Bunga mawar terkenal dengan kecantikan, keindahan dan ke harumnnya. Membuat semua orang menyukainya, tak jarang bagi semua orang untuk menjadikannya sebuah hadiah untuk orang tersayangnya.
Namun bunga mawar yang satu ini sangatlah berbeda, bunga berwarna hitam pekat, duri-duri lancip menghiasi batangnya. Bunga yang menjulang tinggi hanya terdapat satu batang.
Namun bunga mawar itu tidak pernah kehilangan bunganya, bunganya selalu mekar dan selalu berganti dengan yang baru. Namun bunga mawar itu tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya.
Sekalipun ada orang itu akan meninggal di tempat itu juga. Bunga mawar yang terletak di pinggir jalan raya di sebelah kanan taman raya.
Setiap hari banyak kejadian orang yang meninggal, karena ingin mencoba memetik mawar hitam itu. Bagi orang yang tidak tau menahu tentang mawar hitam itu selalu ingin memetiknya.
Namun naas,begitu banyaknya orang yang ingin memetiknya malah orang itu yang meninggal. Setiap mawar itu mendapatkan mangsanya, bunga mawar hitam itu mengeluarkan darah.
Pada saat itu orang-orang yang berada di sekitarnya merasa kaget, dengan apa yang telah mereka lihat dari mawar hitam itu. Masyarakat sekitar yang tinggal di daerah itu menyebut nya sebagai mawar kematian.
(◕ᴗ◕✿)
"Karla?" panggil sang mamah.
"Iyah mah" sahut karla.
"Mamah mau brangkat kerja dulu yah, udah siang soalnya" ujar sang mamah.
"Iyah mah" ujar Karla.
"Oh, Iyah adik kamu masih tidur, nanti setelah bangun kamu suruh dia mandi yah!, Terus ajak dia maen ke taman!!" jelasnya.
"Mamah gak makan dulu, Karla udah masak loh?" ujarnya.
"Gak , mamah udah terlambat, nanti mamah makan di kantor ajah" ujar sang mamah.
"Hmm baiklah" sahutnya dengan suara yang melemah.
Setelah mamahnya pergi Karla,langsung menuju dimana adiknya sedang tidur.
"Kaila, bangun dek, mandi!" ujar Karla sambil membangunkan adiknya.
"iyh ka, nih kaila bangun" ujarnya seraya bangkit dari ranjangnya.
"Ya udah sana kamu mandi! Terus nanti kita jalan-jalan di taman raya". ujar Karla.
"Yang bener ka, kakak ngajak aku ke taman?"
"iyh, ya udah sana kamu mandi terus siap-siap!"
"oke ka" ujar Kaila langsung menuju ke kamar mandi.
Singkat cerita.
Kini Karla dan Kaila telah berada di taman raya, dengan penuh keceriaan.
"Kak, itu bunga mawar nya bagus banget" ujar Kaila menunjuk mawar hitam itu.
"Iyh dek, bagus banget warnanya, tapi mawar itu tidak boleh di petik".
"Ah, kata siapa?, ka aku mau mawar itu, ka petikin dong!"
"Gak mau dek, mawar itu gak boleh di petik"
"Oh, berarti kakak gak mau petikin buat aku, ya udah aku ambil sendiri".
"Oke-oke, kakak bakal petikin buat kamu, kamu duduk ajah di sini!".
Karla pun pergi menuju mawar kematian itu, Karla dengan perlahan menyentuh mawar itu, setelah berhasil memetiknya Karla langsung terjatuh ke tanah. Mawar yang dia petik pun langsung mengeluarkan darah, begitu juga bunga yang masih ada di tempatnya langsung mekar dan mengeluarkan darah.
Kaila kaget dengan tiba-tiba kakaknya langsung terjatuh ke tanah. Kaila langsung lari menghampiri kakaknya, betapa kagetnya lagi Kaila saat melihat bunga mawar yang kakaknya petik mengeluarkan darah begitu juga dengan mawar yang masih ada di tempatnya.
Seketika itu juga wajah Karla berubah menjadi pucat bahkan sangat pucat. Banyak yang meninggal karena mawar kematian itu, bahkan sangat banyak.
[END]