Dari sejak pertama kali Tiri mamasuki bangku SMA hingga sekarang ia sudah mengidamkan seorang lelaki bernama Galang kakak kelasnya.
Tiri tidak tahu, kenapa ia sangat terpukau dengan tampan lelaki itu. walau sikap Galang yang dingin, cuek, tetapi Galang cukup menarik perhatian dari sekian banyak teman² sekolahnya termasuk Tiri si gadis culun.
BRUKK...!! " lo...! Engga punya mata ya? badan gede gini apa lo Engga liat, hhaaa...?". bentak Galang
" ma...maaf kak, Tiri Engga sengaja". ucap Tiri sedikit gugup
" maaf maaf, badan lo cuma bikin baju gw kotor tahu..! dasar culun, menjijikan". timpal Galang yang bersih kan bajunya karena di tabrak Tiri
" maaf kak, Tiri Eng....?". ucap Tiri terhenti ketika Galang bersikap dingin dan cuek padanya seraya melangkah pergi.
" hahaha...?! emang enak, di cuekin". sahut Meli meledek
" iya, sok caper sih lo" timpal Jessi
" cewek culun dan jelek seperti lo, siapa yang mau lirik". imbun Saskia menghina Tiri
" hay, gw peringati ya sama lo..?! lo jangan lagi caper sama Galang, karena kalo sampai". gw Engga segan² kerjain lo abis²an". sambung Saskia berbisik dan mengacam Tiri
" i...iya kak". ucap Tiri dan segera masuk kelas A Xl
Walaupun Tiri gadis culun namun ia adalah gadis yang sangat pintar dan berharap dua hari sebelum Malam Natal, Galang bisa melihat dan membalas rasa nya itu.
namun kenyataan sikap Galang seperti itu, sulit bagi Tiri untuk menaklukan hatinya. di tambah Saskia juga memiliki perasaan sama dengan Galang, membuatnya bertambah sulit mendapatkan hati Galang.
3 jam telah berlalu, bel tanda beakhirnya jam pelajaran. setelah menyalin semua pelajaran terakhir di papan tulis, Tiri segera membereskan semua peralatan sekolahnya dan bergegas untuk pulang.
sesampainya di depan pagar sekolah, ketika Tiri beranjak naik di Ojol yang sudah di pesannya. Tiri tidak sengaja melihat Galang meninggalkan sekolah mengendari mobil sportnya.
Tiri dengan sikap ramahnya, melempar senyuman kepada Galang. jangan kan senyuman, melirik kearahanya pun Galang tidak sudi.
membuat Tiri merasa terabikan, lalu segera menaik Ojol dan langsung meninggalkan halaman sekolah
" ya Allah, aku tidak butuh banyak dari mu". di Malam Natal nanti, aku cuma berharap" orang yang aku idamkan bisa melihat dan menghargai perasaanku". walau dia tidak bisa mencintai, setidaknya dia bisa melihat ketulusan cintaku". batin Tiri dengan kesedihan meliputi hatinya, Hingga tidak menyadari kalo ia sudah sampai
" non...non, kita sudah sampai non...?!". tegur si Ojol membuyarkan lamunan Tiri
" ee mmh, maaf bang...? kita udah sampai ya". ucap Tiri lalu segera turun dari motor ". ini bang...?". timpal Tiri memberi tips si Ojol.
" maaf, non..?! apa ini Engga kebanyakan". ucap si Ojol karena Tiri memberi tips kebanyakan.
" udah, bang ambil aja sisahnya...? gak apa² ko, itung² sedekah". ucap Tiri seraya tersenyun iklas
". te...terima kasih, non...? abang doankan, semoga di tahun baru yang akan datang". apa yang non cita²kan dan non dambakan segera terwujud". ucap si Ojol sebelum pergi seraya mendoakan Tiri karena merasa gembira.
" terima kasih, bang...?". sahut Tiri mengaminkan ucapan si abang Ojol dan segera masuk rumah
Ceklit...! " Tiri, apakah itu kamu sayang...??". ucap Sarah Mama Tiri seraya berjalan mendekatai anaknya
" iya, Mah...? ucap Tiri melangkah mendekat
" nah lo, muka princes Mama kenapa? kok cembetut, kamu kenapa sayang". pulang sekolah mukanya ko di tekuk begitu". ucap Sarah melihat anak kesayangan pulang dengan muka di tekuk
" Mah...? apa Tiri sejelek itu ya, dan tidak berhak mencintai seorang laki²". ucap Tiri seraya memeluk Mamanya.
" Engga sayang, kamu cantik kok sayang...? emang siapa yang bilang, hmm...?". ucap Sarah membalas pelukan anaknya
" Tiri sayang, sebenarmya kamu cantik". tapi kamu sendiri tidak mau merawat diri, karena kamu juga serba kecukupan". sambung Sarah memberitahu
" iya Mah, tapi Tiri tidak suka bergaya". Tiri ingin tampil sederhana dan di cintai laki² apa adanya, bukan dari kencantikannya". ucap Tiri yang sebenarnya cantik namun sengaja ia tutupi di balik penampilan culun.
" nah, ya udah kalo begitu sayang...? kamu gak usah mender, kan itu juga kemauanmu". ucap Sarah membenarkan ucapan anaknya
" ya udah, kalo begitu Mah...? Tiri keatas dulu ya". ucap Tiri seraya melepas pelukannya
" iya sayang, kalo udah ganti baju kamu turun ya". kita makan siang dulu, Mama tunggu kamu sayang". ucap Sarah sebelum Tiri naik
" iya, Mah...?". ucap Tiri yang masih menampilkan sikap lesuhnya menaiki anak tangga.
ketika Tiri sampai dan ingin mengganti pakaian, tiba² di depan meja riasnya terlihat sebuah kado berpita hitam dengan perasaan heran Tiri melangkah mendekati kado itu dan mencoba untuk meraihnya.
" hmm..." kado, siapa yang meletakan kado ini di sini...? apa ini kejutan Mama". ucap Tiri sebelum membuka kado itu.
" Tiri, si gadis culunku..? di Malam Natal nanti, aku harap kau memakai baju ini". ucap selembar kertas terselip di dalam kado.
" hmm... si gadis culun ku, siapa yang kirim ini..? karena setahuku, dari sekian banyaknya teman² sekolahku". tidak ada yang tahu alamat rumah, kalo dari kak Galang... lebih mustahil?! jangan melihat, melirik pun tidak sudi apalagi mengirim kado". gumam Tiri setelah melihat isi kado itu.
" oke, untuk lebih jelasnya? sebaiknya aku tanya Mama aja". ucap Tiri yang buru² mengganti bajunya dan segera turun
15 menit kemudian, Tiri akhirnya selesai mengganti baju dan segera turun dengan seribu pertanyaan untuk Mamanya.
" Mah...Mah...?! teriak Tiri sambil menuruni anak tangga
" adu sayang, pelan² dong nuruni anak tangganya...?! nanti kamu jatuh bagaimana, kan bahaya". tegur Sarah yang melihat anaknya anak tangga buru² sambil berteriak²
" maaf Mah, tapi Tiri ingin bertanya sama Mama". ucap Tiri setelah berjalan mendekati
" iya, mau tanya apa sayang..? kalo ngomong jangan memburu begitu, tenang sayang". ucap Sarah memberitahu
sesampainya di meja makan, Tiri langsung duduk lalu mengambil nafas dalam² kemudian melanjutkan pertanyaannya.
" Mah, Tiri mau tanya...? apa Mama tahu siapa pengirim kado yang terletak dalam kamarku sekarang". ucap Tiri memberitahu
" kado...? ucap Mama Tiri sembari mengingat sesuatu
" iya Mah, kado putih dan pitanya berwarna hitam pekat". sambung Tiri
" ooh, Mama baru ingat..?! tadi sebelum kamu pulang sekolah, ada seorang laki² datang kemari". dia memberi Mama kado itu, katanya titip buat kamu". ucap Mama Tiri menimpali
" siapa namanya Mah...?! tanya Tiri dengan ekspresi wajah penuh keheranan menatap Mamanya
" nah, itu yang bikin Mama heran...? setelah Mama terima kadonya, belum sempat Mama bertanya soal namanya". eeehh, laki² itu udah hilang aja". ucap Mama Tiri memberitahu
" tapi, Mama sempatkan liat wajahnya...?". tanya Tiri lagi
" kalo wajahnya sih, Mama sempat liat...?? wajahnya tadi yang Mama.....?". belum sempat Sarah melanjutkan omongannya Tiri sudah menyelah
" apa wajahnya seperti ini, Mah...?". selah Tiri sambil menunjukkan foto Galang kepada Mamanya
" bukan sayang, bahkan wajah laki² itu lebih tampan dari foto laki² teman sekolahmu itu". cuma tadi wajahnya sedikit kotor dan pucat". jelas Mama Tiri memberitahu
" kalo bukan dia, lalu siapa...? setahu Tiri, aku tidak punya teman spesial selain kak Galang". gumam Tiri yang semakin heran dengan penjelasan Mamanya.
" udah lah sayang, mending kamu sekarang makan dulu...? kalo laki² itu benar² menginginkanmu, pasti dia kembali lagi". ucap Mama Tiri menimpali
" oke, Mah....? sahut Tiri yang melanjutkan makannya tapi wajah dan pikirannya masih menyimpan sejutah pertanyaan
selesai makan Tiri, segera kembali ke kamarnya untuk mengecek siapa nama laki² misterius itu.
Dari sepulang sekolah sampai selesai makan Tiri melihat dan memeriksa siapa pengirim kado itu, namun ia tetap tidak menemukan apa yang dicarinya.
" hmm... hadiah pemberian laki² misterius itu, bagus juga". tapi siapa ya namanya, kok dia tidak menulisnya". gumam Tiri memandangi Baju Natal pemberian si laki² misterius
Hingga Tiri merasa lelah dan kantuk mulai menyerang, Tiri pun tertidur dengan Baju Natal pemberian laki² misterius yang tak kunjung di ketahui namanya.
" Tiri sayang, apa kamu....?". ucapan Mama Tiri terhenti ketika ia mendapati anaknya tertidur sambil memakai Baju Natal pemberian si laki² misterius.
" owaah, Tiri anak Mama...? benar² cantik, apa lagi kalo memakai Baju Natal ini". sangat serasi di dengan kulitnya". gumam Mama Tiri yang berjalan mendekati seraya membenarkan posisi tidur anaknya dan tak lupa menyelimutinya sebelum pergi.
setelah keluar meninggalkan kamar anaknya, Sarah kembali tersadar
" apa tadi saya tidak salah melihat, Tiri tampak cantik sekali...? tumben²an anak itu berpenampilan cantik, apa lagi sedang tertidur". ucap Mama Tiri yang menghentikan langkah dan berniat kembali mengecek anaknya namun.
Ceklit...! " hmm... gak usah lah, mungkin saya tadi salah melihat". itu bukan pribadi Tiri". ucap Mama Tiri yang kembali berubah pikiran
setelah Sarah berubah pikiran, ia memutuskan kembali ke kamarnya untuk beristirahat juga. karena dari pagi hingga sore sibuk mengurusi rumah sebesar sendirian, lalu memutuskan untuk beristirahat saja.
" kau tampak cantik memakai Baju Natal pemberianku, baru segini kau sudah tampak cantik". apalagi di Malam Natal nanti, aku tidak sabar ingin melihatmu". ucap laki² misterius yang mendatagi kamar Tiri seraya membelai dan memandangi Tiri memakai Baju Natal pemberiannya
Tiri yang menyadari ada suatu yang membelai rambutnya, seketika membuka matanya.
" ka...kamu siapa, kenapa kamu bisa masuk..?! sontak Tiri merasa ketakutan mendapati seorang laki² yang tidak dikenalnya bisa masuk dalam kamarnya
" tenang Tiri, tenang...? kau jangan panik, aku tidak akan melukaimu...? ucap laki² misterius yang mengeluarkan suara yang menunjukan wajah pucat dan kotor
" ka...kamu, laki² pengirim kado itu kan...?". siapa nama mu dan bagaimana kamu bisa masuk kamarku". ucap Tiri yang melempar sejuta pertanyaan setelah menyidik dan mengetahui siapa laki² yang dihadapannya
" aku...aku, kekasih khayalmu..? yang kau damba²kan, aku bukan Galang, tapi aku Gilang". ucapnya
" Gi...Gilang, lelaki khayalan...? aku tidak mengerti". ucap Tiri penuh keheranan
" kau tak perlu tahu sekarang, kau akan tahu ketika Malam Natal nanti..? dan kau jangan lupa pakai lah Baju Natal itu, kau tampak cantik". ucap Gilang si laki² misterius sebelum pergi menghilang.
* BERSAMBUNG *