi menjadi miliknya kali ini.

"Ini uangnya..."Kenzo memberikan amplop coklat kepada Sahara.

Sahara mengambil tiga gepok dan dua gepok dia masukan kembali ke dalam amplop. Tanpa menghitungnya lagi.

"Ini untuk tambahan biaya kelompok kita dan untuk makan-makan kalian sekarang Bang... Maaf aku gak bisa ikut nongkrong bareng kalian. Soalnya harus balik ke rumah, kasihan Mama di rumah pasti udah nungguin,"ucap Sahara.

Dia memasukkan uang yang tadi dia ambil kedalam tas slempang miliknya. Uang yang akan dia gunakan untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

"Ambil saja semua. Untuk pengobatan ibu Lo..."jawab Kenzo mengembalikan amplop coklat itu kepada Sahara.

"Ini udah lebih dari cukup bang. Malahan aku udah dapet motor keren gini bang. Mimpi apa aku semalam..." Kekeh Sahara.

"Ambil dan gak usah banyak tingkah. anak-anak, biar aku yang traktir!"ujar Kenzo memberikan kembali uang yang tadi di berikan Sahara.

"Makasih bang. Aku pamit dulu ya Bang..."Sahara menepuk bahu Kenzo kemudian menggeber motornya menjauh dari sana. Hanya Sahara yang bisa menyentuh Kenzo seperti itu.

"Let's go kita makan enak... Barbeque ya bang..."teriak Rico.

Kenzo hanya mengangguk membuat semua anggotanya bersorak bahagia. Sedangkan Ricard mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras melihat kepergian mereka. Kesal sekali rasanya hari ini dia kalah besar. Padahal dia sendiri yang menawarkan taruhan seperti itu.

Terpopuler

Comments

nely_48

nely_48

Sahara terdepan /Angry//Angry/

2025-08-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!