Sore itu aku berniat mengumpulkan tugas Fisika ke ruang guru, aku mengajak satu orang temanku untuk menemani ku masuk kedalam. Saat berada di pintu ruang guru, perasaanku sudah berbeda serasa ada hal aneh yang akan kita hadapi selama 5 menit ke depan. Di ruang guru hanya ada satu orang guru laki-laki yang sedang mengisi data-data siswa.
Selepas menyimpan buku, aku melewati lorong-lorong koridor antara ruang guru, ruang tamu, dan tuang tata usaha, tepat di depan pintu ruang administrasi sengaja aku lihat keadaan sekita ruangan itu di depan jendela ruangan. Saat sedang diperhatikan lebih dalam lagi aku melihat sosok hitam tinggi sedang menghadap ke belakang dan duduk di atas meja administrasi.
"Teman aku berkata kenapa kamu jalannya cepat?."
"Gak apa-apa hanya saja aku ingin segera pulang takut dimarahin mamah."
Di perjalanan pulang temanku kemabali bertanya.
"Ni kenapa tadi kamu jalan cepat tepat di depan ruang administrasi?."
"Aku tadi melihat sosok bayangan hitam tinggi yang sedang duduk di atas meja bagian administrasi."
"Yang benar kamu ni? kok aku mendengarnya jadi merinding ya?."
Beneran win, tadi aku melihatnya soalnya saat kita menuju ruangan itu kebetulan sekali adzan magrib berkumandang. Kata orang tua ku kalau kita keluar magrib banyak setan yang berkeliaran, aku sih anatara percaya dan tidak percaya karena itu mitos dari orang dulu kalau dalam bahasa sunda namanya "Sanekala".
Akhirnya sambil bercerita di jalan tidak terasa aku sudah sampai di depan rumah windi.
"Ni mau mampir dulu tidak?."
"Lain kali aja win, ini sudah pukul 19.00 aku takut di jalan pulang yang kebanyakan pohon tidak ada permukiman, mana sekarang malam jum'at lagi. Aku sudah kapok lihat yang gituan tadi di ruang administrasi."
"Ya udah hati-hati di jalan ya ni, hati-hati nanti kamu ketemu sama jurig lagi (hantu) haha."
"Apa sih win jangan bilang begitu atuh :( aku kan jadi takut, liat nih rambut-rambut di tangan aku langsung berdiri lancip. Tubuh aku juga gemeteran jadi takut pulang sendirian."
"Ya udah aku minta tolong si ilham aja buat nganterin kamu ni."
"Emang gak merepotkan win?."
"Ngga kok ni santai aja."
"Baiklah kalau begitu win, makasih ya."
"Sama-sama ni."
Akhirnya aku pulang diantar oleh si ilham sepupu si windi. Aku di jalan merasa ada yang kawal dan tentunya aman hehe. Gak nyangka ada cowok baik juga yang mau nganterin aku sampai gang rumah. Walau si ilham umurmya jauh lebih muda dari aku tapi rasa simpatinya sangat tinggi.
Akhirnya aku nyampe rumah pukul 19.30, di rumah aku langsung cuci muka dan makan malam. Selepas mengerjakan semua kewajiban rasanya aku cape banget dan ngantuk, akhirnya aku ketiduran dengan posisi tengkurap hehe.
Duhh jam berapa ini?
Ku lihat jam di dindingku menunjukan pukul 5.00 saatnya aku bersiap-siap mandi dan melaksanakan kewajiban aku sebagai seorang muslim yaitu sholat subuh. Setelah beres semuanya aku langsung ke dapur menemui mamah yang sedang masak nasi goreng untuk kita sarapan pagi bersama-sama.
Beres semuanya aku langsung pamitan untuk berangkat ke sekolah.
"Mah eny berangkat dulu atuh ya, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumssalam, jangan kebut-kebut ya bawa motornya.
"Iya siap atuh bos he."
Aku ke sekolah mengendarai honda beat merah, motor kesayangan aku tepat aku cus sana sini haha.
Sampai di sekolah, aku langsung memarkirkan motor. Aku lanjut memasuki koridor kelas mulai dari X Mipa 1- Berujung di kelas aku XII mipa 1.
Sesampai di depan kelas aku langsung mengucapkan salam kepada anak-anak kelas.
"Assalamu'alaikum cemuanya muach."
"Wa'alaikumssalam jawab serentak."
Aku langsung duduk di bangku aku, kebetulan teman sebangku aku sekaligus sahabat aku si Dita udah datang, di belakang aku ada si windi dan si aas yang sudah kepo dengan kelanjutan cerita aku.
Guys sini-sini merapat.
"Ada apa atuh maneh teh eni pagi-pagi udah mau ngerumpi aja haha jawab si aas yang biasa aku panggil boas."
"Aku ada cerita seram loh sore tadi bersama si windi."
"Cerita apa ni sahut si dita yang mulai kepo."
"Kemarin kan aku nganterin buku lks fisika kita ke ruang guru terus saat aku melewati ruang administrasi aku melihat ada sosok hitam tinggi sedang duduk di meja tempat pembayaran."
"Hah yang bener kamu? jawab boas."
"Bener maneh teh boas sueran."
"Kemarin juga pacar aku si evan sama liat sosok itu masuk ke WC perpustakaan sahut si boas."
"Tuh kan betul apa yang aku lihat, dan aku yakin tidak salah lihat deh suer asli."
"Terus kamu ngapain setelah lihat sosok itu? jawab dita."
"Aku jalan dengan cepat karena gak kuat lagi karena takut."
Ishh aku jadi makin merinding ni jawab aas.