Sore ini cuaca sangat mendung terdengar suara-suara petir yang mengelegar di atas langit.
Ajeng berjalan ke kamar Fira kakak perempuannya. Ia membuka pintu kamar dan melihat kakaknya sedang duduk di atas tempat tidur sambil tangannya terus mengetik sesuatu pada laptopnya.
"Lagi ngapain kak?" tanya Ajeng pada Fira
"Lagi ngerjain tugas dek" jawab Fira sambil terus memandang layar laptopnya.
Melihat kakaknya yang sedang sibuk, Ajeng naik keatas tempat tidur dan berbaring di samping kakak nya.
Ia mengambil hp nya dan memainkan game favorit nya. Setengah jam kemudian Ajeng merasa bosan dan mulai mengantuk ditambah dengan suara hujan yang perlahan mulai turun membuat ajeng akhirnya jatuh tertidur.
Beberapa jam kemudian Fira membangunkan ajeng untuk sholat. "Dek... Dek... Bangun sholat maghrib yuk" Kata Fira sambil mengguncang pelan tubuh adeknya itu.
Ajeng pun akhirnya bangun. "Bentar aja yah kak. Kakak sholat aja duluan nanti aku nyusul" kata ajeng masih setengah sadar.
"Yaudah kakak sholat duluan, tapi kamu jangan tidur lagi nggak baik tidur waktu maghrib" kata Fira lagi sambil berjalan meninggalkan Ajeng di kamarnya.
Ajeng yang sangat mengantuk tidak mengindahkan perkataan kakaknya itu dan tidur kembali. Pada saat ia tidur 5 menit kemudian hp Ajeng berbunyi.
Ajeng pun kembali terbangun dan memeriksa ponselnya dan ternyata itu adalah alarm yang di pasangnya tadi.
Ajeng melihat jam dan segera bangun untuk mengambil wuduh. Ketika ia masuk kembali ke dalam kamar ia melihat Fira sepertinya baru saja mulai sholat. Ajeng pun buru-buru dan menyentuh pundak Fira.
Mereka berdua pun sholat bersama dengan Fira menjadi imam dan Ajeng sebagai makmum. Selesai sholat tiba-tiba hp ajeng berbunyi. Sebenarnya ajeng tidak ingin memedulikan hp nya namun nama orang yang menleponnya adalah kakak nya.
Ajeng segera melihat kedepan tempat sholat kakak nya tadi dan ia melihat kakaknya tidak ada disana. Tiba-tiba dari belakang terdengar suara seperti bisikan yang sangat cepat.
Tubuh ajeng bergetar dengan hebat, ia terus menerus membaca doa yang ia tau sambil perlahan-lahan berbalik kebelakang.
Ketika ia membuka mata ia melihat sesosok yang sangat menyeramkan. Mulutnya robek dengan darah di sekeliling mulutnya yang terus bercucuran, giginya terlihat sangat tajam serta matanya yang sangat besar dan bewarna merah darah.
Melihat mahluk itu Ajeng sangat terkejut hingga ia terbangun dari mimpi buruknya itu. "Hah... Hah.. Untung hanya mimpi" kata ajeng dengan nafas tersenggal-senggal.
Ajeng membalik posisinya ke arah samping kiri dan betapa terkejutnya bahwa mahluk tersebut telah berbaring di samping nya.