Tidak!! Kenapa lagi-lagi aku bangun di tanggal yang sama?
Ada apa ini?
Misteri apa yang harus kupecahkan karena terus menerus bangun di hari ulang tahunku dengan semua rutinitas yang sama persis tiap harinya?!!
This is my sweet 17 birthday!! Pagi-pagi sekali ibu tiriku datang dan membawa sebuah cake kecil dengan lilin menyala di atasnya.
"Selamat ulang tahun! Cake ini Luna lho yang buat," ujarnya.
Luna adalah saudari tiriku dan kami tidak akur, ia selalu berusaha menjauhkan aku dari ibu tiri, mungkin dia cemburu karena hubungan kami sangat akrab. Padahal ia sendiri dengan ibunya tak seakrab itu.
Ibu tiriku sendiri adalah wali sah untukku hingga usia 17 tahun, setelah ayah meninggal 2 tahun yang lalu setelah sakit yang tak jelas penyebabnya. Sejak saat itu semua aset dan harta ayah jatuh padaku, namun tak bisa kuapa-apakan sebelum usiaku cukup. Sekarang usiaku sudah 17 tahun dan bisa menggunakan harta warisan sesuai keinginan, baik itu untuk bersenang-senang, atau untuk mengalih-nama sertifikat untuk orang lain sesuai keinginanku.
Sangat mudah, tanpa perlu tanda tangan, cukup cap jempolku saja dan aku sudah bisa berikan asetku untuk yang lain. Tentu saja itu tak akan kulakukan, memangnya aku bodoh? haha.
Setelah kutiup lilin dan berterima kasih, ibu tiriku mengangkat kue dan berniat meletakkannya di dapur, tapi kucegah.
"Jangan Bu, aku mau sarapan dengan kue saja."
"Boleh, tapi jangan lupa obatnya diminum, ya?" kuanggukkan kepala.
Ibu tiri meletakkan kue di meja lampu, lalu keluar kamar sebentar untuk mengambil obat dan segelas air. Iya, kesehatanku memang memburuk sejak enam bulan yang lalu.
Saat itu aku camping dengan ibu tiri dan Luna, di sana kami makan cake blueberry yang sangat lezat namun kemudian aku alergi parah. Keesokan harinya kakiku lemas dan tak bisa kupakai berjalan.
Sejak saat itu aku rutin minum obat dari dokter rekomendasi ibu tiri, juga ikut terapi. Namun rasanya belum ada perkembangan yang bagus. Aku tetap duduk di atas kursi roda.
"Jangan lupa, obatnya harus diminum. Ya?"
Kuanggukkan kepala dan segera meminum dua buah pil tersebut supaya bisa lekas makan cake ultah.
Hmm, cake ulang tahunku ini sangat menggoda. Krim warna warni di atasnya terlihat ceria seakan ingin mendoakan supaya hidupku selalu dalam kebahagiaan.
Tak perlu kupotong kue, kugunakan garpu untuk mengambil sepotong besar, lalu kumasukkan mulut dan krim susu aroma cotton candy lumer di mulutku, ditambah sponge cake vanillanya juga begitu lembut.
Aku tak sadar terus menyantapnya sampai habis setengah, tak ada perasaan aneh apapun hingga di suapan terakhir aku mulai merasa sakit.
Tenggorokanku terasa panas terbakar, semakin parah rasa panas yang kurasakan sampai-sampai aku tak bisa menjerit mencari pertolongan.
Perutku terasa diremas dan ditusuk-tusuk dengan paku panas. Aku seakan dibakar dari dalam dan tanpa kusadari aku memuntahkan semua isi perutku, potongan cake bercampur darah segar!!!
Semua sendiku terasa sangat lunglai dan nyeri, kepalaku berputar dan mataku buram. Perasaan ini terus menerus kurasakan beberapa hari ini karema aku terjebak dalam lingkaran paradox yang tak ada ujungnya.
Kecuali jika kupecahkan misteri ini, siapa yang membunuhku di hari ulang tahun?! TOLONG BANTU AKU TEMUKAN PEMBUNUHNYA!!!!