Judul dari : ARIVIONA
Kakek Ana adalah seorang kuli bangunan .Ia tinggal di sebuah rumah tua yang luas dan juga besar. Kakek Ana hidup sebatang kara. Hal ini bukan tanpa alasan melainkan karna kakek Ana sendiri lah yang membuat ia tidak punya siapa siapa lagi.Lima tahun yang lalu istri, anak, dan juga cucu cucu kakek Ana semuanya mati di tangannya.
Hal ini bisa terjadi karna kakek Ana sangat takut dengan satu kata yaitu, KEMATIAN.
Untuk mendapatkan umur yang panjang kakek Ana harus mengorbankan seluruh anggota keluarganya sebagai tumbal agar ia diberi umur yang panjang. Dan dengan senang hati kakek Ana pun melalukannya. Ana adalah cucu kesayangan kakeknya akan tetapi rasa sayang kakek nya pada Ana bukanlah rasa sayang selayaknya kakek dan cucu. Ia sembat mengambil mahkota gadis itu sebelum ia akhirnya merenggut nyawanya.
Sore ini hujan turun dengan sangat deras di iringi dengan suara petir yang memekakkan telinga .Kakek Ana berlari" kecil menuju rumah nya. Ia baru saja pulang kerja. Saat dalam perjalanan pulang ia melewati sebuah sungai ia kemudian berhenti di pinggir sungai itu.Matanya tertuju pada benda yang tersangkut di bebatuan yang ada di sungai itu.
" Tangga?! " ucap kakek Ana sambil mengamati benda itu
Kemudian kakek Ana pun masuk ke dalam sungai itu. Ia berniat mengambil tangga kayu itu,arus sungai yang cukup deras membuat kakek Ana harus berjuang keras untuk mendapatkan tangga itu. Salah langkah sedikit saja bisa bisa dia yang hanyut.
Beberapa saat kemudian kakek Ana bisa keluar dari sungai dengan selamat dan mendapatkan tangga kayu itu. Panjang tangga kayu itu kira kira 100 m. Ada sebuah lonceng kecil yang menggantung di pegangan atas sebelah kanan tangga kayu itu. Sedangkan di sebelah kiri pegangan atas tangga itu ada sebuah mainan pisau kecil yang terbuat dari kayu menggantung dia atas sana.
Sesampai di rumah kakek Ana meletakkan tangga itu di gudang dengan posisi terlentang. Setelah itu kakek Ana pergi mengganti pakaian nya yang sudah basah kuyup .Setelah selesai mengganti pakaian kakek Ana segera tidur di kamarnya. semenit setelah memejamkan matanya kakek Ana mendengar bunyi suara lonceng yang cukup nyaring.
ting... ting..... ting....
" bukannya tadi aku meletakkan tangga itu dengan posisi terlentang?! Lalu kenapa lonceng itu berbunyi ?! " ucap kakek Ana mulai merasa ada keanehan
" oh.. mungkin tikus yang menggerakkan nya " ucap kakek Ana tak mau ambil pusing
Kakek Ana kembali memejamkan matanya namun ia kembali mendengar suara lonceng yang semakin terdengar begitu nyaring di telinga nya
tring.... tring..... ting.... tring......
tring.... tring..... tring.. tring...
" tikus sialan " ucap kakek Ana mulai mengeluarkan keringat dingin
Ia bangun kemudian duduk di tepi ranjangnya. Ia tau bukan tikus yang menggerakkan benda itu hanya saja ia pura" tidak tahu agar ia bisa tetap tenang .
tring.. tring.. tring.. tring...
lonceng itu kembali berbunyi kali ini lonceng itu berbunyi dengan sangat amat cepat membuat gendang telinga kakek Ana ingin pecah saat itu juga. Ia memutuskan untuk mengecek tangga itu ke gudang. Ia mengambil sebuah pisau berukuran sedang di meja kamarnya.kemudian ia berjalan menuju gudang dengan langkah yang cepat.
tap tap tap ..
suara langkah kakek Ana begitu cepat... semakin dekat ia dengan gudang... semakin nyaring pula bunyi lonceng itu terdengar..
kakek Ana berteriak sambil berjalan ke arah gudang .
" Aku tidak takut!! Aku telah di janjikan akan mati di usia 200 tahun!!! Kau tidak akan bisa membunuhku mahkluk jelek!! " teriak kakek Ana
cklik...
Kakek Ana membuka pintu gudang.. tidak ada apa" disana.. hening.. bunyi lonceng yang begitu nyaring telah berhenti berbunyi ketika kakek Ana membuka pintu gudang itu.
"Sialan " gumam kakek Ana
Kakek Ana berjalan menuju tangga kayu itu kemudian ia jongkok di samping kayu itu. Saat ia hendak akan mengambil lonceng ditangga kayu itu.. tiba" ...tangga kayu itu berdiri.. lulu menyender pada dinding kayu gudang itu.
Kakek Ana yang melihat hal itu seketika syok.
Ia mulai mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak dengan cepat, seluruh tubuhnya kini bergetar .
Dengan cepat kakek Ana berdiri menghadap tangga kayu itu. Kini lonceng dan juga pisau kayu itu telah bergelantungan di atas pegangan tangga kayu itu.
" Aku tidak takut!!! tunjukkan wujudmu sialann!! " teriak Kakek Ana dengan emosi
" Aku tidak akan mati Di tanganmu sialan !!!
usiaku baru 57 tahun.. aku masih punya ratusan tahun lagi untuk hidup!! Usahamu akan sia" !! pergi kau!! " teriak kakek Ana dengan perasaan yang mulai ketakutan
seketika terdengar suara tawa..
hihihi... Hihihi.. HIiiiiiiiiii...
di iringi dengan suara tawa yang menyeramkan seluruh ruanngan seketika berubah menjadi gelap .Tangga kayu itu pun terbelah menjadi 2.... sebelah kiri ada tangga kayu dengan mainan pisau di atasnya.. sedangkan sebelah kanan ada tangga kayu dengan lonceng yang menggantung di atasnya..
Ada satu hal lagi yang membedakan kedua tangga itu. Sebelah kiri menuju ruangan berwarna merah sedangkan sebelah kanan menuju ruangan berwarna hijau.
" pilihanmu menentukan nasibmu!! "
terdengar suara yang sangat tidak asing di telinga kakek Ana..
belum selesai kakek Ana mencerna siapa pemilik suara itu... tiba" terdengar suara lagi.. kali ini suara itu diringi dengan tawa yang menyeramkan...
3..
hihihi...
2....
hihi.....
sebelum hitungan mundur itu selesai... kakek Ana... dengan cepat menaki tangga bermainan pisau menuju ruangan berwarna merah...
Dan sesampai nya ia diatas...
ia langsung di sambut dengan satusan tangan yang menusuk tubuhnya... menggunakan sebuah pisau... TANGAN TANPA TUBUH!!!
hihihihihiihihii....
" BODOH!!! Seharusnya kau memilih tangga yang berlonceng!! " ucap seseorang yang berdiri tepat di hadapan kakek Ana... rambutnya begitu panjang sampai" menyentuh lantai... gigi nya begitu tajam... kuku nya tajam & juga panjang...
" Ana " ucap Kakek Ana yang baru saja menyadari pemilik suara itu
seketika tangan kiri Ana memanjang kemudian tangan itu mencekek leher kakek tua itu.. dan..
crek..
Ana baru saja memisahkan kepala kakek tua itu dari tubuh nya...
hihihihiiiiiii........
terdengar suara tawa kemenangan dari Ana
TAMAT
hai....
makasih udah mampir dan baca cerpen ini sampai akhir.... jangan lupa tinggalkan jejak ya...
like.. komen.. author tunggu.. 🌻
da..... 💚