gugguguguuguguguguguu.........
terdengar suara burung hantu yang sangat menyeramkan.
aku tinggal bersama ibu dan adik ku. kami tinggal di sebuah desa terpencil yang sangat jauh dari kota, di sini listrik tidak masuk hanya ada pelita bambu sebagai penerang jalan. desa ini merupakan desa yang kental akan adatnya dan hal ghaib.
*********************
malam ini adalah malam yang gelap, keluarga ku yang miskin dan tidak punya apa-apa. kami hanya tinggal di sebuah gubuk kecil yang sudah mau roboh.
"nak ibu mau pergi keluar sebentar"kata ibu ku
"Radit, tolong jaga adik kamu",kata ibu ku
ibu ku pergi setiap malam entah kemana dia pergi, tapi malam ini aku mengikuti nya bersama adik ku tanpa sepengetahuan ibu ku.
ibu ku pergi duluan dan aku mengikuti nya dari belakang, aku melihat ibu ku pergi ke perkemahan tentara jepang, di situ aku melihat ibu ku sedang berkecumbuh dengan tentara jepang itu, dan aku berpikir ini lah pekerjaan ibu ku untuk mencari makan aku menangis dan sangat bersedih. di saat aku dan adik ku hendak pulang seorang tentara Belanda mengetahui kami dan kami pun berlari sangat kencang tentara Belanda itu mengejar kami.
di saat itu aku melihat sebuah rumah yang sangat besar yang tak berpenghuni aku dan adik ku pun pergi ke sana untuk bersembunyi.
aku dan adik ku pun masuk ke rumah itu di saat kami masuk ada segerombolan kalilawar yang keluar dari rumah itu kami pun berteriak ketakutan dan tiba-tiba pintu itu tertutup saat kami hendak mau keluar.
deeeeeeeeeerr.............
suara pintu tertutup aku dan adik ku menangis dan sangat ketakutan.
di saat kami menangis ada laki-laki tua yang menghampiri kami aku dan adik ku pun terkejut.
setelah itu laki-laki tua memberikan sebuah pencil tapi di saat itu aku ketakutan dan tidak berani menatap wajah Kakek tua itu, aku dan adik hanya menangis.
"Abang, adik ketakutan ahahahhhahahah,"kata adik yang ketakutan dan menangis
"cu.....kakek mau beri kamu sesuatu",kata kakek itu
"apa...kek",kata ku gemetaran
"ini ada sebuah pencil",kata kakek itu
"tapi kek....pencil untuk apa",kata ku yang ketakutan
tiba-tiba kakek itu pun menghilang dan meninggalkan pencil itu di lantai, dan seketika itu pintu itu terbuka dan kami lari membawa pencil itu.
setelah aku dan adik ku sampai di rumah kami langsung naik ke tempat tidur dan menutup seluruh tubuh kami menggunakan selimut dan kami pun tertidur.
*********************
aku pun terbangun sedangkan adik ku masih tidur, aku mendengar suara dari dari dapur dan aku pun ke sana, aku melihat ibu ku sedang memasak sarapan pagi untuk kami lalu aku pergi menghampiri ibu ku.
"ibu tadi malam, kok ibu lama pulang",kata ku
"ibu lagi kerja nak, dan tadi malam pekerjaan ibu lagi banyak",kata ibu ku
"tapi ibu kerja di mana, dan kenapa Radit gak pernah ibu ajak",kata ku
"bos, ibu gak memperkenankan membawa anak jadi ibu hanya bisa nurutin bos ibu",kata ibu ku yang membuat alasan agar aku tidak tau yang sebenarnya
aku hanya bisa menangis melihat ibu ku dan aku melihat bekas memar ibu ku yang ada di lengan nya.
"bu, tangan ibu kok terluka",kata ku
"gak pa pa kok Radit, ini sudah biasa ibu kab kerjaan nya berat",kata ibu ku yang membuat alasan
ibu ku pun menyuruh aku untuk memanggil adik ku yang lagi tidur.
"Radit bangunin adik kamu sana biar kita sarapan",kata ibu ku
"baik bu",kata ku
aku pergi ke kamar untuk membangun kan adik ku tapi aku melihat adik yang sudah bangun dan sedang menulis sesuatu di kertas menggunakan pencil itu adik ku menulis"aku mau boneka lucu", seketika dari pencil itu keluar boneka yang telah di tulis kan adik ku. aku pun merasa heran dan terkejut aku pun langsung mengambil pencil itu dari tangan adik ku.
"Radit lama banget kamu nak",kata ibu ku
"ya bu, Radit segera ke sana",kata ku
aku pun menyembunyikan pencil itu, aku dan ku pun pergi ke dapur. ibu ku melihat boneka yang di bawa adik ku.
"Raka dari mana boneka itu",kata ibu ku
"dari hutan bu", kata ku untuk menyembunyikan kebenaran nya
"kamu gak nyuri kan",kata ibu ku
"gak bu, Raka gak mungkin nyuri ",kata ku
kami pun memakan sarapan kami yang seadanya.
"Radit nanti kamu nyari kayu bakar ajak adik kamu juga",kata ibu ku
"iya, bu", kata ku
*********************
aku dengan adik ku pun pergi ke hutan mencari kayu bakar. saat di tengah hutan adik menghilang dan aku sangat ketakutan. aku pun mencari adik ku di saat aku ketemu dia, adik ku dalam ke adaan pingsan. dan aku melihat ada sesosok wanita berambut panjang dan berkulit sangat gelap yang menatap kamu berdua dari kejauhan. aku sangat ketakutan dan berlari pulang ke rumah. di saat aku pulang, aku melihat ibu ku sedang berbicara dengan lelaki yang tak ku kenal dan laki-laki itu pun pergi.
"Raka, Raka..kenapa Radit",kata ibu ku khawatir
"gak tau bu, tadi Raka menghilang lalu saat Radit jumpa Raka, Raka sudah pingsan bu, lalu Radit melihat ada perempuan berambut panjang berkulit gelap yang sedang melihat Radit lalu Radit lari deh",kata ku
ibu ku pun membawa Raka masuk dan membaringkan yang ke tempat tidur.
"bu laki-laki tadi siapa",kata ku penasaran
"bos ibu Radit", kata ibu ku
sebenarnya aku sudah tau apa pekerjaan ibu ku dan siapa kaki-laki itu tapi aku hanya pura-pura tidak tau aja.
Malam pun mulai tiba, seperti biasanya ibu ku pergi berkerja ke tempat tentara jepang itu, lalu aku pun mengikuti ibu ku dan meninggalkan adik ku di rumah yang sedang tidur.
saat sampai aku melihat ibu ku yang di perlakukan kasar dan tidak senonoh aku hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa, lalu aku merogoh kantong celana aku dan memegang pencil itu, aku tidak tau sudah sejak kapan pencil itu ada di di dalam kantong celana aku. lalu aku teringat tentang adik ku yang menulis kan sesuatu di kertas. lalu tanpa sadar aku menulis kan kematian para tentara jepang itu dengan sadis. seketika tentara itu pun menembaki dirinya sendiri dan ibu ku pun teriak dan ketakutan.
whooooooooooohhhhhh...
teriak ibu ku yang sangat keras. ibu ku pun berlari tanpa menggunakan busana dan lari ke rumah aku, aku pun pulang dengan cepat sebelum ibu ku sampai. di saat aku sudah sampai aku melihat adik yang sedang berada di depan jendela dan sedang menatap sesuatu lalu aku pergi melihat nya dan melihat wanita itu lagi. aku pun ketakutan dan menutup jendela ku. aku pun membaringkan adik ku di tempat tidur nya. aku pun tidur, saat tengah malam aku terbangun dan melihat adik lagi yang sedang berada depan jendela yang sedang melihat sesuatu, di situ aku melihat ibu ku yang sedang bersama wanita itu dan memakan kepala ibuku sampai kepala nya putus dan aku mendengar sesuatu bisikan "aku ingin darah.....aku ingin darah...aku ingin darah.....dan apa yang kamu inginkan akan aku kabulkan" aku mendengar bisikan itu dan melihat pencil itu berada di tangan ibu ku. dan tiba-tiba.....
"Radit.... Radit...... ",kata ibu ku
aku pun terbangun dan rupanya hanya mimpi saja. dan saat aku bangun aku tidak melihat adik dan aku pun ke dapur melihat ibu ku.
"bu, Raka di mana",kata ku
"di belakang lagi bermain dengan kawan nya", kata ibu ku
"kawan nya, siapa bu",kata ku heran
"maksud ibu, boneka nya",kata ibu ku
aku pun pergi melihat Raka tapi di saat aku pergi melihat nya, aku mendengar Raka sedang berbicara dengan perempuan aku sangat terkejut dan langsung melihat nya. tapi suara itu tiba-tiba menghilang.
"kamu sedang berbicara sama siapa Raka",kata ku
"boneka aku bang",kata adik ku
"tadi abang mendengar suara perempuan",kata ku
penasaran
"itu kawan aku ",kata adik ku
aku pun hanya merasa heran dan ketakutan. lalu aku membawa adik ku kembali masuk ke dalam rumah.
saat itu aku melihat ibu ku yang sedang menangis dan aku memberanikan diri untuk mengungkapkan kebenaran nya.
"ibu kenapa menangis ",kata ku
"gak pa ap kok Radit", kata ibu ku
"sebenarnya pekerjaan ibu apa sih dan kenapa Radit gak boleh ikut",kata ku
"maksud kamu apa Radit",kata ibu ku yang coba membuat alasan
"aku sudah tau semua nya bu dan apa pekerjaan ibu sebenarnya",kata ku dengan tegas
"apa maksud kamu Radit ibu tidak tau",kata ibu ku yang coba membuat alasan
"ibu menjadi pelacur kan dan ibu memberi makanan itu untuk kami apa ibu gak tau itu sangat tidak baik",kata ku tegas
ibu ku pun menampar ku dengan sangat keras dan aku pun berlari menuju ke kamar ku dan menangis.
***************************
esok nya......
"ha, dari mana semua makanan ini Radit sangat banyak",kata ibu ku
sebelum nya aku menulis kan sesuatu dengan pencil itu aku meminta makanan yang sangat banyak dan emas yang begitu banyak.
"apa kamu mencuri Radit",kata ibu aku
"gak kok bu",kata ku
"jadi kamu dari mana dapat semua ini jika kamu tidak mencuri",kata ibu ku marah-marah
lalu ibu ku pun menampar ku adik yang sedang makan pun terdiam lalu aku pergi ke kamar dan menangis.
malam nya aku melihat ibu ku sedang bersama Raka aku tidak tau mereka sedang apa, lalu aku mengintip dari pintu kamar ibu ku, aku melihat ibu ku sedang bermain sex dengan adik ku, aku pun menangis dan kembali ke kamar ku dan sangat membenci ibu ku tanpa sadar aku mengambil pencil itu dan menulis kan nama ibu ku"aku ingin ibu tidak ada di dunia ini".
ke esokan nya aku melihat ibu ku yang mati gantung diri dengan ke adaan tanpa busana lalu aku pun teriak ketakutan....
whhhahahahhahahahhh......
adik ku pun terbangun dari kamar ibu ku. adik ku pun menangis.
aku pun sangat bersedih dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. dan tiba-tiba adik menatap ku dengan tatapan yang sangat menyeramkan lalu dia berkat terimakasih telah membunuh wanita pelacur ini. sontak aku menampar adik lalu dia pergi ke kamar.
aku sangat bersedih dan saat aku hendak melihat adik dan ingin meminta maaf kepada nya. adik ku memegang pencil itu dan menuliskan nama ku di situ lalu dia berkata abang adalah tumbal selanjutnya dan dia ketawa.
hahahahahahahahahhahahahahahahahahh.......
dan adik ku kembali kerumah tua itu bersama pencil itu.
*****************************
selesai