Namaku Celine, umurku 15 tahun. Aku mempunyai orang tua yang sangat sibuk, jika aku mengganggu mereka aku akan dicaci maki dan dipukul. Mereka juga sering bertengkar hingga membuat diriku sedikit menggila! Hehe... ya aku sedikit gila karena mereka!!, hingga suatu hari kejadian itupun terjadi.
"Ayah... Ibu... Bisakah kalian merayakan Natal bersamaku?, kita tidak pernah merayakan Natal bersama sejak aku berumur 6 tahun, kalian terlalu sibuk dengan pekerjaan... maukah?" kataku sambil memeluk mereka berdua, mereka mendorongku hingga jatuh dan menjawab "Apa kau gila?... aku sedang bekerja untuk masa depanmu!!.. Dasar anak yang menyusahkan!!" kata Ayahku, lalu Ibuku juga berkata "Seharusnya aku menghindari kehamilanku lebih awal dan tidak melahirkanmu agar karirku terus berjalan dan tak terganggu olehmu!!". Kejadian ini tak hanya sekali tapi sudah bertahun-tahun, kata Nenek orang tuaku belum siap melahirkan anak, mereka masih ingin mengejar karir sampai puncak kejayaan, dan 3 bulan yang lalu Nenek ku meninggal dia adalah orang yang selalu menyayangiku.
"Baiklah kalau kalian tidak ingin merayakan Natal denganku... akan ku kabulkan agar kalian tidak bisa merayakan selamanya!!" kataku sambil mengeluarkan pisau yang ku sembunyikan didalam mantelku. "Apa yang ingin kau lakukan?... dasar anak gila!" ujar ayahku yang berlari ke arahku yang ingin merebut pisau ditanganku. Sayangnya dia tak berhasil malah aku yang berhasil merenggut nyawanya "Aaargh!!.." teriaknya kesakitan, tubuhnya mengeluarkan banyak darah dan akhirnya dia mati, ibuku menangis histeris karena tak menyangka aku menjadi berubah seperti ini, dia memohon ampun kepadaku tetapi aku tak menghiraukan permintaan nya dan langsung kuarahkan pisau di tangan ku lalu menusuknya tepat kearah jantung diapun mati. Entah mengapa saat aku membunuh mereka aku tak menangis jangankan menangis merasa bersalah dan simpati pun aku tak punya dan tak merasakan kesedihan apa-apa.
Kemudian kubawa mayat mereka ke dapur lalu aku teringat bahwa aku ingin membuat hidangan sebuah kue dan masakan, tubuh mereka ku potong tanpa perasaan sedih atau apapun itu, kumasak daging itu menjadi steak daging manusia dan sisanya kubuat kue yang lezat, lalu tulangnya kuberikan pada anjing kesayanganku. Setelah selesai semua, aku mempunyai keinginan yaitu jika orang pertama yang datang kerumah akan kuberi kepala Ayahku yang sudah ku bungkus dengan kain biru, dan untuk orang terakhir akan kuberi kepala Ibuku yang kubungkus kain kuning, aku tersenyum menyeringai didepan mereka.
beberapa jam kemudian [Tok... Tok... Tok...]
Bunyi seseorang sedang mengetuk pintu rumahku, aku beranjak dari sofa dan membukakan pintu "Hai Celine, aku tetangga barumu... namaku Yuri.." katanya, "Hai Yuri senang bertemu denganmu!" kataku diapun menjawab "Kau sangat cantik aku tahu namamu dari teman-temanku yang mengenalimu..Oh ya dimana orang tua mu?" akupun menjawab sambil tersenyum menyeringai "Nanti juga kau tahu!" dia sempat bingung tetapi dia tetap tersenyum.
Tak lama kemudian dia akan pergi tetapi sebelum dia pergi aku memberinya kain biru sesuai keinginanku, aku mengantarnya sampai depan pintu lalu aku masuk lagi dan duduk dengan anggun di sofa sambil memutar lagu `O Holy Night`.
Saat duduk aku tak sengaja melihat ke jendela rumahku ku yang tertuju kejalan bahwa Yuri membuka bungkusan kain itu, mungkin karena mencium bau anyir dan busuk yang menyengat. Dia kaget dan menangis histeris lalu melapor ke kantor polisi yang tak jauh dari rumahku, orang yang berlalu lalang bingung dengan keadaan Yuri yang menangis tetapi aku hanya diam di tempatku duduk dan meminum coklat panas lalu tersenyum menyeringai kearah jendela.
Tak lama kemudian beberapa polisi datang dan mengepung rumahku, orang yang berlalu lalang didepan rumah ku tiba-tiba datang dan mengerumuni rumahku.
Polisi mendobrak pintu rumahku, aku tetap duduk disofa dengan tenang "Dimana kau sembunyikan mayat orang tua mu?.. Apakah benar kau yang membunuhnya?.." kata salah satu polisi itu aku pun menjawab "Mereka berada di perut Yuri, perutku dan perut anjing kesayanganku!!"
"Kalau kalian ingin tahu lebih lihat lah CCTV dirumhku!" ujarku sambil tersenyum sinis. " Berdiri dan angkat tanganmu!" kata polisi tadi, aku berdiri dan mengangkat tangan ku lalu tersenyum menyeringai. 4 polisi langsung memborgolku dan beberapa polisi lainnya masih mengumpulkan bukti dirumahku.
Saat aku dituntun keluar rumah menuju mobil polisi orang-orang melihatku dan salah satu remaja yang ada disana berkata "Baru pertama kali aku melihat sikopat cantik!.. hampir saja aku jatuh cinta melihat parasnya, sayangnya dia sikopat" kata dia, aku yang ada didepannya berkata "Akan ku ajari bagaimana membuat kue dari bahan manusia!" dia yang mendengar kata-kataku itu langsung menjauh ketakutan. Sejak saat itu orang-orang memberiku julukan Beautiful psychopath