Dahulu ada sebuah kerajaan yang makmur. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana. Suatu hari Sang raja mengumumkan saimbara, barang siapa yang bisa menjawab dua pertanyaan. Jika itu seorang laki-laki maka ia akan dijodohkan dengan putrinya dan jika itu perempuan maka ia akan di angkat menjadi putri kerajaan.
Baru sehari saja berita ini sudah menyebar ke seluruh pelosok kerajaan, dan dalam waktu 3 hari berita ini sudah menyebar sampai keluar wilayah kerajaan. Banyak orang datang berbondong-bondong pergi ke istana mencoba peruntungan. Pria maupun wanita, orang tua dan muda. Bahkan orang dari luar kerajaan itupun banyak yang hadir mencoba.
Tapi sayang sekali tidak ada yang berhasil menjawab 2 pertanyaan dengan benar. Tiba-tiba datanglah seorang anak laki-laki, berpakaian lusu dan compang-camping. ia berjalan menghadap baginda raja.
"Yang mulia, saya menghadap untuk mencoba menjawab pertanyaan yang mulia berikan," kata anak itu dengan beraninya.
Riuh tawa dan cemoan dari seluruh orang yang hadir hari itu. Mengapa tidak, sudah puluhan orang mencoba tapi tidak ada satupun yang berhasil. Bagaimana bisa anak berumur 10 tahun ini bisa menjawabnya. Sang raja pun memberi isyarat untuk diam.
"Anak ku apa kau lihat kerumunan orang disana?" kata Sang raja sambil menunjuk ke kerumunan orang.
"Iya, yang mulia," jawab anak itu.
"Dan apa kau tahu? Sudah puluhan orang mencoba tapi tidak ada satupun yang berhasil. Apa kau yakin bisa menjawab 2 pertanyaan yang saya berikan?"
"Tentu, yang mulia," jawab anak itu tegas dan percaya diri.
"Baiklah. Pertanyaan yang pertama. Berapa hasil dari penjumlahan 1+2+3+ sampai 100? Pertanyaan yang kedua. Berapa banyak isi tanah dari lubang dengan kedalaman 1,5 m, panjang 2 m dan lebar 1 m? Apa kau bisa menjawabnya wahai anak ku."
Anak itu hanya terdiam. Semua orang mulai berpikir bahwa anak itu tidak bisa menjawabnya sama seperti mereka. Tapi ada hal yang membuat mereka keheranan. Tiba-tiba anak itu tersenyum.
"Oh.... Apa kau sudah menemukan jawabannya sampai tersenyum seperti itu?" kata Sang raja yang menyadari hal itu.
"Tentu yang mulia," kata anak itu membuat semua orang terkejut.
"Bisa kau segera memberi tahuku."
"Jawaban yang pertama. Berapa hasil dari penjumlahan 1+2+3+ sampai 100 adalah 5050."
Sang raja tidak menyangka anak kecil itu bisa menjawabnya dengan kurun waktu yang singkat. "Tepat sekali anak ku. Hebat... Hebat... Lanjut pertanyaan yang kedua."
"Jawaban yang kedua. Berapa isi tanah dari lubang dengan kedalaman 1,5 m, panjang 2 m dan lebar 1 m adalah tidak ada."
Mendengar jawaban itu riuh semua orang tertawa. Sang raja kembali memberi isyarat untuk diam.
"Kenapa demikian?' tanya Sang raja minta penjelasan.
"Tentu saja, lubang dengan kedalaman, pajang dan lebar yang anda minta itu tidak ada tanahnya. Karena Anda sudah mengeluarkan semua tanah itu untuk membentuk lubang tersebut."
Semua orang terperangak mendengar jawaban anak kecil itu. Sang raja hanya tertawa.
"Hahaha...... Hebat... Anak ku jawabanmu benar sekali."
Dengan demikian Sang raja akhirnya mengangkat anak itu sebagai putranya dan memberi gelar pangeran muda.
TAMAT
.
.
.
Mau tahu, bagaimana cara anak itu bisa menjawab pertanyaan pertama dengan cepat. Itu muda. Dia hanya membagi angka 100 menjadi 50 dan angka 50 tinggal di sebutkan dua kali saja yaitu 5050. Tidak percaya coba saja jumlahkan 1+2+3+ sampai 10 pasti jawabannya 55.
Catatan : Hanya berlaku pada penjumlahan 10, 100, 1000 dan seterusnya.