Cahaya Zainken Wijaya
Cahaya, mereka memanggilku Cahaya.
Tapi hidupku tak lebih dari kegelapan
~Cahaya Zainken Wijaya
Cahaya,gadis 16 th yg ditantang kehidupan untuk terus kuat dan tersenyum demi orang yg harus dia lindungi.
Adiknya
.
.
.
.
Bulan
Bulan Zainken Wijaya,gadis 12 th yang sekarang jarang tersenyum karena insiden yang belum lama terjadi.Tepatnya 3 hari yang lalu,keluaga Wijaya (tepatnya ayah dan ibu mereka) dibantai oleh sosok yg penuh iri dan dengki.Seseorang yang menyukai ibu mereka, Trisya Zainna Wijaya.
yeahhh paman mereka, Theo Kenzo Wijaya.
orang tua mereka tiada.
mereka?
mereka diselamatkan oleh pelayan mereka yang setia,Bi Ijah.
Usianya tak lagi muda tapi dia nekat menyelamatkan kedua nona muda dari keluaga Wijaya.
Mereka tinggal di rumah Bi Ijah di desanya.
Dan semakin hari senyum Bulan mulai pudar.
Cahaya yang memperhatikan keadaan Adiknya merasa sedih,ingin dia berteriak pada dunia yang tidak pernah adil pada mereka.
Tapi tidak pernah dia lakukan.
Setiap malam ia memandang rembulan di langit.
Sakit,rasanya sakit melihat adiknya yang menjadi pendiam.Ia jarang bicara bahkan pada Cahaya, kakaknya sendiri.
Bi Ijah juga merasa sedih Bulan yang sudah ia anggap anaknya sendiri selalu murung dikamarnya, ia pun tak mengerti kenapa paman mereka sendiri bisa melakukan hal keji seperti itu.
Pada suatu malam
Cahaya sedang melihat rembulan dari jendela kamarnya,ia menghentikan kegiatannya setelah mendengar suara adiknya yang sedang batuk.
"uhuk uhuk,k.kak..kakak" Cahaya menoleh.Cahaya terkejut melihat adiknya yang semakin pucat saja wajahnya.Cahaya memanggil Bi Ijah
"Bi Ijah...Bi!?" panggil Cahaya, namun tak ada balasan.
Cahaya yang sedang bingung mencari Bi Ijah saat ia menemukannya Bi Ijah ada di dekat sumur.
"Bi Ijah!!!" panggil Cahaya sembari meneteskan air mata.
"ada apa nak Cahaya?" Bi Ijah kebingunan melihat Cahaya yang berlinangan air mata.Ia menduga hal terburuk,dan langsung mengusir jauh jauh pikiran itu.
"Bulan Bi... Bulan..." jawab Cahaya sambil terus menangis.
"Apa yang terjadi dengan nak Bulan,apa katakan nak Cahaya, ayo katakan!?" tanya Bi Ijah yang sedang menahan air matanya.
Mereka pulang ke rumah Bi Ijah
Saat didalam
.
.
.
.
.
Bulan sudah tak bernyawa.
Bi Ijah menghampiri jasad Bulan sambil terisak,sedangkan Cahaya terduduk dengan air mata yang terus mengalir.Ia tak percaya Bulan pergi meninggalkannya.
kini...
Anggota keluaga Wijaya hanya tinggal Cahaya seorang diri.
Tiba tiba...
dor
tembakan ke udara untuk memperingatkan penghuni rumah untuk menyerahkan diri.
_pasti suruhan pria b******k itu_ batin Cahaya.
Bi Ijah berdiri dan memberikan sebuah tas serta sebuah kartu,bukan kartu sembarangan
"Bi i-in-ini kartu gold card?" tanya Cahaya.
"iya ini pemberian dari tuan Alam untuk nak Cahaya, di dalam tas ini ada baju,makanan,obat dan barang barang yang nak Cahaya butuhkan,pergi dari rumah ini dari pintu belakang.Ikuti jalan setapak menuju gua,tunjukan kalung liontin milik nona.Maka orang yang ada disana akan membantu nona.Pergi dan sembunyikan identitas nona,cepatlah!" jelas Bi Ijah panjang × lebar × tinggi.
"Tapi bagaimana dengan bibi?" tanya Cahaya sembari mengusap air matanya.
dor
"Jangan pikirkan bibi,pergilah selamatkan diri nona!" perintah Bi Ijah pada Cahaya.
"b-baik bi" Cahaya berlari meninggalkan rumah Bi Ijah. Saat di jalan setapak ia mendengar suara tembakan lagi, Cahaya berlari lagi dengan berlinangan air mata.
_terima kasih Bi Ijah_batin Cahaya.
1 tahun telah berlalu
kini Cahaya mengubah namanya menjadi Luna yang berarti bulan.
Kini Cahaya sudah menjadi seorang leader mafia moon light.Moon Light mafia yang menjadi buronan polisi karena menghabisi Theo Kenzo Wijaya, penyebab kematian keluarga Wijaya.
Setelah menghabisi paman tercintanya itu,Luna melanjutkan hidupnya sebagai
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
MAFIA TERKEJAM Di DUNIA
~||~||~||~||~||~||~||~||~||~||~||~
TOAMAT
eh salah
TAMAT
sorry gaje
masih pemula
belum banyak bimbingan,banyak typi dan...
.
.
.
.
gua masih bocil
🏃🏃🏃