Senja sudah tiba, sejak matahari mulai tenggelam kemudian menjadi malam.
Hal yang aku takutkan hanyalah waktu gemerlap itu tiba.
Aku mungkin sudah dewasa namun aku masih suka takut kalo ke kamar mandi sendirian.
Sangat mengerikan, jika menonton film horror juga sendirian.
Terutama dirumah sebesar ini pula sendirian.
Tidak dapat kubayangkan, Tidak dapat kupastikan kalau dia selalu mengawasiku, dia mengikutiku kemanapun aku pergi.
"Kebelet pipis" Gumamku menahan kepengin buang air kecil.
Brrrr
Lepas itu aku mau memasak sesuatu perut ini sangat kelaparan, mungkin aku harus memasak telur dadar saja sangat simple?!
Aku mengambil loyang kecil untuk mulai menggoreng
'Akhirnya sudah matang'
Aku mengambil nasi di mejikom, dan makan sambil menonton Film horror di dvd player. Aku mengatur tvku untuk ke layar biru lalu memasukan kaset ini.
Menegangkan sekali makan sambil nonton. Layar televisiku 45 inch jadi sangat nyaman banget.
Argggggggh
Aku geli melihat film ini, hantunya sangat menyeramkan. Secara tiba - tiba layarnya mati padahal aku tidak menyetel otomatis. Pada saat makananku sudah habis.
"Apa!?" Kagetku.
Aku menaruh piringku ke meja makan lalu melangkahkan kakiku untuk menyalakannya tvku kembali karena matinya bukan berasal dari remot.
Matinya berasal dari tombol power.
Aku sudah memencetnya namun anehnya tidak mau menyala. Bulu kudukku tiba - tiba merinding seperti yang mengawasiku dekat denganku.
Lalu akupun berbalik kebelakang, tapi tidak apa - apa.
Aku menghela nafas "Mungkin ini cuma perasaanku saja"
Lalu perasaan aneh ini muncul kembali, sesuatu yang sangat janggal.
Bulu kudukku berdiri seperti hawa dingin ini tiba - tiba menusuk tulangku.
Lalu aku kembali berbalik lagi.
"Aaaaaaaaa" Makhluk halus itu muncul kuntilanak merah itu sedang membawa pisau dapurku.
Dia menusuk pas dijantungku, mulai keluar darah lalu darah ini semakin membanyak. Kakiku tidak kuat lagi menopang tubuh ini akupun terhuyung jatuh ke lantai.
Pingsan dengan keadaan tidak sadarkan diri.
The End👻
😱😱😱
^^Jangan lupa like dan komen agar author makin antusias membuat cerpen yang menarik lagi.