Ada 2 pasangan kekasih.Pemeran cowok bernama Ivander,dia orang yang tampan dan keluarganya berkecukupan.Dan yang pemeran cewek bernama Clarissa,dia wanita yang sangat gendut dan yang cowok menyayangi Clarissa tanpa pandang apapun,hubungan mereka berjalan selama delapan tahun dan ke sembilan tahun nya mereka akan menikah.
Kita ceritakan ketika pacaran ke tujuh tahun ya.Clarissa sangat benci terhadap tubuh nya yang sangat gendut karena sangat jelek baginya.
“Ivander,aku mau kurus tapi bagaimana caranya?."Tanya Clarissa dengan menundukkan kepalanya.
“Hmmm mudah si,kamu cukup olahraga dan diet aja udah,kamu imut kok walaupun gendut hahaha."Jawab Ivander dengan mencubit pipi Clarissa dan tertawa.
“Aku ngga mau gendut!aku mau kurus!titik ngga pakai koma."Ucap Clarissa dengan percaya diri.
“Iya Clarissa,aku akan membantu kamu menguruskan badan kamu."Ucap Ivander dengan tersenyum dan mengelus kepala Clarissa.
“Terima kasih sayang."Ucap Clarissa dengan memeluk Ivander.
Clarissa menjalani diet dan olahraga.Setiap hari Clarissa berolahraga selama 30 menit dan di awasi oleh Ivander.Bukan hanya itu,Clarissa cuma makan sehari sekali saja.Clarissa menahan semua nafsu dia akan makanan yang berada di depannya.
Setiap Minggu,Clarissa selalu menimbang badannya dan turun 20 kg.Clarissa sangat senang dan memeluk Ivander.
“Aaa senang nya aku!akhirnya bisa turun juga berat aku!."Ucap Clarissa dengan memeluk Ivander dan sangat amat senang.
“Iya selamat,tapi kamu harus olahraga biar berat badan kamu menurun."Ucap Ivander dengan mencubit pipi Clarissa.
“Siap komandan."Ucap Clarissa dengan hormat.
Setiap hari Clarissa berolahraga dan setiap hasil olahraga itu membuahkan hasil yang memuaskan.Selama setahun Clarissa olahraga dan berfokus pada berat badannya.Setahun berlalu dan ini adalah tahun ke delapan,tubuh Clarissa sangat bagus dan muka dia sangat amat cantik.
Namun itu lah yang menjadi kekhawatiran Ivander karena Clarissa yang sangat cantik itu pasti akan menjadi bahan pandangan para laki laki lain.Di suatu ketika Ivander mengajak Clarissa ke kafe,Clarissa memakai pakaian yang bagus dan berangkat lebih dahulu sebelum waktu yang di tentukan
Clarissa duduk di meja yang sudah di siapkan oleh Ivander,Ivander yang berada di kuliah mengurus beberapa tugas nya dan mungkin akan terlambat.Ivander berpikir untuk mengerjakan tugas setelah bersama Clarissa,Ivander berlari menuju mobil dan di halang temannya.
“Hei Ivander,tugas kamu belum selesai kenapa pergi seenaknya saja."Ucap Deo dengan menarik tangan Ivander.
“Sudah diam,nih aku kasih 50 ribu."Ucap Krisna dengan mengambil uang dari saku celananya.
Deo terdiam dan Ivander naik ke mobil,Ivander pun tancap gas menuju ke kafe.Clarissa di dalam kafe melihat ada cowok masuk ke kafe dan mukanya sangat tampan,Clarissa berpikir untuk tidak melihat cowok lain selain Ivander tetapi godaan ketampanan cowok itu membuat Clarissa terpana.
“Muka aku sudah cantik dan badan aku sudah bagus,aku berarti bisa mencari yang lebih baik dan tampan dari Ivander,tapi nanti Ivander bagaimana,haish urusan akhir."Berpikir Clarissa dengan bangun dari tempat duduk.
Cowok tampan itu melihat Clarissa dan bangun dari tempat duduk.
“Hai nama kamu siapa?."Tanya Defan dengan senyuman.
“Aku Clarissa,kalau kamu?."Jawab Clarissa dengan tersenyum dan menanyai.
“Ouh iya kita mengobrol sebentar ya."Ucap Defan dengan menarik kursi untuk Clarissa.
Setelah itu mereka berbincang-bincang dan tertawa bersama sama,Defan meminta nomer telpon Clarissa,Clarissa berpikir untuk menjadikan Defan sahabat saja.Defan pun pulang dan Ivander sampai,mereka simpangan ketika Ivander mau masuk ke dalam kafe sedangkan Defan keluar kafe.
Clarissa dan Ivander mulai mengobrol tapi Clarissa sifat nya sedikit berbeda,Ivander merasakan itu dan berpikir positif mungkin dia kesal karena menunggu.
Seminggu setelah itu sifat Clarissa mulai berubah selama berjalan nya waktu,Clarissa dan Defan mengobrol lewat chat dan Clarissa mulai terbawa perasaan.Ivander yang begitu bodoh tidak merasakan tanda-tanda itu,Ivander berpikir mungkin Clarissa sedang sibuk atau ada tugas jadinya banyak pikiran.
Sebulan lewat dan sifat Clarissa sudah sangat amat cuek.Pada saat itu Ivander lagi kuliah dan mengirim pesan dari WhatsApp.
“Hei Clarissa,kamu udah makan belum?."Pesan di chat Ivander.
“Belum."Pesan di chat Clarissa dengan singkat.
“Makan lah,nanti kalau sakit bagaimana?."Pesan di chat Ivander.
“Itu juga bukan urusan kamu,jangan sok peduli deh!."Pesan di Clarissa.
Ivander berpikir positif pasti Clarissa sedang badmood,Ivander mematikan heandphone nya dan berfokus ke kuliah terlebih dahulu.Pada saat itu Clarissa sedang bersama dengan di kafe.Pada saat itu Defan ingin mengungkapkan perasaan nya ke Clarissa.
“Clarissa,aku mau ngomong...bahwa aku cinta kamu."Ucap Defan dengan menggenggam tangan Clarissa.
“Eh...hmmm...bagaimana ya...aku juga cinta sama kamu tapi aku sudah punya kekasih."Ucap Clarissa dengan melepaskan tangannya dari Defan.
“Aku akan membuat laki laki itu memutuskan kamu dan kita bisa pacaran."Ucap Defan dengan menggenggam kembali tangan Clarissa.
“Tapi sebentar lagi kita berdua akan menikah."Ucap Clarissa dengan menundukkan kepalanya.
“Tidak usah khawatir,kamu tinggal bilang kapan kalian semua sekeluarga dengan laki laki itu berkumpul,aku akan datang dan mengungkapkan hubungan kita berdua."Ucap Defan dengan memegang pundak Clarissa.
“Besok keluarga kita berdua berkumpul."Ucap Clarissa dengan khawatir.
“Bagus,besok aku akan ke rumah kamu."Ucap Defan dengan senyuman.
Setelah itu Clarissa tenang dan mereka melanjutkan keromantisan.Hari esok pun tiba dan Ivander berpakaian sangat bagus,keluarga Ivander pun sudah siap juga.Mereka menuju rumah Clarissa,sesampainya di sana keluarga wanita dan laki laki berbincang bincang sedangkan Clarissa berada di kamar sedang chatting bersama Defan.
Ivander mau menghampiri tetapi berpikir kembali mungkin sedang berdandan,Clarissa menguatkan tekadnya dan keluar kamar.
“Ivander dan yang lain,aku mau bilang bahwa aku ingin putus dengan Ivander!."Ucap Clarissa dengan tegas.
“Lhoh kenapa Clarissa!kalian sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun kenapa harus putus!?."Tanya ibu Clarissa dengan marah.
Defan masuk ke rumah Clarissa secara tiba tiba.
“Aku pacar baru Clarissa,nama aku Defan,salam kenal ya ibu dan ayah mertua."Ucap Defan dengan tersenyum ke orang tua Clarissa.
Ivander mendengar itu seketika menjadi patung dan memakai topinya.
“Apa apaan ini hah!."Bentak ayah Ivander.
“Siapa laki laki itu!?."Tanya ayah Clarissa dengan marah.
“Dia pacar baru aku yang lebih tampan dan lebih baik daripada Ivander."Jawab Clarissa dengan senyuman dan menghampiri Defan.
“Sudah kan,aku mau pergi dulu,dan maaf kalau aku kurang tampan dan lebih baik,itu juga kesalahan aku sendiri,terimakasih sudah datang di hidup aku."Ucap Ivander dengan melangkah keluar rumah.
“Ivander..."Ucap mama Clarissa dengan pelan.
“Clarissa!kamu bisa sadar ngga sih!!!kamu sudah menduakan Ivander!!!dari kapan kita berdua mengajarkan seperti itu hiks!!!."Ucap mama Clarissa dengan menangis.
“Namanya juga perasaan,pasti bisa berubah-ubah,ayok sayang kita ke kafe."Ucap Clarissa dengan menarik Defan.
Ivander berjalan di taman dan duduk di bangku taman,Ivander menatap tanah dan menahan sakit yang sangat pedih itu,dada Ivander sangat sesak dan air mata ingin terus keluar tetapi masih bisa di tahan.
Teman Clarissa yang berjalan jalan di taman melihat Ivander dan menghampiri nya.
“Hai Ivander,bagaimana kabar kamu,katanya kalian seminggu lagi akan menikah,cie akan jadi suami istri."Ucap Lesa dengan duduk di bangku dan gembira.
Ivander tetap diam menatap ke tanah,Lesa merasa ada yang aneh.
“Hei Ivander,kamu baik baik saja kan?."Tanya Lesa dengan curiga.
Ivander tetap diam dan Lesa mengamati Ivander menatap ke bawah,Lesa melihat ada tetesan air dan mulai curiga,Lesa menarik topi Ivander dan melihat mata nya terbendung air mata.
“Eh Ivander,kamu kenapa Ivander hei?."Tanya Lesa dengan khawatir.
“Huaaaa!!!aku itu kurang apa si hah!!!aku udah mencoba baik dan selalu sabar!!!apa kekurangan aku hah!!!."Ucap Ivander dengan menangis histeris.
“Ivander kamu kenapa si hah?sudah tenang."Tanya Lesa dengan merangkul Ivander.
“Aku di putuskan oleh Clarissa hiks."Ucap Ivander dengan menangis terisak Isak.
“Astaga,sudah ya kamu tenang saja,masih banyak wanita lain lebih baik ya,udah tenang kan diri kamu dan berpikir lah,kamu kan selalu memikirkan hal hal positif?"Ucap Lesa dengan memeluk Ivander dan mencoba menyemangati Ivander.
“Tidak bisa entah kenapa hiks."Ucap Ivander dengan menangis dan mengusap air matanya.
“Ya sudah menangis lah sampai kamu tenang."Ucap Lesa dengan menaruh kepala Ivander ke pundaknya.
Setelah itu Ivander mulai tenang dan berterimakasih ke Lesa,Ivander mencoba kuat dan mulai move on dari Clarissa,Ivander pun pulang ke rumah.
Seminggu kemudian.Clarissa dan Defan bertemu di kafe dan kafe itu sudah di sewa seisi nya untuk mereka berdua,Clarissa memakai baju yang di berikan oleh Defan dan harus memakainya,pakaian itu sedikit terbuka.
Defan pun datang dan memeluk Clarissa,Defan mendorong ke sisi dinding dan menarik dagu Clarissa.
“Defan kamu mau apa?."Tanya Clarissa dengan ketakutan.
“Ayo lah,aku mau memakan kamu."Jawab Defan dengan menarik baju Clarissa.
“Jangan Defan hiks,kita belum sah."Ucap Clarissa dengan menangis dan mendorong Defan.
“Ouh begitu,aku mau pulang dulu."Ucap Defan dengan datar dan pergi.
Clarissa menangis di pojok tembok itu dan memikirkan apa yang akan terjadi jika dia tidak menolak.Clarissa pun pulang ke rumah dan mengganti pakaian nya,Clarissa melihat kontak Ivander dan tertulis terakhir online 5 hari yang lalu.
Clarissa mengabaikan.Ke esokan harinya Devan mengajak Clarissa bertemu di kafe,Clarissa berpikir bahwa Defan baik baik saja dan menemuinya.Clarissa ke kafe dan melihat Defan merangkul cewek,Clarissa masuk ke kafe dan menampar Defan.
“Siapa yang kamu rangkul Devan!?."Tanya Clarissa dengan emosi.
“Ouh ini cewek aku,dan aku mau bilang bahwa kita putus,aku tidak mau berpacaran dengan orang sok suci seperti kamu."Jawab Devan dengan tersenyum.
“Dasar fuckboy!aku menyesal berpacaran dengan mu dan seharusnya aku menikah dengan Ivander!!."Bentak Clarissa dan keluarga dari kafe.
Sepanjang perjalanan pulang,Clarissa menangis menyesal karena memutuskan hubungan dengan Ivander.Sesampainya di rumah,Clarissa pun menemui orang tuanya.
“Ibu ayah,apakah kalian memiliki nomer whatsaap orang tua Ivander?."Tanya Clarissa dengan mengusap air mata.
“Buat apa kamu menghubungi mereka lagi!!!."Bentak ibu Clarissa dengan marah.
“Aku ingin balikan dengan Ivander hiks."Ucap Clarissa dengan menangis.
“Kamu tidak tau malu ya!kamu sudah membuat keluarga kita malu dan membuat mereka kecewa!bukan hanya itu,gedung untuk pernikahan kalian di batalkan dan uang tidak bisa kembali!."Bentak ayah Clarissa dengan emosi.
“Iya maaf ayah hiks."Ucap Clarissa dengan menangis keras.
“Kamu itu tidak sadar diri ya!ingat siapa yang dulu melatih kamu untuk kurus dan jadi secantik ini!ingat siapa!dan sekarang orang yang melatih kamu itu sudah kamu campakkan!."Bentak ibu Clarissa dengan emosi.
“Iya aku menyesal hiks."Ucap Clarissa dengan menangis histeris.
“Menyesal sudah tidak ada artinya lagi,cari tau kenapa sudah telat."Ucap ibu Clarissa dengan duduk di kursi.
Clarissa pun berlari menuju ke arah Lesa karena Lesa pernah mengabari bahwa Ivander bertemu dengan nya,Clarissa bertemu Lesa di taman.
“Lesa,kamu tau dimana Ivander?."Tanya Clarissa dengan terengah-engah.
“Kamu mau lihat dia?."Tanya Lesa dengan datar.
“Iya aku sangat mau."Jawab Clarissa dengan semangat.
Lesa pun menarik tangan Clarissa dan menuju ke suatu tempat,Lesa menarik Clarissa ke tempat pemakaman dan Clarissa mulai bingung.
“Lesa,ini kan pemakaman."Ucap Clarissa dengan khawatir.
“Tepat sekali."Ucap Lesa dengan menarik Clarissa.
Lesa menarik ke sebuah makam dan Clarissa kaget karena di makam itu tertulis nama Ivander.
“Lesa,kamu jangan berbohong sama aku ya,Lesa jangan bercanda ya."Ucap Clarissa dengan menggaruk kepalanya dan menangis.
“Aku tidak berbohong."Ucap Lesa dengan menundukkan kepalanya.
“Ivander!!!kenapa kamu tega banget si ninggalin aku hiks!!!cepat kembali ke sini Ivander!!!aku janji kalau kamu kembali ngga akan melepaskan kamu please!!!."Ucap Clarissa dengan memukul makam Ivander dan menangis histeris.
“Ivander mati ketika menaiki pesawat,pesawat itu mengalami gagal mesin dan jatuh,orang tua kamu sudah tau tapi tidak ingin memberitahukan kamu."Ucap Lesa dengan memejamkan matanya.
“Dan dia titip salam untuk kamu untuk mengucapkan keadaan kamu dan harus baik baik saja,dan kami tau kan Ivander suka dengan bahasa Inggris,harus ucapkan dengan bahasa Inggris."Ucap Lesa dengan tersenyum.
“Ivander,I'M OK hiks."Ucap Clarissa dengan tersenyum paksa dan menangis histeris.
~Tamat~
Jangan lupa like dan coment,ini cuma cerita kegabutan saya😂maaf kalau ada salah kata ya🙏🏻