Halo guys! Pendaftaran anggota sudah ditutup ya! Sekarang, yuk nantikan cerita yang akan kami berikan! Yuk baca "Tragedi Di Hutan Terlarang" ~>>
Dibuat oleh tim Ghost Cop
Cerita sudah tamat
Selamat menikmati
[DICE MR]
Awalnya Angelika tak ingin ikut petualangan temannya Marion dan Sany. Namun setelah didesak akhirnya Angelika ikut menjelajahi sebuah daerah yang belum pernah dijamah oleh siapapun. Konon kata orang disana ada sebuah pemukiman yang dihuni oleh suatu suku yang tak diketahui identitasnya.
Untuk itu mereka akan meliput daerah itu guna mendapatkan berita yang lebih akurat. Semua itu akan dipersembahkan dalam film dokumenter yang akan mereka garap.
Persiapan sudah rapi, segala perlengkapan sudah mereka simpan di dalam ransel masing-masing. Marion menghubungi empat orang temannya yang lain. Menanyakan persiapan mereka untuk berangkat esok hari.
Sedangkan Angelika dan Sany masih mempelajari peta lokasi tujuan mereka. Dengan rapi Angelika menyusun rencana demi petualangan esok hari.
"Esok pagi jam tujuh tim kita sudah kumpul di posko. Setelah itu lanjut ke terminal naik bus ke kota kabupaten,"ujar Angelika pada kedua temannya.
[Lidya Mariska]
Hari pun berganti dan tibalah saatnya mereka berangkat. Sesuai janji, Marion dan kedua temannya berkumpul di posko sambil menunggu
keempat orang lainnya
30 menit berlalu keempat orang itu akhirnya datang
mereka adalah Sam, Miru, Dastin, dan Viran
"Lama banget sih, untung masih ada sisa waktu" ujar Sany yang sudah kesal menunggu
"Iya maaf, soalnya tadi Miru tiba-tiba kerasukan makanya kita tenangin dulu" balas Sam yang merupakan kakak Miru.. Semua yang mendengar itu pun terdiam dan mulai merasa bahwa perjalanan kali ini tidak akan berjalan mulus.
"Hei, udah ayo jalan! nanti kita ketinggalan bus!" kata-kata Viran, berhasil membuat mereka sadar dari lamunannya dan langsung bergegas pergi ke terminal bus.
Setelah sampai, mereka langsung naik ke dalam satu-satunya bus disana
[Miss Moon]
Setelah beberapa jam menunggu sampai di lokasi, mereka akhirnya sampai.Meski harus berjalan kaki setelah dibawa jauh dari tempat tujuan, mereka akhirnya dengan selamat menginjakkan kaki di daerah yang konon dihuni suku tak dikenal.
“Wei, kata ibuku sebelum masuk hutan, kamu perlu membaca doa dulu, nanti perjalanan akan lancar”, kata Marion.
"Untuk apa? Toh menurutku tidak ada yang perlu ditakuti. Selama aku punya, kalian semua akan selamat," ucap Viran bangga.
“Jangan bicara terlalu sombong. Aku takut penjaga di hutan ini akan mengganggu kita karena kamu,” kata Sam segera menutup mulutnya.
"Heh, maksudmu hantu? Eh, ini Viran loh! Lihat saja aku, hantu bisa lari", tambahnya.
Setiap orang yang tidak peduli dengan sikap arogan Viran terus menjauh darinya, Viran juga terlihat marah dan mengikuti mereka dari belakang melewati hutan.
[ghaitsaa]
Sam memperhatikan viren,yang sedari tadi berjalan dengan muka cemberut,kemudian Sam menghampiri viren serta merangkul bahunya.
"aku ingin memberitahumu sesuatu" ucap Sam.
"apa?" katanya dengan kesal
"sudahlah lupakan yang tadi, dengarkan aku"
"aku mendengar desas desus hutan ini,katanya suku pedalaman disini suka mengoleksi mata wisatawan asing loh, mereka mengambil matanya dan memajangnya di depan rumah"
"ada juga yang bilang bahkan mereka suka memakan jantung manusia,biar awet muda katanya".Sam berkata sambil melihat Viran yang terhentak kaget akibat ucapannya.
"jangan coba coba menakutiku"ucap Viran
"mereka bahkan tidak segan segan looh menguliti para wisatawan yang nakal,untuk menghiasi lampion mereka"Sam semakin menimpali Viran
"aah...kau bercanda kan?'' Viran mulai merasa takut.
"iya...apa kau tak Percaya padaku"Sam semakin meyakinkan viren dengan ucapannya.
seketika Viran merenungkan ucapan Sam, Sam pun berlalu dengan cepat untuk menyusul teman teman di depan
"apa yang kau katakan padanya?"ucap Marion
"tidak ada apa apa"
"kau pikir aku mengenalmu baru sehari gitu,kenapa mukanya viren seperti kelihatan cemas"Marlon kembali bertanya
"aku hanya memperingatkan dia saja,agar menjaga sikapnya,entah entah kita ketemu dengan orang aneh disini,"Sam berkata sambil melihat ke depan
"eh lihat ada pemukiman penduduk disana," Anggelika berkata sambil menunjuk ke depan
[❤️nana laviestbelle❤️]
Sejurus mata 6 pasang mata melihat takjub kearah yang ditunjuk Angelica. Hanya perkampungan biasa, sama sekali tidak ada hal mengerikan tampak disana, bagaimana mungkin ada cerita menyeramkan dari tempat itu?
"Wuiiih.. Rasanya aku mau menjadi bagian dari suku itu, haha." Celetuk Sany.
"Hei San, kamu mau jadi nyonya suku itu?" Tanya Miru.
"Isssh, emang aku perempuan apaan kok bisa-bisanya mudah ditaklukkan?" Sahut Sany ditanggapi kekehan teman-temannya.
"Hemmm.. Pasti seru bertualang disini, dengan pesona Sany dan Angel, tentu mereka tidak akan tega menjamah kita, mengoleksi mata ataupun sampai memakan jantung kita." Harap Sam.
"Maksudmu, aku dan Angel jadi tumbal gitu?"
"Hus, ingat jaga perkataan kalian." Marlon mengingatkan.
"Ehm.. Aku dengar, lelaki disitu senang gadis pendatang. Demi mendapatkan anak yang tangguh dan menambah kekuatan mereka, mereka harus menghamili gadis diluar suku mereka." Timpal Dastin pula.
"Kok tahu?" Tanya Angel penasaran.
"Hanya mendengar kabarnya saja, kebenarannya nanti sebentar kita buktikan bersama, haha." Ujar Dastin lagi.
Syuuuuuhhhh.... syuuuuuhhhh...
Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang, menggoyahkan jalan mereka namun anehnya rumput didekat kaki dan dedaunan di pohon tampak tenang-tenang saja seolah tidak terdampak tiupan angin kencang.
"Well, anggap saja ini ucapan selamat datang." Ujar Sam optimis.
[❄️Ryuho❄️]
"hmm, rasanya ada yang ganjal di sini!" ucap Angel merasa cemas. Semua berhenti dan melihat ke arah Angel.
"Apa kau takut?"tanya viran merendahkan. "sudahlah ayo cepat kesana" ucap sam.
mereka semua akhirnya melanjutkan langkah yang tadi sempat terhenti karena ucapan Angel. Sesampainya mereka di wilayah suku yang tidak di kenal.
"lebih baik kita menyapa penduduk di sini dan minta izin untuk bermalam" ucap Marlon. Mereka semua mengangguk menyetujui perkataan Marlon. Dan akhirnya mereka mendatangi salah satu rumah yang paling besar di suku tersebut.
"Permisi! apa kami bisa menumpam untuk bermalam di sini?" ucap Sam sopan kepada prai yang sedang duduk santai di depan rumah tersebut.
Sedangkan pria itu hanya sibuk melihat ke arah Angel saja, dan seketika melihat kearah Sam yang tadinya bertanya. Dan pria tersebut mengijinkan mereka semua untuk bermalam di kediamannya.
Dan malam pun tiba. Semua orang telah tertidur pulas, dan sedangkan Angel terbangun karena ingin buang air kecil. "Sany ayo bangun, temani aku" ucap Angel yang berniat membangunkan Sany yang tengah tertidur pulas. Namus Sany tidak kunjung bangun dan membuat Angel memberanikan diri untuk pergi ke luar sendiri.
Tak di sangkah ternyata ada yang mengikuti Angel. Dan ternyata itu adalah pria yang memberikan mereka tempat bermalam. Tak di sadari ternyata Sam juga mengikuti pria tersebut karena melihatnya keluar pada tengah malam.
Dan betapa terkejutnya Sam ketika melihat pria tersebut sedang mengikuti Angel dan Sam berniat untung memanggil Angel... Namun "AN..." ucapan Sam terpotong karena ada yang memukul kepalanya dengan sangat keras dari belakang dan menyebabkan dia pingsan.
[Okita Niken]
Angelika yang menyadari hal itu segera berteriak membuat semua orang terbangun
"Angel, ada apa!" semua orang segera pergi melihat dan menemukan 2 orang pria yang mengelilingi Angelika, dan Sam yang tergeletak tak berdaya
"Semuanya! Pergi dari sini!" Miru yang menyadari situasi yang terjadi langsung berlari dan menendang salah satu pria di dekat Angelika diikuti dengan Dustin yang juga memukul pria yang satunya
"Ta-tapi Sam..!" mereka ingin membawa Sam tapi ketika memeriksa nadinya, Sam sudah tidak bernyawa.. Mereka hanya bisa merelakan Sam dan langsung pergi karena banyak penduduk desa yang mulai keluar
Setelah kejar-kejaran dengan para penduduk beberapa saat, mereka akhirnya bisa terbebas dan memulai perjalanan untuk keluar dari hutan terkutuk ini
[ [🦉] Reizel]
Ketika dalam perjalanan Viran merasakan perutnya sakit, dia pun menyuruh temannya untuk pergi dahulu tapi tidak disetujui "Ini sudah malam dan terlalu berisiko pergi sendirian"
"Jika ada yang berani mengangguku akan kutendang dia" jawab Viran dengan angkuh "Sudahlah, pergi saja dahulu aku sudah tak tahan" tambahnya
"Baiklah, ayo kita pergi" ucap Dastin sambil bergerak menjauh darinya
Mereka pun hanya mengikuti Dastin sambil sesekali menghibur Miru yang berduka atas kematian kakaknya Sam "Miru yg kuat yah, kita pasti selamat" Miru tidak mendengarkan dan hanya bergumam "Kita akan menyusul kakakku"
"Akhirnya.." ujar Viran, dia pun pergi ke semak-semak untuk membuang hajat, ketika selesai dia berencana kembali tapi ketika berjalan, lalang ditepinya bergerak. Viran yang penasaran langsung pergi kearah lalang itu, dia membuka dengan perlahan dan tidak menemukan apa-apa "Hah"Viran bernafas lega, tapi ketika berbalik ada seorang remaja lelaki memegang pisau sambil menyeringai.
Kenapa Viran lambat sekali?" tanya Sany
"Tadi dia bilang mau buang air, makanya lambat" jawab Dastin
"Tapi bukannya ini terlalu lama hanya untuk buang air?Tanya Angelika
Tiba-tiba.. "Aaaaaarrrghh!!" Mereka mendengar suara orang berteriak "Itu berasal dari tempat Viran!" Merekapun bergegas menuju tempat Viran, tapi tidak menemukan nya, dan hanya ada bercak darah. Mereka shok dan akhirnya berpencar
beberapa menit mencari mereka mendengar Miru berteriak. "Miru apa yang terjadi!" tanya Marion sambil memegang Miru, Miru hanya diam sambil menunjuk suatu tempat
Mata mereka terbelalak ketika melihat apa yg ada disana. Sebuah tubuh tak bernyawa, perutnya terbelah, organnya berada disekitarnya, tangan kakinya terpisah, dan yang paling mengerikan, kepalanya digantung dipohon dengan mata yg keluar dan mulut dijahit. Darah mengalir ditubuh itu menunjukkan pembunuhan baru saja terjadi. Semua yang melihat itu menangis dan ada yang muntah, akhirnya Miru angkat bicara "Itu.. Baju Viran kan?" Mereka lalu melihat ke sebuah pakaian yang tidak salah lagi milik Viran.
"Srak-srak" tanpa mereka sadari semak di
sekitar mereka bergerak
-Tamat-