[#1] PETUNJUK DALAM BUKU
Cerita di mulai dari seorang mahasiswa yangbaru keluar dari kampua dengan gaya sok keren dengan kaca mata hitam dan jaket serta tas tas yang di jijing di bahu kanannya, dia masuk ke dalam sebuah mobil lamborgini kuning keemasan yang terparkir di sana, lalu setelah dia masuk dia melepas kacamatanya dan hendak menyalakan mobil, namun dari arah luar mobil ada seseorang yang berteriak ke arahnya dengan suara yang agak nyaring
" Bintaaaaaang...." teriak seseorang.
Bintang yang mendengar teriakan itu mengurungkan niatnya untuk menyalakan mesin mobil. 'aduuuhh, kenapa kakak harus keluar sekarang sih gagal deh rencana gue' -batin Bintang.
Lalu Bintang dengan ekspresi kesal turun dari mobil dan menghampiri kakaknya.
"Mau kemana kamu,lupa yaa kakak kamu tuh masih ada kelas tungguin dong..." tanya Mentari
"Itu kak...aku..aku..." jawab Bintang dengan ragu ragu.
"Aaahh...udah lah kelamaan, cepet ikut kakak, kita kerumah Kak Kejora" ucap mentari mengajak
"Haaa, ngapain kak kan baru semalem kita kesana, hoooo tunggu apa kak Kejoraaaa..." ucap Bintang menebak nebak.
"Ah udah lah gak usah banyak omong, mending kita cepet ke sana dari pada Kak Kejora kenapa kenapa, cepet nyalain mobilnya." Perintah Mentari.
"Tapi kak..." bantah Bintang
"Cepetan, atau kakak yang nyetir nih" paksa Mentari.
"Iyah kak iyah, sabar napa" jawab Bintang.
Lalu mereka berdua bergegas pergi, beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah rumah bertingkat 2 yang mewah besar dan luas bak sebuah mall. Mentari dan Bintang keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah dan untungnya pintu itu tidak di kunci.
*
Mentari dan Bintang tiba di ruang tamu, di sana terlihat ada Kejora dan sang suami (Abram) tengah dudu di sofa sambil melihat sesuatu.
Mentari dan Bintang yang heran langsung menyapa mereka.
"Kak,..." sapa Mentari.
Kejora dan Abram langsung menoleh ke arah Mentari dan bintang, lalu tanpa berpikir panjang ia langsung menyuruh mereka duduk.
"Gimana Ri Sidangnya lancar?" Tanya Kejora.
"Allhamdulilah Lancar kak" jawab Mentari.
"Dan kamu bintang,Hari ini kakak dapet telepon dari kampus lagi katanya kamu gak ikut kuis 2 kali,.."ucap Kejora
"Hehe...maaf Kak" jawab Bintang sembari tersenyum.
*
"Oh ya kak kenapa tadi kakak telepon aku suruh ke sini secepatnya, emang ada apa" tanya Mentari.
"Iya kak ada apa" tambah Bintang.
"Oh,itu...jadi gini ( sambil menunjukan telapak tangannya yang terdapat tanda goresan seperti luka cakaran yang membekas namun tidak berdarah)...lihat...sejak sat itu kutukan yang di tinggalkan ibu ini, selalu membuat kakak, terus bermimpi tentang sebuah buku yang di tulis oleh ibu kita, tapi kakak gak tahu itu di mana, karena itu sejak saat itu juga kakak gak bisa tidur, Kakak selalu terbangun setiap pukul sebelas malem, bahkan Abram pun udah coba kasih kakak obat tidur tapi tetep aja gak bisa..." ungkap Kejora
"Jadi maksud kakak, arti dari mimpi kakak, kita harus nemuin buku misterius, karena secara tidak langaung buku itu berhubungan dengan kutukan kakak dan rahasia kedua orang tua kita, begitu..." Tebak Mentari.
"Mungkin Begitu"jawab Mentari.
"Tapi kita cari dimana, sementara kita gak tau kayak gimana buku itu." gumam Bintang.
Mereka beberapa saat terdiam sambil berpikir. Kemudia Abram tiba tiba berceletuk kalau memang buku itu di buat oleh sang ibu pasti petunjuk buku itu berada di tempat yang dekat dengan almahrum sang ibu.
Lalu Kejora beserta ke dua adiknya serentak mengiyakan celethukan dari Abram. Seketika mereka berempat langsung pergi dan menuju ke kerumah lama mereka.
Setelah sampai di sana Mereka ber empat tidak langsung masuk, mereka melihat sekeliling sambil sesekali bernostalgia.
Namun Kejora malah fokus dengan sebuah Retakaan di gagang pintu rumah lama mereka yang Kejora rasa itu baru saja di buat. Kejora yang heran mencoba mendekatkan bekas cakaran di tangan kanannya ke gagang pintu. Namun tiba tiba Kejora berteriak kepanasa dan pada bekas cakaran itu keluar asap yang sedikit demi sedikit mengepul, dan bekas cakaran itu perlahan lahan berubah menjadi merah melepuh. Abram, Mentari dan Bintang yang kaget lalu menghampiri sang kakak. Yang terus berteriak kesakitan.
"Kenapa sayang....?" Tanya Abram.
"Aaaa...panasss...huh huh huh...panas aaaaa....panass...huft huft huft huft...aaaa" teriak Kejora.
"Aduh Kak Abram ini gimana?" Tanya Bintang.
"Kakak juga gak tahu..." jawab Abram sambil mengelemg gelengkan kepala dengan ekspresi cemas dan panik.
"Buka....aaaah...bu..buka pintu itu dan ambil air suci di meja yang ada di kamar ibu kita...cepat...cepat...aaaah..aku gak sanggup naha panas ini...cepattt" perintah Kejora.
Tanpa berpikir panjang Mentari dan Bintang langsung masuk kedalam dan menacari air sesuai arahan sang kakak, sementara itu Abram berusaha menenangkan sang istri.
"Tenang sayang,...Jangan panik, atur nafas kamu.." ucap Abram.
*
Di dalam rumah Mentari dan Bintang sudah tiba di kamar almahrum sang mama.
"Kak di mana, aku tidak melihat air suci itu...." ucap Bintang.
"Kakak bilang ada di atas meja...tapi ini gak ada...emmm ciba cari cari di dalam laci..." perintah Mentari.
"Gak ada kak" lapor Bintang.
Lalu Bintang yang kelelahan hendak beristirahat sebentar dengan menyenderakan tangannya di pinggir tempat tidur. Namun pegangannya meleset sehingga ia jatuh tersungkur kedepan. Selain rasa sakit saat jatuh Bintang tidak sengaja melihat ke bawah ranjang, dia kaget saat melihat ada sebuah buku kuno yang tebal di sana dan ada sebuah botol seukuran telapak tangan manusia dewasa di atasnya.
Bintang yang takut sekaligus terkejut langsung memanggil dan memberitahu Mentari.
"Kak, sini kak...." panggil Bintang
"Ada apa?" Tanya Mentari.
"Coba kakak liat kebawah ranjang" ucap Bintang.
"Kenapa sih" tanya Mentari lagi.
"Ah udah liat dulu aja" ucap Bintang.
"Ihhh, apaan sih" gerutu Mentari.
Saat Mentari menengok kebawah tak jauh beda dengan Bintang, Mentari kaget bukan kepalang. Lalu Tanpa berpikir ia langsung mengambil botol dan sebuku bukunya, ia bawa keluar dari kamar dan bergegas menemui sang kakak yang semakin kesakitan dan ia mulai lemas.
"Kak...ini Airnya..." ucap mentari sambil memberikan Air di tangan kanannya.
Kemudian Kejora langsung membuka penutup botol itu dengan meminta bantuan Abram untuk perlahan lahan menuangkan Air suci itu ke telapak tangannya. Ajaibnya saat air suci itu di tuangkan luka melepuh yang ada di sekitar bekas cakaran mulai menghilang dan Kondisi Kejora pun mulai membaik.
Di saat suasana mulai tenang tiba tiba mereka di kejutkan dengan suara benda jatuh dari samping rumah, sontak mereka langsung berlari menuju ke sumber suara. Mentari yang lupa meninggalkan bukunya yang tadi di temukan di atas tempat yang tadi di duduki Kejora. Saat Mentari berlalu pegri tiba tiba sosok berbaju putih panjang dengan rambut yabg acak acakan serta menutupi sebagian wajahnya. Menatap kearah Mentari berlari dan tiba tiba menghilang
*
Kejora dan yang lainnya tiba di sumber suara tapi mereka tidak menemukan apa pun, di sana hanya terlihat pecahan genteng. Namun saat di lihat ke atas rumah mereka tidak beratap kan genteng tapi asbes, lalu dari mana pecahan genteng ini berasal -gumam Bintang-.
Lalu mereka berempat yang merasa ada kejanggalan, mulai berpencar ke segala penjuru untuk menemukan petunjuk di sana.
Di tengah tengah pencarian tiba tiba sosok berbaju putih yang menghilang tadi muncul di sebuah pohon yang terletak di samping garasi. Sosok itu terus menatap ke arah Kejora, lalu tiba tiba menghilang lagi.
Mentari yang sadar ada yang mengawasi mereka terkejut saat dia melihat penampakan yang mengerikan di atas atap garasi, di sana berdiri sesosok misterius mengenakan pakaian berwana merah dengan rambut panjang yang menjuntai ke bawah, terlihat badanya mengarah kebelakang dan kepalanya berputar 180° bak burung hantu, dengan tatapan merah menyala, dia menyulurkan lidah berapinya ke arah mentari.
Mentari yang kaget langsung jatuh tersungkur dan tidak segaja memecahkan satu pot yang ternyata pot kesayangan sang ibu.
Saat pot itu pecah justru terlihat ada bungkusan kain putih yang bercampur dengan tanah. Mentari yang curiga langsung membuka bungkusan itu, saat bungkusan tersebut telah terbuka, ternyata ada sebuah kunci dan selembar kertas di sana.
Mentari yang takut langsung berteriak memanggil Kejora dan yang lainnya.
"Apa...ada apa Ri..?" Tanya Kejora.
"Iya ada apa kak?" Tambah Bintang.
"Ini..(sambil menunjuk barang temuannya)...ini keluar dari pot itu, pot kesayangan ibu yang gak sengaja aku pecahin, karena...karenaa...Karena tadi aku gak sengaja liat penampakan di ataa garasi bekas itu." ucap Mentari.
"Ini seperti kunvi yang sama yang ada di diary ibu, iyah kunci ini untuk membuka buku yang di dalam terdapat petunjuk yang akan berguna bagi mereka," kata Kejora.
Lalu setelah beberapa saat terdiam Kejora pun langsung menanyakan di mana keberadaan buku yang tadi di bawa Mentari, setelah Mentari memberitahu keberadaan buku itu. Kejora langsung berlari secepat kilat menuju buku itu.
"Ini kak bukunya" tunjuk Mentari.
"Mentari coba cari ada kaya lubang kunci di situ..." tanya kejora.
"Ada kak di bagian belakang buku ini" jawab Mentari.
"Dek, karena kamu yang nemuin kunci ini coba kamu masukkin kunci ke dalam lubang itu." Perintah Kejora.
"Baik kak."
Situasi pun semakin tegang saat Mentari berhasil memasukam kunci itu kedalam lubangnya, tiba tiba dari arah belakang mereka sosok berbaju merah itu muncul dan berjalan mendekati mentari sembari menjulurkan lidah apinya, sementara itu entah mengapa kunci itu tidak bisa di putar, dan hantu itu sudah semakin dekat.
"Ri ayoo cepettt" ucap Kejora
"Gak bisa kak, gak bisa di puter"
"Hah terus gimana dong, coba kakak Ajah."
Saat kejora baru menyentuh gagang kunci itu, tiba tiba hantu merasa kepanasan dan menghilang ke udara.
Kejora dan yang lain pun akhirnya bisa bernapas lega.
Setelah itu Kejora kembali meneruskan usahanya untuk membuka kunci itu, perlahan tapi pasti kunci itu mulai bergerak dan berhasil terbuka.
Saat Kejora berhasil membuka kunci itu, tiba tiba buku itu bergerak sendiri dengan liar. Kejora dan lainnya yang kaget sekaligus takut langsung memundurkan langkah mereka.
Dan, 'bummmm...' tiba tiba sebuah buku kecil keluar dari dalamnya dan jatuh kelantai, lalu buku besar itu berhenti bergerak dan lenyap begitu saja.
Kejora yang penasaran langsung membuka buku itu, saat di buka ternyata buku berisi penggalan kata yang jika di susun menjadi satu membentuk sebuah kalimat teka teki yang sekaligus petunjuk di mana keberadaan Jurnal misterius milik sang ibu yaitu - IA BERADA DI TEMPAT YANG SEJATI, DIMANA BUKAN DIA YANG MENCARI TAPI MEREKA YANG MENCARINYA, DIA KADANG HANYA DI LIHAT TANPA MENGETAHUI ISINYA, KADANG PULA HANYA DI BUAT PAJANGAN, KEBERADAAN PENTING NAMUN JARANG ORANG YANG PEDULI, ISINYA AMAT DI PERLUKAN BAGI GENERASI PENERUS, DIMANA DIA?-.
*PERPUSTAKAAAN AYAH...* Seru ketiga kakak beradik itu secara bersamaan.
Akhirnya setelah mereka mendapat petunjuk pertama mereka kembali ke rumah kejora. Dan beristirahat sebelum keesokannya memulai penelusuran mereka.
-......-