Pusaka Penguasa Dunia

Pusaka Penguasa Dunia

Bab 1. Jurang Kabut Akasia

Evindro melemparkan tubuh Yuki kembali ke atas tebing, melihat Yuki selamat, membuat dia bernafas lega. Evindro menoleh ke bawah dan menemukan jurang gelap yang seolah tidak berujung, perlahan-lahan tubuhnya mulai jatuh ke bawah.

"Ah, perasaan ini... Aku hampir melupakannya..." 

Evindro tersenyum tipis, tubuhnya sedang jatuh ke dalam jurang yang tidak terlihat dasarnya dan diselimuti kegelapan. Evindro tidak bisa melihat apapun meski matanya terbuka. Dia tidak mampu menggerakkan satu jarinya sekalipun ketika mencoba menggerakkan tubuhnya. Evindro hanya merasakan dirinya masih memegang Pedang Penguasa Malam dengan erat namun tubuhnya perlahan-lahan mulai mati rasa.

Terakhir kali Evindro merasa seperti ini ketika dia menghembuskan nafas terakhirnya pada kehidupan pertamanya. Evindro memejamkan mata, "Aku gagal menghentikan Era Kekacauan..."

Biarpun demikian, Evindro anehnya tidak merasa kecewa. Mungkin karena setidaknya dia berhasil membalas hutang budi di kehidupan lalu dengan Yuki pada kehidupan ini.

Satu demi satu pengalaman yang Evindro rasakan pada kesempatan keduanya ini mulai mengalir dalam pikirannya, dimulai dari pertemuannya kembali dengan Imam Idris pada saat dia membuka mata, perjalanan keduanya menuju Ibukota dan bersama menghentikan kudeta.

Setidaknya Evindro berhasil menyembuhkan Imam Idris dari luka dalam yang menyiksanya selama bertahun-tahun, melihat gurunya itu menikah dan memiliki keturunan. Evindro merasa sedikit pahit karena tidak memiliki kesempatan melihat Mughni tumbuh besar.

Wajah Aurora muncul berikutnya, pertemuan pertama dengan putri Gubernur tersebut di masa kecil, Evindro masih ingat bagaimana tulangnya hampir remuk karena gadis mungil itu, sifat manja dan kekanakan Aurora juga menjadi daya tarik tersendiri.

Keduanya tidak pernah benar-benar dekat meskipun Evindro beberapa kali menolongnya sampai akhirnya Aurora bergabung dengan Padepokan Al Hikmah dan akhirnya pergi menempuh perjalanan bersama, tentunya dengan David dan Wildan.

Pada awalnya Aurora tetap bersikap manja bahkan kadang egois tanpa memikirkan situasi yang sedang mereka hadapi namun seiring perjalanan Aurora menjadi lebih dewasa karena kejadian-kejadian yang mereka alami.

Mengingat Aurora membuat Evindro tertawa kecil meskipun sebentar karena dia sadar gadis itu akan begitu sedih karena kehilangan dirinya. Bukannya Evindro tidak mengetahui perasaan Aurora padanya namun dimatanya putri Gubernur itu masih terlalu muda untuk membuatnya jatuh hati. 

Evindro masih larut dalam fikirannya, kini giliran Maelin yang muncul, sejujurnya dia tidak pernah menduga dalam kehidupan ini bisa berkesempatan menjadi tunangan tokoh yang melegenda pada kehidupan pertamanya. Dia bisa melihat Maelin sebagai gadis kecil yang naif namun baik hati.

Banyak kejadian yang Evindro ingat kembali, hal-hal yang tidak pernah dia fikir bisa lakukan seperti menjadi pemilik saham Asosiasi Kitab Suci, Imam termuda, mencapai kemampuan Pendekar Bergelar sebelum usia 24 tahun, bertemu dengan banyak Pendekar Suci yang hanya dia dengar dari cerita pada kehidupan sebelumnya.

Mungkin yang paling berkesan adalah dia berhasil menguasai sebagian Ilmu Pedang Ilusi, ilmu yang lebih hebat daripada Empat Kitab Tanpa Tanding ditambah memiliki Pedang Penguasa Malam yang merupakan Pusaka Penguasa Dunia. 

"Maafkan aku... Kau pusaka yang begitu berharga tetapi justru harus terkubur bersamaku di jurang ini..." Evindro merasa bersalah ketika teringat Pedang Penguasa Malam yang berada dalam genggamannya, pedang pusaka ini seharusnya mengguncang dunia persilatan bukan jatuh bersamanya ke Jurang Kabut Akasia.

Jika difikir kembali, kehidupan kedua yang Evindro dapatkan ternyata lebih singkat dari perkiraannya namun dia mengalami banyak hal yang tidak dia duga juga sebelumnya. "Kurasa... Ini bukan kehidupan yang buruk..."

Sebuah ingatan lainnya mulai mengisi fikiran Evindro dan kali ini dia sendiripun terkejut karena tidak menduga ingatan seperti ini akan muncul di akhir hidupnya.

Dalam ingatan tersebut, seorang gadis yang terlihat berusia dua puluhan tahun sedang menoleh ke arah Evindro. Gadis tersebut memakai gaun merah bermotif garis-garis dan bunga emas yang tidak bisa ditemukan di pemerintahan Bengkulu, dia sedang berdiri di tengah ratusan burung merpati, sebagian burung masih berada di tanah sementara lainnya terbang disekitar sang gadis. 

Rambut hitam kecoklatan yang lurus sepinggang terlihat begitu sesuai dengan wajah cantik yang dimiliki gadis itu, matanya yang hitam sempurna dan bercahaya dengan senyuman tipis di bibirnya. 

Evindro hanya pernah bertemu sekali dengan gadis ini di kehidupan sebelumnya namun gadis itu seolah tidak pernah meninggalkan hatinya. Gadis yang sama muncul ketika dia menghadapi kematian di kehidupan pertama, sekarang gadis ini kembali hadir pada saat Evindro menghadapi kematian lainnya. 

Perbedaannya, kali ini ingatan itu datang bersamaan dengan kejadian yang berlangsung belum lama ini. Ketika Evindro bersumpah di depan Jurang Kabut Akasia bahwa tidak ada gadis yang sedang mengisi hatinya. 

"Dengan kata lain... tanpa kusadari, kau telah mengisi hatiku? Aku termakan sumpahku sendiri?" Evindro tertawa kecil, dia mulai merasa konyol karena terlambat menyadarinya. 

Seiring tawanya, rasa sakit di seluruh tubuh Evindro mulai menghilang, perasaan yang tidak asing baginya karena ini kedua kalinya dia mengalaminya dan dia yakin ini disebabkan dirinya kehilangan darah terlalu banyak.

Mungkin karena ini kedua kalinya dia mengalami sensasi seperti ini, tidak ada rasa takut yang dia rasakan melainkan dia merasa begitu tenang dan lega seolah ada beban besar terangkat dari pundaknya.

Ada sebuah perasaan yang asing, mungkin secara tidak sadar Evindro merasa bahwa Era Kekacauan tidak akan seburuk sebelumnya meskipun dia tidak di sana untuk menghentikannya.

Asosiasi Kitab Suci pasti masih akan membantu Padepokan Al Hikmah meskipun dirinya tiada, gubernur Bengkulu dan anggota dari lima keluarga bangsawan lainnya juga akan mengalami peningkatan pesat dalam waktu sepuluh tahun ke depan sementara Padepokan Bukit Siguntang? Evindro yakin mereka akan bisa mengatasi serangan ini dengan baik.

Setidaknya, meskipun tidak bisa menghentikan Era Kekacauan, beberapa tindakannya selama ini akan memberi perubahan pada situasi yang terjadi. Evindro berharap Imam Idris, Aurora dan semua orang dekatnya akan berhasil melewati Era Kekacauan dengan baik.

Mungkin ini cara Evindro menenangkan dirinya sendiri sebelum menutup mata untuk terakhir kalinya, dia bisa merasakan nafasnya sendiri semakin lemah.

"Tidak heran ini disebut Jurang Kabut Akasia, aku sudah jatuh selama beberapa waktu tapi masih belum menyentuh dasar..." Evindro bergumam pelan, dia tidak mengingat sudah berapa lama dia terjatuh tetapi semua kilas balik yang dia lakukan memakan waktu cukup lama.

Evindro berfikir kalau lebih baik dia menghembuskan nafas terakhir sebelum menghantam dasar jurang agar tidak perlu merasa sakit yang lainnya, tetapi andaikan itu terjadi mungkin dia tetap tidak merasakan apa-apa karena sekarang pun dia sudah tidak merasakan sakit yang sebelumnya dia rasakan dari luka yang disebabkan Seruni.

Episodes
1 Bab 1. Jurang Kabut Akasia
2 Bab 2. Pria Misterius
3 Bab 3. Zulfikar, Roh Pedang
4 Bab 4. Nacha
5 Bab 5. Tempat Tinggal Nacha
6 Bab 6. Makanan Adalah Sumber Daya
7 Bab 7. Kitab Seratus Pengetahuan
8 Bab 8. Gunung Tanpa Batas
9 Bab 9. Ada Kemungkinan Bisa Kembali
10 Bab 10. Hutan Kematian
11 Bab 11. Cincin Samudra
12 Bab 12. Mandi Di Danau
13 Bab 13. Dia Bukan Manusia, Dia Monster
14 Bab 14. Memasak Sirip Hiu
15 Bab 15. Masa Lalu
16 Bab 16. Memasuki Kembali Hutan Kematian
17 Bab 17. Dua Hal Untuk Bertahan Hidup
18 Bab 18. Siluman Laba-laba
19 Bab 19. Meridian
20 Bab 20. Nacha Datang Tiba-tiba
21 Bab 21. Kembali Ke Hutan Kematian
22 Bab 22. Berhasil Tahap Pemurnian Darah
23 Bab 23. Raja Siluman
24 Bab 24. Latihan Mengubah Otot
25 Bab 25. Mencapai Tulang Naga Langit
26 Bab 26. Siluman Tikus Listrik
27 Bab 27. Lembah Halilintar
28 Bab 28. Qorin
29 Bab 29. Bertarung Melawan Qorin
30 Bab 30. Harapan
31 Bab 31. Berhasil Mengalahkan Qorin
32 Bab 32. Meninggalkan Jurang Kabut Akasia
33 Bab 33. Terdampar Di Reruntuhan Kuno
34 Bab 34. Kalimantan
35 Bab 35. Pencuri Roti
36 Bab 36. Panti Asuhan
37 Bab 37. Serikat Petualang
38 Bab 38. Masa Buas
39 Bab 39. Mona, Putri Bangsawan
40 Bab 40. Menyelesaikan Misi
41 Bab 41. Komisi Menyesuaikan Misi
42 Bab 42. Pedang Sihir
43 Bab 43. Maron
44 Bab 44. Mengawal Putri Maron
45 Bab 45. Serangan Di Tengah Perjalanan
46 Bab 46. Bom Setan
47 Bab 47. Tiba Di Kapuas
48 Bab 48. Adolf Takeshi
49 Bab 49. Penawaran Adolf Takeshi
50 Bab 50. Guru Besar Sri
51 Bab 51. Mila
52 Bab 52. Penyelidikan
53 Bab 53. Menghadiri Acara Ceramah
54 Bab 54. Cuci Otak
55 Bab 55. Menyusun Rencana
56 Bab 56. Stadion Szeslinki
57 Bab 57. Menang Taruhan
58 Bab 58. Mengatur Pertandingan
59 Bab 59. Misi Selanjutnya, Keluarga Gun
60 Bab 60. Tika, Pemanah Ulung
61 Bab 61. Peningkatan Kemampuan
62 Bab 62. Membebaskan Budak
63 Bab 63. Markas Mentari Senja Turun Tangan
64 Bab 64. Penggrebekan Keluarga Takeshi
65 Bab 65. Mendatangi Markas Mentari Senja
66 Bab 66. Menghadapi Kaisar Mentari Senja
67 Bab 67. Kematian Kaisar Mentari Senja
68 Bab 68. Tiba Di Pulau Andalas
69 Bab 69. Bertemu Hera
70 Bab 70. Menyelamatkan Hera
71 Bab 71. Pulau Wadon
72 Bab 72. Penginapan Tanpa Nama
73 Bab 73. Empat Taring Darah
74 Bab 74. Tiba Di Sodong
75 Bab 75. Buronan
76 Bab 76. Menara Kuno Menemui Ketua Anisa
77 Bab 77. Pulau Wadon Dikepung
78 Bab 78. Sandera
79 Bab 79. Melempar Kunci Segel Kuno
80 Bab 80. Rumah Kiwi Emas
81 Bab 81. Penyusup
82 Bab 82. Baju Sisik Berlian
83 Bab 83. Evindro Merebut Baju Sisik Berlian
84 Bab 84. Mei-Mei Meminta Bantuan Pendekar Suci
85 Bab 85. Kemampuan Baju Sisik Berlian
86 Bab 86. Kelemahan Baju Sisik Berlian
87 Bab 87. Menghadapi Siluman Laba-laba
88 Bab 88. Mengalahkan Siluman Laba-laba
89 Bab 89. Benteng Lentera Naga
90 Bab 90. Mencari Lokasi Lembah Hantu
91 Bab 91. Penginapan Rumah Hijau
92 Bab 92. Lotus
93 Bab 93. Meminta Bantuan Lotus
94 Bab 94. Mencari Keberadaan Anita
95 Bab 95. Roti Bibi Lusi
96 Bab 96. Rombongan Keluarga Walikota
97 Bab 97. Berdebat Dengan Walikota
98 Bab 98. Bekerjasama Dengan Zidan
99 Bab 99. Memaksa
100 Bab 100. Hena
101 Bab 101. Melumpuhkan Hena
102 Bab 102. Interogasi Hena
103 Bab 103. Markas Lembah Hantu
104 Bab 104. Hantu Pisau Langit
105 Bab 105. Mencari Lokasi Anita
106 Bab 106. Kegalauan Heracles
107 Bab 107. Keadaan Pasca Tragedi Bukit Siguntang
108 Bab108. Aurora Kritis
109 Bab 109. Evindro Menyembuhkan Aurora
110 Bab 110. Sepuluh Hantu Darah
111 Bab 111. Menghabisi Sepuluh Hantu Darah
112 Bab 112. Aurora Telah Pulih
113 Bab 113. Mengosongkan Gudang Asosiasi
114 Bab 114. Padepokan Bambu Hijau
115 Bab 115. Hang Tuah
116 Bab 116. Kota Bangka
117 Bab 117. Joni
118 Bab 118. Kaisar Kecil
119 Bab 119. Keluarga Manokwari
120 Bab 120. Kehadiran Padepokan Pedang Tunggal
121 Bab 121. Berkoalisi
122 Bab 122. Rumah Kalajengking Emas
123 Bab 123. Bertarung Dengan Beberapa Pendekar Suci
124 Bab 124. Kompensasi
125 Bab 125. Bekerjasama
126 Bab 126. Menghadapi Siluman Singa
127 Bab 127. Didalam Makam Kuno
128 Bab 128. Prajurit Batu
129 Bab 129. Seruling Neraka
130 Bab 130. Keluar Dari Makam Kuno
131 Bab 131. Aksi Seruling Neraka
132 Bab 132. Kembali Bertemu Joni
133 Bab 133. Bertarung Dengan Joni
134 Bab 134. Pembuat Kitab Kaisar Naga
135 Bab 135. Nenek Yuni
136 Bab 136. Keluarga Bastian
137 Bab 137. Membuka Gerbang Kematian
138 Bab 138. Menyelamatkan Bayi
139 Bab 139. Memasuki Kota Bangka
140 Bab 140. Mencari Informasi Keluarga Bastian
141 Bab 141. Pemeriksaan
142 Bab 142. Gadis Kelelawar
143 Bab 143. Perampok Kampung
144 Bab 144. Pengelana Kesepian
145 Bab 145. Mengalahkan Pengelana Kesepian
146 Bab 146. Aurora Berkunjung Ke Al Hikmah
147 Bab 147. Kapal Menuju Hutan Kematian
148 Bab 148. Pangeran Malaysia
149 Bab 149. Bilal
150 Bab 150. Permohonan Maaf
151 Bab 151. Tidak Tertarik Politik
152 Bab 152. Menara Harta Maskot
153 Bab 153. Berbicara Berdua Dengan Kawamatsu
154 Bab 154. Klan Bugis
155 Bab 155. Mengincar Pangeran Andi Law
156 Bab 156. Perjalanan Kembali Tenang
157 Bab 157. Bertemu Kembali Dengan Hang Tuah
158 Bab 158. Situasi Hutan Kematian
159 Bab 159. Dihadang Oleh Tiga Padepokan
160 Bab 160. Bertemu Panglima Hutan Kematian
161 Bab 161. Serangan Lebah Beracun
162 Bab 162. Mencoba Mencari Sandera
163 Bab 163. Pemakaman Pegasus
164 Bab 164. Meminta Bantuan
165 Bab 165. Mengulur Waktu
166 Bab 166. Pertemuan Petinggi
167 Bab 167. Saher Telah Tiba
168 Bab 168. Saling Menyerang Menggunakan Racun
169 Bab 169. Evindro Turun Tangan
170 Bab 170. Racun Raja Neraka
171 Bab 171. Permintaan Gendis
172 Bab 172. Berkhianat
173 Bab 103. Hadiah Gendis
174 Bab 104. Kondisi Tian Feng
175 Bab 105. Evindro Meninggalkan Hutan Kematian
176 Bab 106. Pembakaran Desa
177 Bab 107. Padepokan Walet Putih
178 Bab 108. Pertemuan Petinggi Asosiasi Intelijen Mafia
179 Bab 109. Pusat Perhatian
180 Bab 180. Kandidat Ketua Asosiasi
181 Bab 181. Arogansi Umar
182 Bab 182. Pemungutan Suara
183 Bab 183. Pemilihan Suara Berimbang
184 Bab 184. Imam Idris Menjadi Wasit
185 Bab 185. Satu Poin Untuk Pedang Tunggal
186 Bab 186. Pendekar Muda Yang Asing
187 Bab 187. Rizon Menghadapi Heru
188 Bab 188. Pil Darah Iblis
189 Bab 189. Kedatangan Menara Harta Maskot
190 Bab 190. Pedang Tunggal Tidak Terlibat
191 Bab 191. Satu Perahu Dengan Senior
192 Bab 192. Berlari Diatas Air
193 Bab 193. Kedatangan Evindro
194 Bab 194. Menghadapi Asun
195 Bab 195. Meracuni Asun
196 Bab 196. Menyelamatkan Guru
197 Bab 197. Menyelamatkan Yuki
198 Bab 198. Membantu Winston
199 Bab 199. Menghadapi Lima Pendekar Tangguh
200 Bab 200. Zulfikar Mengambil Alih
201 Bab 201. Musuh Melarikan Diri
202 Bab 202. Pendekar Istana Sembilan Naga
203 Bab 203. Mengejar Sisa Musuh
204 Bab 204. Leo Terbunuh
205 Bab 205. Metafisik
206 Bab 206. Pedang Gerhana
207 Bab 207. Jatuh Kedalam Laut (Tammat)
Episodes

Updated 207 Episodes

1
Bab 1. Jurang Kabut Akasia
2
Bab 2. Pria Misterius
3
Bab 3. Zulfikar, Roh Pedang
4
Bab 4. Nacha
5
Bab 5. Tempat Tinggal Nacha
6
Bab 6. Makanan Adalah Sumber Daya
7
Bab 7. Kitab Seratus Pengetahuan
8
Bab 8. Gunung Tanpa Batas
9
Bab 9. Ada Kemungkinan Bisa Kembali
10
Bab 10. Hutan Kematian
11
Bab 11. Cincin Samudra
12
Bab 12. Mandi Di Danau
13
Bab 13. Dia Bukan Manusia, Dia Monster
14
Bab 14. Memasak Sirip Hiu
15
Bab 15. Masa Lalu
16
Bab 16. Memasuki Kembali Hutan Kematian
17
Bab 17. Dua Hal Untuk Bertahan Hidup
18
Bab 18. Siluman Laba-laba
19
Bab 19. Meridian
20
Bab 20. Nacha Datang Tiba-tiba
21
Bab 21. Kembali Ke Hutan Kematian
22
Bab 22. Berhasil Tahap Pemurnian Darah
23
Bab 23. Raja Siluman
24
Bab 24. Latihan Mengubah Otot
25
Bab 25. Mencapai Tulang Naga Langit
26
Bab 26. Siluman Tikus Listrik
27
Bab 27. Lembah Halilintar
28
Bab 28. Qorin
29
Bab 29. Bertarung Melawan Qorin
30
Bab 30. Harapan
31
Bab 31. Berhasil Mengalahkan Qorin
32
Bab 32. Meninggalkan Jurang Kabut Akasia
33
Bab 33. Terdampar Di Reruntuhan Kuno
34
Bab 34. Kalimantan
35
Bab 35. Pencuri Roti
36
Bab 36. Panti Asuhan
37
Bab 37. Serikat Petualang
38
Bab 38. Masa Buas
39
Bab 39. Mona, Putri Bangsawan
40
Bab 40. Menyelesaikan Misi
41
Bab 41. Komisi Menyesuaikan Misi
42
Bab 42. Pedang Sihir
43
Bab 43. Maron
44
Bab 44. Mengawal Putri Maron
45
Bab 45. Serangan Di Tengah Perjalanan
46
Bab 46. Bom Setan
47
Bab 47. Tiba Di Kapuas
48
Bab 48. Adolf Takeshi
49
Bab 49. Penawaran Adolf Takeshi
50
Bab 50. Guru Besar Sri
51
Bab 51. Mila
52
Bab 52. Penyelidikan
53
Bab 53. Menghadiri Acara Ceramah
54
Bab 54. Cuci Otak
55
Bab 55. Menyusun Rencana
56
Bab 56. Stadion Szeslinki
57
Bab 57. Menang Taruhan
58
Bab 58. Mengatur Pertandingan
59
Bab 59. Misi Selanjutnya, Keluarga Gun
60
Bab 60. Tika, Pemanah Ulung
61
Bab 61. Peningkatan Kemampuan
62
Bab 62. Membebaskan Budak
63
Bab 63. Markas Mentari Senja Turun Tangan
64
Bab 64. Penggrebekan Keluarga Takeshi
65
Bab 65. Mendatangi Markas Mentari Senja
66
Bab 66. Menghadapi Kaisar Mentari Senja
67
Bab 67. Kematian Kaisar Mentari Senja
68
Bab 68. Tiba Di Pulau Andalas
69
Bab 69. Bertemu Hera
70
Bab 70. Menyelamatkan Hera
71
Bab 71. Pulau Wadon
72
Bab 72. Penginapan Tanpa Nama
73
Bab 73. Empat Taring Darah
74
Bab 74. Tiba Di Sodong
75
Bab 75. Buronan
76
Bab 76. Menara Kuno Menemui Ketua Anisa
77
Bab 77. Pulau Wadon Dikepung
78
Bab 78. Sandera
79
Bab 79. Melempar Kunci Segel Kuno
80
Bab 80. Rumah Kiwi Emas
81
Bab 81. Penyusup
82
Bab 82. Baju Sisik Berlian
83
Bab 83. Evindro Merebut Baju Sisik Berlian
84
Bab 84. Mei-Mei Meminta Bantuan Pendekar Suci
85
Bab 85. Kemampuan Baju Sisik Berlian
86
Bab 86. Kelemahan Baju Sisik Berlian
87
Bab 87. Menghadapi Siluman Laba-laba
88
Bab 88. Mengalahkan Siluman Laba-laba
89
Bab 89. Benteng Lentera Naga
90
Bab 90. Mencari Lokasi Lembah Hantu
91
Bab 91. Penginapan Rumah Hijau
92
Bab 92. Lotus
93
Bab 93. Meminta Bantuan Lotus
94
Bab 94. Mencari Keberadaan Anita
95
Bab 95. Roti Bibi Lusi
96
Bab 96. Rombongan Keluarga Walikota
97
Bab 97. Berdebat Dengan Walikota
98
Bab 98. Bekerjasama Dengan Zidan
99
Bab 99. Memaksa
100
Bab 100. Hena
101
Bab 101. Melumpuhkan Hena
102
Bab 102. Interogasi Hena
103
Bab 103. Markas Lembah Hantu
104
Bab 104. Hantu Pisau Langit
105
Bab 105. Mencari Lokasi Anita
106
Bab 106. Kegalauan Heracles
107
Bab 107. Keadaan Pasca Tragedi Bukit Siguntang
108
Bab108. Aurora Kritis
109
Bab 109. Evindro Menyembuhkan Aurora
110
Bab 110. Sepuluh Hantu Darah
111
Bab 111. Menghabisi Sepuluh Hantu Darah
112
Bab 112. Aurora Telah Pulih
113
Bab 113. Mengosongkan Gudang Asosiasi
114
Bab 114. Padepokan Bambu Hijau
115
Bab 115. Hang Tuah
116
Bab 116. Kota Bangka
117
Bab 117. Joni
118
Bab 118. Kaisar Kecil
119
Bab 119. Keluarga Manokwari
120
Bab 120. Kehadiran Padepokan Pedang Tunggal
121
Bab 121. Berkoalisi
122
Bab 122. Rumah Kalajengking Emas
123
Bab 123. Bertarung Dengan Beberapa Pendekar Suci
124
Bab 124. Kompensasi
125
Bab 125. Bekerjasama
126
Bab 126. Menghadapi Siluman Singa
127
Bab 127. Didalam Makam Kuno
128
Bab 128. Prajurit Batu
129
Bab 129. Seruling Neraka
130
Bab 130. Keluar Dari Makam Kuno
131
Bab 131. Aksi Seruling Neraka
132
Bab 132. Kembali Bertemu Joni
133
Bab 133. Bertarung Dengan Joni
134
Bab 134. Pembuat Kitab Kaisar Naga
135
Bab 135. Nenek Yuni
136
Bab 136. Keluarga Bastian
137
Bab 137. Membuka Gerbang Kematian
138
Bab 138. Menyelamatkan Bayi
139
Bab 139. Memasuki Kota Bangka
140
Bab 140. Mencari Informasi Keluarga Bastian
141
Bab 141. Pemeriksaan
142
Bab 142. Gadis Kelelawar
143
Bab 143. Perampok Kampung
144
Bab 144. Pengelana Kesepian
145
Bab 145. Mengalahkan Pengelana Kesepian
146
Bab 146. Aurora Berkunjung Ke Al Hikmah
147
Bab 147. Kapal Menuju Hutan Kematian
148
Bab 148. Pangeran Malaysia
149
Bab 149. Bilal
150
Bab 150. Permohonan Maaf
151
Bab 151. Tidak Tertarik Politik
152
Bab 152. Menara Harta Maskot
153
Bab 153. Berbicara Berdua Dengan Kawamatsu
154
Bab 154. Klan Bugis
155
Bab 155. Mengincar Pangeran Andi Law
156
Bab 156. Perjalanan Kembali Tenang
157
Bab 157. Bertemu Kembali Dengan Hang Tuah
158
Bab 158. Situasi Hutan Kematian
159
Bab 159. Dihadang Oleh Tiga Padepokan
160
Bab 160. Bertemu Panglima Hutan Kematian
161
Bab 161. Serangan Lebah Beracun
162
Bab 162. Mencoba Mencari Sandera
163
Bab 163. Pemakaman Pegasus
164
Bab 164. Meminta Bantuan
165
Bab 165. Mengulur Waktu
166
Bab 166. Pertemuan Petinggi
167
Bab 167. Saher Telah Tiba
168
Bab 168. Saling Menyerang Menggunakan Racun
169
Bab 169. Evindro Turun Tangan
170
Bab 170. Racun Raja Neraka
171
Bab 171. Permintaan Gendis
172
Bab 172. Berkhianat
173
Bab 103. Hadiah Gendis
174
Bab 104. Kondisi Tian Feng
175
Bab 105. Evindro Meninggalkan Hutan Kematian
176
Bab 106. Pembakaran Desa
177
Bab 107. Padepokan Walet Putih
178
Bab 108. Pertemuan Petinggi Asosiasi Intelijen Mafia
179
Bab 109. Pusat Perhatian
180
Bab 180. Kandidat Ketua Asosiasi
181
Bab 181. Arogansi Umar
182
Bab 182. Pemungutan Suara
183
Bab 183. Pemilihan Suara Berimbang
184
Bab 184. Imam Idris Menjadi Wasit
185
Bab 185. Satu Poin Untuk Pedang Tunggal
186
Bab 186. Pendekar Muda Yang Asing
187
Bab 187. Rizon Menghadapi Heru
188
Bab 188. Pil Darah Iblis
189
Bab 189. Kedatangan Menara Harta Maskot
190
Bab 190. Pedang Tunggal Tidak Terlibat
191
Bab 191. Satu Perahu Dengan Senior
192
Bab 192. Berlari Diatas Air
193
Bab 193. Kedatangan Evindro
194
Bab 194. Menghadapi Asun
195
Bab 195. Meracuni Asun
196
Bab 196. Menyelamatkan Guru
197
Bab 197. Menyelamatkan Yuki
198
Bab 198. Membantu Winston
199
Bab 199. Menghadapi Lima Pendekar Tangguh
200
Bab 200. Zulfikar Mengambil Alih
201
Bab 201. Musuh Melarikan Diri
202
Bab 202. Pendekar Istana Sembilan Naga
203
Bab 203. Mengejar Sisa Musuh
204
Bab 204. Leo Terbunuh
205
Bab 205. Metafisik
206
Bab 206. Pedang Gerhana
207
Bab 207. Jatuh Kedalam Laut (Tammat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!