Dulu di komplek perumahan milik bibiku ada istilah gang dalam, gang dalam ini adalah gang yang ada di dalam gang. Jadi kalo kamu masuk ke satu gang, nanti gang tersebut punya cabang lagi dan rumah bibiku ada disalah satu gang cabang tersebut yang disebut gang dalam.
Anehnya disetiap gang diberikan nomer dengan berbagai warna yang berbeda. Contohnya gang rumah bibiku yang bernomer 5 dan berwarna merah.
Menurut penjelasan sepupuku, setiap warna punya arti penunggu yang berbeda, contoh nya warna merah yang artinya berani, nah penghuni (makhluk astral) gang itu semuanya berani, berani ketemu manusia, berani ditangkap, berani di ajikan, yang jelas dia berani.
Sedangkan warna putih artinya perayu, yaitu penghuni gang tersebut senang merayu orang yang lewat. Warna hijau artinya pelawak, mereka akan membuat lelucon lalu walaupun garing mereka akan tertawa sendiri. Dan yang terakhir warna oranye artinya pemakan, mereka sering memakan makanan yang kita bawa atau menggigit orang yang lewat.
Tapi kita bisa terhindar dari semua gangguan tersebut dengan syarat jangan menengok ke belakang dan kesamping kiri kanan, jika tidak ada teman jalan. Jika ada kalian bisa menengok dimana teman kalian berada, jika tidak kalian akan bertemu penghuni gang tersebut.
.
.
.
Aku yang saat itu masih anak-anak tentu saja tidak percaya, dan merasa bahwa hal tersebut hanya lelucon saja.
Hari itu sudah hampir malam dan karna larangan tersebut adanya saat malam atau menjelang malam, aku penasaran ingin mencoba larangan tersebut. Aku sudah sering ke rumah bibiku, pagi, siang, maupun malam tapi sekalipun dengan ibuku aku dilarang untuk menengok ke belakang. Dan saat I i aku sedang bersama kakak sepupuku yang kebetulan sedang liburan dan kebetulan pula ini pertama kalinya ia mengunjungi rumah bibiku jadi dia tidak tau perihal larangan tersebut.
"Kak Acha..."
"Iya dek..."
"Lomba lari yuk, itu rumahnya bibi Mala yang ada nomernya itu..."
"Yang nomer 12 itu?"
"Iya yang itu, tapi sebelum lari kita liat belakang dulu, siapa tau ada mobil atau motor baru masuk"
"Ok..."
Karna walaupun disebut gang lebar jalannya mencapai 3 m, yang biasa dilalui mobil maupun motor.
"Hitungan ke 3 tengok ke belakang ya terus lari!"
"Ok 👌"
" 1.... 2.... 3...." dan betapa terkejutnya aku ketika menengok kebelakang ada satu wanita yang mengikuti kami dengan pakaian putih yang lusuh dan kotor dan rambut panjang yang hampir menutupi seluruh permukaan wajah nya
Dan setelah itu aku dan kak Acha lari sekencang mungkin, karna siapapun yang bertemu makhluk astral pasti akan merasa takut. Tapi ajaibnya ketika sampai di rumah tujuan makhluk tersebut akan segera pergi, bahkan aku dan kak Acha serta Septi sepupuku yang punya rumah melihat sendiri bagaimana setelah kami masuk gerbang mahluk tersebut segera pergi.
.
.
.
Dan sejak saat itu aku tak pernah penasaran dengan larangan gang dalam itu. Tapi sayangnya seiring dengan perkembangan zaman makhluk-makhluk tersebut berhenti mau mengganggu manusia dan memilih hidup sendiri-sendiri.
Kejadian tersebut memang sudah terjadi 7 tahun yang lalu dan 2 tahun yang lalu gang dalam resmi tidak memiliki penghuni, katanya ia pindah lapak dan sudah lapor ke pak RT.
Benar atau tidaknya, setidaknya aku sudah tidak penasaran tentang larangan gang dalam.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen...🙏🙏🙏