Hari - hari berlalu lepas kepergian orang yang aku sayangi, perasaan ini tidak bisa lari dari kenyataan yang sepenuhnya pahit.
Tidak bisa dipungkiri lagi aku masih ingin dia bersamaku, tapi aku bisa apa? dia meninggalkan aku pergi begitu saja berlalu lalang.
Aku mendekam dikamarku dengan tangis yang terisak - isak, aku menginginkannya kembali, membawanya melekat dipelukanku.
Kenangan ini begitu sirna setelah aku menyadari semuanya bahwa dia sudah tiada lagi dalam kehidupanku. Tidak bisakah aku melupakanmu dalam benakku! Tidak bisakah aku membiarkanmu!
Aku harus melakukan apa? Aku tidak mau lagi mengingatnya!
Galeri ini masih menyimpan masa lalu kita berdua, lalu bagaimana dengan album yang kita buat bersama?
Ya benar sekali itu cara yang bagus untuk melenyapkanmu dalam pikiran yang terus menghantuiku.
"Aku akan membuang foto - fotomu di ponselku, lalu membakar album kita. Tindakanku sudah benar aku harus melakukannya sekarang!" pekikku
Semua foto yang sudah dihapus, lalu benda nyata nan sangat berharga milik kita berdua sudah hangus berdebu.
'Kenapa aku masih belum bisa melupakan dia!?' Umpatku didalam hati.
"Hihihihi" Suara cekikikan itu muncul lagi menghantuiku.
"Pergi kau!" Usirku.
"Rion, kau tidak akan pernah bisa melupakanku. Kamu harus membalaskan dendamku dulu!"
"Apa yang kau inginkan dariku" Bulu kudukku berdiri rasa merinding ini, selalu membuatku ingin menjerit keluar tangis air mata lagi.
"Rion, apa kau lupa perjanjian kita? Aku akan tetap menjadi pacarmu sampai kau benar - benar membalaskan apa yang semuanya telah terjadi padaku" Ungkitnya.
"A..A..Apa aku harus menuruti semua kemauanmu?"
"Tentu jika kau inginkan aku pergi dari dunia ini dengan tenang"
Tamat