Selia Adnan ,gadis polos dan lugu yang masih duduk di bangku SMA harus kehilangan nyawanya waktu pulang dari sekolah.
Mobil melintas dengan cepatnya,menghantam tubuh mungilnya,darah kental dan segar dimana mana.
"A-apakah aku sudah mati?"Bingung Selia saat membuka matanya
Selina bangun dari tempat tidur,dan menuju cermin setelah merasakan bahwa itu bukanlah suaranya
Matanya membulat sempurna melihat wajahnya yang kini bukan dirinya sendiri.
"Si-siapa ini? tubuh siapa?.. argh!"Kepala selia tiba tiba terasa pusing,dan banyak ingatan yang masuk dalam otaknya.
"Kyaaa!"Selia berteriak setelah ingatan itu melintas jelas di pikirannya,
pembunuhan, penganiayaan,darah,kematian,terlalu menakutkan bagi Selia yang dulunya adalah gadis polos dan lugu.
"Tidak! tidak! tidak!! aku sedang bermimpi kan?! pasti aku sedang bermimpi..auww"Ucapnya sembari menampar keras pipi nya sendiri
"Hiks,,ini mustahil huhu.."Ucapnya sambil menangis meratapi dirinya yang berada dikeadaan yang sangat mustahil baginya.
[skip]
Malam hari,Selia terbangun dari tidur karena depresi,entah kenapa seakan tubuhnya bergerak sendiri mengambil pisau dalam laci dan keluar rumah dari pintu belakang..
"Apa yang aku lakukan? kenapa seakan tubuhku menyuruhku untuk keluar membawa pisau ini!? tolong siapa pun!"Batinnya
Selia memasuki gang kecil,tangannya menggenggam erat pisau yang ia bawa tadi..
Tiba tiba seseorang laki laki mabuk lewat di dalam gang itu
crass,crass,Selia mengayunkan pisaunya tanpa sadar..Laki laki itu berteriak kesakitan di sekujur tubuhnya.
"Hahahaha"Selia tertawa lepas mendengar teriakan laki-laki itu
"Tidak!! tidak!! Jangan tertawa,kenapa? kenapa aku menikmati ini"Batin Selia sembari menangis dalam hatinya .