"Kami adalah Kuis Hunter"
.
.
.
.
.
Musim panas tahun ini mungkin sedikit melelahkan bagi mereka. Cahaya matahari yang panas membakar kulit. Rasanya ingin selalu berendam di air. Tapi hal itu tak membuat mereka patah semangat.
Mereka adalah idol trainee. Mereka adalah Kuis Hunter. Meski banyak rintangan yang menghadang didepan mata mereka, hal itu tak akan mematahkan semangat mereka. Mereka adalah Mikoto, Maki, Mikio, Shinkai.
Bro, latihannya istrirahat dulu ya?" tanya Shinkai kepada Mikoto. Shinkan si anak pemalas diantara mereka berempat. Alasannya sih capeklah, laperlah, sakitlah, inilah, itulah, padahal ujung-ujungnya cuma untuk main game.
"Bentar gw catet dulu. Si Shinkai udah 25 kali bohong" Mikoto mengambil sebuah buku kecil dari sakunya dan mengambil pulpen juga. Clekkk.... Srettt srettt srettt.
"Jangan gitulah. Sekali sekali kita gak latihan" katanya sembari cengingisan mengacak-acak rambutnya.
"Wahh, parah lu Shin. Udah 25 kali, dan lu bilang sekali-kali" sindir Mikio.
"Inget, ntar malem itu babak penyisihan. Gak tau ntar kita kepilih atau enggak" sambung Maki.
"Iya iya, lanjut" Shinkai lalu bangkit berdiri untuk berlatih kembali.
Mereka pun kembali untuk memulai latihan untuk nanti malam. Berlatih dan terus berlatih, hingga tak sadar jam sudah menunjukan pukul 16.00. Mereka pun sesegera menyelesaikan latihannya.
Clekkk... Pintu ruangan tampak terbuka oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan managernya, Lisaa. (Muncul jadi tokoh gapapa lah ya, tokoh sampingan) "Hey kalian, ayo pulang dan cepatlah berkemas diri. Nanti akan ku jemput kalian jam tujuh malam" ujar Lisaa yang berdiri di depan pintu ruangan.
"Siap" jawab mereka sembari menunjukkan jari jempol tandanya setuju. Mereka pun segera mengemasi barang-barang yang berserakan di ruangan latihan. Lalu pulang kerumah mereka.
Clekk... Mereka menutup pintu ruangan dengan pelan pelan. Tak disangka ini hari terakhir mereka sebagai idol trainee. Rasanya waktu berjalan cepat, padahal baru kemarin mereka diterima.
Mereka pun meninggalkan ruangan itu, berharap hari esok mereka dapat kembali kesana. Tempat dimana mereka dipertemukan untuk pertama kalinya oleh manager mereka. Tempat dimana mereka memulai begitu banyak kenangan.
"Mik, menurut Lo ntar kita bakal balik kesini lagi gak?" tanya Shinkai sembari menepuk pundak mereka berdua. Siapa lagi pundak yang tepuk, pastinya Mikoto si Leader dan Makio si pendiam. "Apa?" sontak mereka langsung menenggok kearah Shinkai.
"Yang gw panggil si Mikoto, bukan Mikio" Ejek Shinkai.
"..."
"Ya, pastilah. Kita udah berjuang buat sampai ketempat ini. Semua jerih payah serta keringat telah kita keluarkan. Rasanya tak adil kalau sampai kalah" Mikoto menghela nafasnya dan diam sejenak, "Lagian, kalo kalah kita tinggal daftar lagi tahun depan. Kalau tahun depan kita kalah, kita daftar lagi. Kita coba terus sampai berhasil" Sambungnya.
"Yosh, kita harus tampilkan yang terbaik malam ini. Buat para cewek cewek jadi klepek-klepek." Shinkai tersenyum cemringis.
Tinnn!! Tinn!! Cittt!!! Brukk!!!
Sebuah mobil sedan melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang. Dan dengan cepatnya menghantam tubuh Mikoto hingga terhempas ketanah. "Miko!"
"Aduhh!! Gila, sakit." Mikoto memegang kaki kirinya. Kakinya memang tak cedera begitu parah. Ia masih bisa berjalan dengan kedua kakinya. Namun jika digunakan untuk menari tentu saja itu tak bisa. Apalagi kakinya sedikit bengkak.
Brumm!! Mobil itu langsung tancap gas meninggal mereka. Bahkan supirnya pun tak meminta maaf sekalipun, apalagi memberikan kompensasi.
"Woi! Lo yang nabrak, ganti rugi!" Teriak Maki kepada si pengendara mobil yang sudah terlanjur pergi jauh.
"Ehh gimana ini? Bawa kerumah dulu, panggil si Tante Lisaa" Mikio pun segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon managernya, Lisaa.
[Kak, kakinya Mikoto cedera]
[Hah? Oke, Gw Dateng kesitu]
Dirumah...
Tinn! Tinn!! Bunyi klakson mobil terdengar dari luar. Siapa lagi, pastinya itu manager mereka. Dari luar terlihat managernya datang bersama seorang dokter. Panggil saja Dokter Yui.
"Mana mana, gimana lukanya? Masih bisa buat ngedance gak?"
Dokter itu pun segera mengobati luka Mikoto dan membalutnya dengan perban. "Untuk sekarang luka di kakinya tidak cukup parah. Dan dia masih bisa menari, asalkan gerakannya tidak terlalu berlebihan" nasehat Dokter itu.
"Oke dok, terimakasih" Lisaa segera mengantarkan dokter itu keluar rumah untuk diantar pulang oleh supir.
"Tan," panggil Shinkai kepada Lisaa.
"Apa Loe bilang? Tante? Gw plitek lu"
"Maaf, maaf kak"
"Kak, Mikoto kan dancer utama, gak mungkin kita bisa ngubah koreografinya dalam waktu 1 jam" jelas Maki yang cemas akan keadaan Mikoto.
"Iya sih. Lu, mau undur atau gimana? Ntar gw usahain undur tanpa harus keluar dari idol trainee" tanya Lisaa kepada Mikoto sendiri.
"Gw... Gw gak mau mundur, dan gw mau ntar kita perform kayak biasa aja." jelasnya.
"Loe yakin? Kaki loe aja begitu" tanya Lisaa sekali lagi.
"Yah, habisnya Gw udah nunggu saat saat ini, Gw gak bakal mundur" jelasnya sekali lagi. (Hiks... Aku terhuray)
"Oke lah, cepet sana ganti baju, bentar lagi berangkat" pinta Lisaa sembari melihat jarum jam yang telah menunjukkan pukul 18. 30.
"Oke oke"
Setelah berganti baju, mereka sudah siap. Mereka pun segera berangkat ke Akihabara, lebih tepatnya Akihabara Cultures ZONE tempat mereka konser nantinya.
Setibanya di Akihabara Cultures ZONE...
"Yeaahhh!!!" terdengar suara sorakan meriah dari penonton. Padahal konsernya belum di mulai, tapi suasananya sudah semeriah ini, bagaimana nantinya.
"Gw jadi atut" Mikio melihat keseliling mereka. Suara penonton yang ramai tak terelakkan.
"Jan sampe pipis di celana lu" ejek Shinkai.
Mereka diantarkan sampai kebelakang panggung. Teryata suasana dibelakang panggung lebih mencengkam dibandingkan diluar. Banyak idol idol yang lebih hebat dari mereka berkumpul. Bahkan ada μ's, A-RISE, Aquors bahkan J-rock sekalipun.
"Gw jadi ngeri liat senior senior disini" bisik Maki kepada ketiga temannya. "Sama bro, kita serasa kentang disini"
Tengg!! Jam kota Akihabara berbunyi, tandanya sudah jam 7 malam. Konser pin segera di mulai. Pembaca acara mulai membawakan acaranya. Perasaan grogi dan takut tak bisa dihindari.
"Kita pasti bisa!"
Beberapa grup idol mulai tampil. Salah satunya μ's, mereka bisa dibilang sebagai pembuka. Selanjutnya dilanjut Aquors, J-Rock dan beberapa peserta idol trainee yang lain. kini giliran mereka untuk tampil.
"Mari kita sambut Kuis Hunter" sambut pembawa acara. "Yeahhh~" suara sorakan penonton semakin meriah. Tak mereka sangka akan seperti ini.
Alunan musik pun mulai berbunyi. Mereka menari dan menyanyi dengan penuh semangat. Berusaha untuk tampilkan yang terbaik bagi penonton. Namun, dibalik senyuman yang mereka tunjukkan, terdapat rasa kekhawatiran mereka akan cidera Mikoto. Semoga saja mereka berhasil melewatinya.
Sampai pada detik detik terakhir, saat Mikoto harus melakukan 'putaran Devil'. Ya... Orang orang menyebut putaran itu sebagai. Putaran Devil, atau putaran mematikan. Merupakan sebuah legenda didalam dunia grup idol. Tak semua orang dapat melakukannya, merupakan sebuah kebanggaan jika Mikoto berhasil melakukannya.
Tapp... Tapp... Tapp... Mereka harus tetap tersenyum, namun, jantung mereka berdetak kencang. Rasanya mereka berteriak didalam hati. Dan,
"Aaaahhhh!!! Love you Kuis Hunter!!!" Sorakan penonton? Apakah Mikoto berhasil melakukannya? Dan teryata, iya. Ia berhasil melakukannya.
.
.
.
.
.
Kini, seluruh peserta telah menunjukkan bakat mereka. Mempersembahkan penampilan terbaik bagi para penonton. Ini adalah saat saat yang mereka nantikan. Pengumuman pemenang lomba Idol Trainee.
"Dan, juara satu untuk lomba kali ini adalah...."
"Pastinya kalian semua deg-degan bukan?"
"Kuis Hunter!"
Teriakan penonton serta suara conveti memberikan perasaan terharu sekaligus bahagia. Tak disangka mereka benar-benar berhasil.
Mereka pun segera keluar dari balik panggung dan berjalan keluar dengan bangga. "Kami adalah Kuis Hunter"
Namun, bukannya penonton bersorak-sorai, mereka malah terdiam begitu juga dengan pembawa acara.
"Ada apa ini dengan kaki Mikoto? Mengapa ia dipapah oleh kalian?" Tanya salah satu pembawa acara.
"Kali ini karena kami telah memenangkan perlombaan ini, kami ingin bercerita sedikit. Suatu hari, ada seorang anak laki-laki yang telah berlatih dengan keras untuk hari H nya nanti. Namun, saat dijalan ia tak sengaja tertabrak, dan kakinya mengalami cedera. Namun, ia tak menyerah, bahkan di hari H nya ia tetap menampilkan yang terbaik bagi penonton" jelas Mikoto.
"Mikoto senpai, ganbatte!" teriak semangat dari para penonton. (Ish... Jijiknya pake Senpai)
"Untuk kedepannya, mohon dukungannya semuanya. Terimakasih."
[End]
Terimakasih telah membacanya. Aku meminta maaf jika ada kesalahan. Dan aku sendiri kurang mahir dalam membuat cerita bertokoh utama laki laki. Jadi kalau ada kesalahan, aku minta maaf.
Happy Reading All~