Senja yang setiap hari kita rindukan kini hanya dapat ku nikmati sendirian. Dan sekarang senja ini hanya milikku, bukan milik kita lagi.
“Perasaan yang begitu hampa, dan hati yang sangat kosong” terdengar ucapan seseorang dan aku mengenalnya.
“Noah aku” belum sempat ku selesai bicara, Noah menempelkan jari telunjuknya di bibir ku.
“Karena ini senja milikmu, jadi nikmati saja” ucap Noah yang kemudian duduk di samping ku.
“Noah, apa kau merindukan senja yang biasa kita nikmati bersama?” tanyaku tanpa menoleh ke arahnya.
“Tentu, jawabannya seperti pertanyaanmu”
“Ku kira kau akan lupa tempat ini” ucapku akan tetapi tidak ada respon dari Noah.
“Senjamu telah pergi, ayo kita pulang”. Noah bangkit dari duduknya dan membantu ku berdiri.
Hingga tibalah kami di ujung jalan sebelum akhirnya berpisah dan bertemu lagi nanti jam 8 malam. Aku merasa Noah sedikit aneh, mungkin itu karena dia lelah baru pulang dari luar negeri. Hingga tidak kusadari aku bertemu dengan Nivere sahabatku.
“Helen, apa kita jadi pergi ke rumah Noah?” kata Nivere.
“Jadi Niv” Jawabku singkat.
“Ayo kita pergi bersama” ucap Nivere.
Dan lagi ada yang beda dengan Nivere, dia yang biasanya ceria berubah menjadi pendiam. Kami pun hampir sampai di rumah kekasihku Noah.
“Helen, maaf” ucap Nivere yang seperti orang aneh bagiku.
“Kenapa?” jawabku bingung.
“Aku hanya bisa mengantarmu sampai sini, nanti kau akan tahu sendiri”. Belum sempat ku jawab Nivere telah menghilang pergi.
Dengan perasaan yang tak karuan aku melanjutkan perjalanananku. Hingga sampailah aku di rumah Noah yang begitu ramai dengan orang dengan pakaian serba hitam. Saat ku masuk, kulihat kedua orang tua Noah menangis, mereka menghampiri ku, ibunya Noah memeluk ku dengan eratnya.
“Ibu, kenapa menangis?” aku bertanya dengan penuh kebingungan.
“Helen, Noah dan Nivere telah pergi” kata ayahnya Noah. Kemudian menyuruh ku duduk untuk menunggu ambulance yang membawa jenazah Noah
“Enggak ayah, ini tidak mungkin, baru saja aku bertemu dengan mereka, mereka bilang baru pulang dari luar negeri” jawabku tidak percaya.
“Mereka sudah pulang dari luar negeri sejak kemarin, dan tadi siang mereka pamit untuk menemuimu, sampai akhirnya ayah menerima telepon dari pihak rumah sakit yang menerima korban kecelakaan yang meninggal dunia, mereka adalah Noah dana Nivere” jelas ayah Noah.
“Lalu siapa yang tadi mengantar ku, menemani ku menikmati senja jika benar mereka telah tiada ayah?” seketika tubuhku lemas dan saat itu pula aku tidak sadarkan diri.