Malam ini, aku berada di sebuah ruangan, ruangan yang di dalamnya ada seorang wanita keturunan China yang sedang terbaring sakit dan sedang dipangku oleh seorang pria, yang mungkin itu suaminya.
Wanita cantik ini terlihat sedang dirasuki oleh sosok yang sama persis dengan dirinya, aku melihat keduanya seperti kembar siam. Yang satu di kanan lalu yang satu di kiri.
Kami duduk di lantai, aku berusaha mencari tau ada apa dan kenapa. Pria yang masih memangku kepala wanita itu terlihat sedih dan kuatir.
Ketika aku berbicara pada sosok itu, semua keluarganya tiba-tiba datang berkumpul dan berdiri di hadapan kami.
Sosok itu keluar masuk mengganggu dirinya
Sosok yang terlupakan, yang tidak dianggap karena mengingat dirinya hanya pada saat kematian, lalu semua terlupakan begitu saja.
Hal yang begitu sederhana, bagi kita yang masih hidup adalah melupakan dan tidak mengingat karena sudah berlalu, karena sudah tiada.hanya mengingat seadanya itupun jika hanya di hari-hari tertentu.
Itu yang dikatakannya padaku dengan logat dan bahasa Indonesianya yang sedikit kaku.
Awalnya sosok itu tidak mengakui, karena aku bisa melihat bagaimana dia berpindah tempat keluar masuk ke raga wanita itu, barulah dia mengatakan semuanya, sengaja membuatnya lemah hingga tak bisa bangun, tak bisa beraktifitas seperti biasanya hingga membuatnya Lumpuh.
Keluarga besar mereka tidak mempercayai apa yang terjadi dan apa yang aku katakan.
Akhirnya mereka ingin membuktikannya sekali lagi dengan meminta salah satu anaknya yang kecil untuk aku lihat, yang katanya juga sering diganggu oleh sosok yang kerap menangis.
Saat anak itu duduk di hadapanku, aku letakkan tanganku diatas telapak tangannya aku mencoba fokus, lalu kulihat ada langkah kaki anak kecil
yang berjalan pelan di belakang mereka, dia melangkah dan menuju kearah kami lalu masuk ke tubuh anak itu.
Dan ..
Huft!!
seketika tubuh ku terasa terhempas di sebuah ruangan yang berbeda dari sebelumnya namun orang-orangnya masih tetap sama, keluarga nya masih berdiri memandangi kami begitu juga pasangan suami istri itu.
Namun yang berbeda adalah ada seorang anak kecil yang seumuran dengannya, duduk dengan posisi yang sama dengan anak perempuan itu.
Anak itu sedang menangis, bukan menangis biasa tapi benar-benar menangis karena di kedua matanya dipenuhi air mata yang keluar seperti air keran yang mengalir.
Lalu dia mengucap sesuatu yang kemudian aku ikuti dalam bahasa china yang aku sendiri gak tau itu artinya apa.
Aku bisa melihat raut wajah salah satu keluarga mereka yang mungkin itu ibunya, beliau menangis saat mendengar aku mengucapkan satu persatu kalimat yang anak perempuan itu ucapkan.
Yang dimengerti jelas oleh beliau bahwa itu adalah anak perempuannya yang sudah tiada.
Anak itu tidak menyukai karena posisinya diambil alih orang lain. Makannya dia kerap mengganggu anak itu.
Dia tidak ingin ibunya melupakan dirinya sekalipun ada anak lain, ia terus menangis dan saat aku mencoba menanyainya, tiba-tiba terdengar suara yang memanggilku ...
Yang ternyata itu suara azan subuh
------
Mereka mengalami hal yang sama dalam satu keluarga, melupakan orang-orang terkasih mereka yang sudah tiada.
Mungkin ini hanya sebuah mimpi yang tak benar-benar terjadi yang aku jelajahi.
Namun aku bisa memahami bahwa sebagian dari kita telah, bahkan mungkin atau sudah melupakan begitu saja orang-orang terdekat yang telah pergi mendahului kita.
Kita harus 'TERUS' mengingat dengan cara mendoakan mereka, karena suatu saat kita akan ada di posisi mereka, cepat atau lambat namun itu pasti.
Jangan melupakan orang-orang yang sudah tiada, orang-orang yang kita sayang, atau orang yang pernah berbuat baik.
Doakan mereka jangan hanya mengingat mereka disaat, sehari, seminggu atau sebulan kematiannya
Karena di sana mereka begitu menantikan sebuah cahaya dari doa-doa yang kita tujukan pada mereka.