"Di lihat dari tubuhnya yang terpotong-terpotong kurasa mayat itu sudah di bunuh oleh orang yang berbeda." Hardhi membuka masker, berbicara pada anak buahnya. Itu adalah mayat kelima yang di temukan Detektif Hardhi dalam satu hari.
Hardhi seorang Detektif kawakan, dia selalu berhasil mengungkap setiap tindak kejahatan, tapi belakangan ini kota menjadi tenteram tidak ada lagi kejahatan seperti pembunuhan atau perampokan berkat adanya Detektif Hardhi. Namun, Satu tahun berselang ketentraman kota mulai luntur, karena digegerkan dengan terjadinya kasus pembunuhan berantai.
Kali ini Hardhi sedikit kewalahan untuk mengungkap kasus pembunuhan berantai yang dalam satu hari bisa membunuh lima korban di tempat yang berbeda.
"Pasti pembunuhnya tidak sendiri." Hardhi melipat jidat. Berpikir.
"Mungkin." Anak buah I memegang dagu, juga berpikir.
Mereka berdiskusi di tempat kejadian, sambil mencari petunjuk.
"Pak, Anda harus melihat ini." Anak buah II memanggil Hardhi, dia menemukan sesuatu.
Anak buah II menemukan semacam cincin. Hardhi mangambil cincin itu dengan tangan yang sudah dibalut sarungan tangan karet. Lalu, dia masukan pada plastik tipis transparan.
"Terus mencari." Hardhi menyuruh.
Matahari sudah mulai tenggelam. Detektif dan anak buahnya itu masih berkutat di tempat kejadian, karena mereka tidak menerima laporan pembunuhan lagi hari itu.
Dari keempat tempat dibunuhnya korban sama sekali tidak ada petunjuk yang didapat. Kecuali di tempat kelima, mereka mendapat sedikit petunjuk.
Hardhi sudah ada di kantornya. Dia, dua anak buahnya dan beberapa Polisi sedang memeriksa setiap petunjuk yang ada.
"Pertama, cincin, kedua, tulisan di tembok, "RRH," dan ketiga, satu jari telunjuk kelima korban yang tersusun di kepala mayat terakhir. Lalu beberapa hari sebelumnya juga terjadi hal yang sama." Hardhi berpikir, keras.
***
Sudah beberapa hari dari kejadian pembunuhan itu tidak ada lagi kabar orang yang dibunuh.
Belum terungkap siapa pembunuh yang begitu keji leluasa memotong-motong tubuh korbannya menjadi potongan-potongan kecil.
***
Dua minggu kemudian. Kabar pembunuhan muncul kembali. Kali ini korban terakhir Si Pembunuh adalah seorang Polisi. Kejadiannya sama. Tubuhnya terpotong-potong, ada cincin, tulisan di tembok, dan jari yang tersusun.
Hardhi masih tidak bisa mengungkap siapa dalang dari semua ini.
***
Beberapa bulan kemudian. Hardhi ditangkap dan dipenjarakan dengan dua anak buahnya yang bernama Ris dan Rus.
- ungkap -