***
Tema dari:Lidiya.
***
Aku adalah Edo.
Umurku 6 tahun.
Aku adalah anak tunggal.
Ini adalah kisahku.
Yang selalu di ganggu oleh makhluk tak kasat mata.
***
Pada suatu hari.
Bapakku berangkat kerja ke Jakarta.
Ia adalah seorang tentara.
***
Malam Hari Kemudian...
***
Seperti biasanya, sebelum tidur aku selalu di ceritakan sebuah dongeng oleh Ibu ku.
***
Tengah Malam Kemudian...
***
Aku terbangun, kalau Bapak tidak ada di samping ku.
Tapi aku cepat tersadar.
"Oh ya,Bapak kan pergi kerja..."Ucap ku dalam hati.
Aku ingin tidur lagi tapi susah.
Sangat gelap, memang biasanya Ibu selalu mematikan lampu saat tidur.
Aku melihat keseliling sudut ruangan.
Tiba-tiba ada yang menarik perhatian ku.
Diatas lemari dari langit-langit sesek bambu ada sesosok bayangan wanita seperti sedang tidur di atas lemari tersebut.
Spontan aku pun membangun kan ibuku.
"Bu,Ibu...Itu ada seorang wanita di atas lemari Bu..."Ucapku sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ibu ku.
"Nggak ada apa-apa kok... Sudah tidur besok sekolah..."Ucap Ibuku sambil memeluk ku.
Aku pun memejamkan mata.
Dan melihat sesekali bayangan perempuan itu.
"Hiiiihhh... Bayangan itu masih ada..."Ucapku dalam hati,lalu memejamkan mata lagi.
Aku tidur dengan paksa.
Keringat dingin membasahi tubuhku.
***
Keesokan Harinya...
Sama seperti sebelumnya.
Aku terbangun di malam hari.
Dan melihat bayangan perempuan itu lagi.
Aku berpikir itu adalah bayangan Ibu ku.
Lalu aku menggerak-gerakkan tangan Ibu.
Tapi bayangan itu tidak bergerak.
"Ja...Jadi...Siapa bayangan itu..."Ucapku dalam hati.
Lalu aku membangun kan Ibu.
Dan sama seperti kemarin dia menyuruh ku tidur lagi.
***
Di Dalam Mimpi Ku.
Ada seorang perempuan yang berdiri di atas tubuhku.
Aku merasa sesak untuk bernafas.
Ada kobaran api di belakang nya.
Wajahnya tak nampak.
Tapi matanya merah menyala.
***
Sampai aku di kejutkan dengan suara yang memanggil namaku.
***
"Le... Bangun Le..."
"Ibu..."Ucapku dalam hati.
"Kamu kenapa tidur sambil nangis gitu...???"Ucap Ibuku khawatir.
"Aku mimpi setan Bu..."Ucapku.
"Makanya... Kalau mau tidur baca doa dulu..."Ucap Ibuku.
***
Malam Harinya...
***
Kali ini berbeda.
Aku meminta Ibuku terus membaca kan dongeng untuk ku.
Sebenarnya aku sangat takut untuk tidur.
"Lagi Bu..."Pinta ku.
Tapi malahan ibu yang merasa ngantuk.
"Sudahlah Ibu ngantuk.Awas nanti besok kesiangan..."Ucap Ibuku sambil mematikan lampu.
Lalu aku langsung memperhatikan bayangan perempuan itu.
Aku sempat berpikir.
"Kok dia nggak gerak sih masa kalau digigit nyamuk nggak gatal...???"Pikirku polos.
Tak beberapa lama kemudian.
Ada seseorang yang mengetuk pintu rumah ku.
TOKK..TOKK..TOKK..
Aku berpikir itu adalah Bapak ku.
"Bapak...???"Ucapku dalam hati.
Tapi tak beberapa lama kemudian.
Terdengar suara cekikikan seorang wanita.
Dan itu berasal dari Ibu ku sendiri.
"Hihihihihihi..."
"Hihihihihihi..."
"Hihihihihihi.."
Aku ketakutan dan menangis.
"Huwaaaa..."
"Huwaaaa..."
"Huwaaaa..."
***
Sampai aku di bangunkan oleh suara yang memanggil ku.
***
"Le...Bangun Le..."
Ternyata itu adalah suara Ibuku.
Aku merasa menggigil,nggak enak badan,di seluruh badan ku.
"Kamu kenapa...???Mimpi setan lagi...???"Tanya Ibuku.
Aku tak bisa menjawab karena aku masih takut.
"Loh...Nak kamu panas...???"Tanya Ibuku khawatir.
***
Hari itu aku nggak berangkat sekolah.
Setelah ketakutan ku mereda.
Aku menceritakan semuanya kepada ibu.
Ibu ku merasa heran kenapa mimpi ku dan dia sama...???
Lalu ibu menelepon bapak.
Dia menceritakan semua yang aku alami.
"Oh gitu...Ya sudah nanti aku minta Pak Somad untuk datang ke rumah..."Ucap Bapak dalam telepon.
"Edo mana Edo...???"Ucap Bapak.
***
Lalu Ibu mendekat kan ponselnya ke telinga ku.
***
"Edo...Edo cepat sembuh ya...Bapak belum bisa pulang...Nanti kalau Bapak pulang... Bapak bawakan oleh-oleh buat Edo..."Ucap Bapak ku lembut.
"Asyik... Terimakasih Pak..."Ucapku gembira.
***
Siang harinya.
Pak Somad datang ke rumah ku.
Setelah beberapa lama Pak Somad berbincang-bincang dengan Ibuku.
Dia langsung menghampiri kamar ku.
Dia mengangkat kedua tangan nya dan berdoa.
Lalu komat-kamit.
Aneh...Terdengar dari dalam kamar seorang jeritan perempuan kesakitan.
PANASSS...
AAAAAAHHHHHHHH...
PANASSS...
Setelah selesai.
Pak Somad lalu menjelaskan nya pada Ibuku.
"Itu langit-langit sesek bambu diambil dari kebun bambu sebelah.Sebelum kamu nikah sama suamimu...Yang buat langit-langit sesek bambu itu ya aku, suamimu,sama warga sekitar..."Jelas Pak Somad.
"Nah... Disitu kan tinggal kuntilanak...Jadi pas di buat langit-langit dia masih ngikut..."Jelas Pak Somad.
"Aku kira itu bayangan biasa...Wong biasanya aja nggak ada..."Ucap Ibu ku.
"Suamimu lumayan pinter lho...Yang kayak ginian.Jadi,pas suamimu lagi nggak ada di rumah dia gangguin kalian..."Ucap Pak Somad.
"Lah...jadi yang ketok-ketok pintu di dalam mimpi saya itu kuntilanak nya Mbah...???"Ucap Ibu terkejut.
*Di Dalam Mimpi*
TOKK..TOKK..TOKK..
"Bu...Bukain pintunya..."
"Hahhh..."Ucap Ibuku kaget.
"Hihihihihihi..."
***
"Ya nggak saya bukain orang mukanya serem gitu..."Ucap Ibuku gelisah.
"Mungkin karena dia masih dendam karena rumahnya kami potong... Hehehe..."Ucap Pak Somad sambil bercanda.
***
Akhirnya langit-langit tersebut di ganti dengan bahan asbes.
Lagian itu langit-langit memang sudah rusak.
Dan sudah waktunya diganti.
Jadi tidur malam ku bertambah nyenyak dan lebih berkualiti.
***TAMAT***