Ini kisah perjuangan ibu yang membesarkan anaknya seorang diri,karena sang suami meninggal karena penyakitnya,awalnya sang anak sangat penurut baik hati juga sopan,dan santun tapi semua berubah sepeninggal ayah.
***
Pagi hari saat bu Minah hendak berangkat jualan
"Bu,aku minta uang buat jajan di sekolah!" pinta Alex dengan nada kasar
"Ini nak,!" bu Minah menberi uang sepuluh ribu
"Segini mana cukup bu!aku minta tambahin!" suara Alex lebih keras lagi
"Ibu baru mau berangkat jualan jadi belum punya uang nak,!" jawab ibu dengan lembutnya
"Ibu bohong pasti di sembunyiin di sini kan!" kata Alex merebut tas ibu dan membukanya.
"Jangan nak itu pawitan* buat ibu,!" suara bu Minah mencegah tapi Alex tidak mau dengar dan membawa uang yang ada di tas
"Duh Alex,kenapa kamu jadi seperti ini sih nak,ibu rindu dirimu yang dulu,mudah-mudahan kamu cepet sadar nak!" Doa ibu dalam hati
Dengan perasaan terpukul dengan sikap anaknya bu Minah pun pergi menjajakan jualannya dari satu rumah ke rumah lain.
"Pecel...pecel!pecelnya bu,!" suara bu Minah sepanjang jalan
"Bu minah sini saya mau beli!" panggil bu RT.
"Akhirnya ada yang beli,iya sebentar!" kata bu Minah memutar balik.
Saat bu Minah sedang membungkus pesanan bu RT ada selembar kertas terbang ke arah bu Minah.Ia pun segera mangambil dan membacanya
*TABUNGAN ASURANSI*bacanya dalam hati.
Saat bu Rt keluar bu Minah pun bertanya tentang kertas itu,bu Rt menjelaskan bahwa asuransi adalah tabungan yang bisa di wariskan,mendengar ucapan bu Rt bu Minah pun tertarik ia ikut menabung untuk masa depan Alex pikirnya.setelah lama berbincang Bu minah pun pergi melanjutkan jualannya.
Hari sudah mulai sore,bu Minah pun kembali pulang.tapi tidak lupa mampir ke panti asuhan untuk memberikan pecel ke anak-anak panti,begini kehidupan bu Minah,walau dia hidup dalam kecukupan tapi soal sedekah dia selalu inget dan nomer satu.
***
Sampainya di rumah setelah cape keliling bukannya sambutan yang dia dapet melainkan kata kasar anaknya
"Bu kok lama banget sih pulangnya,aku udah laper tau pengen makan,mana lauknya!?" tanya Alex
"Iya bentar nak ibu akan masakan!" jawab ibunya lesu.
WAlaupun dalam keadaan lemas ibu tetap pergi ke dapur untuk masak ia tersenyum walau hatinya menanggis,demi seorang anaknya tersenyum jangankan harta bahkan nyawapun sanggup ibu berikan
Saat masakan matang ibu menyediakan di meja bukan mengajak ibu makan bareng Alex malah menyuruh ibu pergi,ibu pergi dengan iklas dan istirahat di kamar karena besok ibu harus berjualan lagi.
***
Keesokan harinya seperti biasa saat ibu hendak jalan jualan Alex selalu meminta uang pada ibunya dengan kasar,ibu sudah terbiasa dengan sikap Alex hanya bisa mendoakan semoga Alex cepat sadar,
Bu Minah kembali jualan lewat depan rumah bu Rt karena sudah daftar ikut tabungan asuransi jadi bu Minah akan terus mampir dan sering repotin bu Rt.
begitu setiap hari penderitaan bu Minah,perjuangannya membesarkan putra semata wayangnya.
***
Lima tahun kemudian,usia Alex sudah mulai dewasa sudah waktunya kerja tapi Alex malah bermalas -malasan,dan hanya menghabiskan uang ibunya saja,hingga suatu hari bu Minah jatuh sakit dan tidak bisa jualan.
"Bu minta uang,aku mau main!" suara Alex keras
"Uhuk...uhuk nak kenapa kamu tidak mau cari kerja,kamu sudah lulus sekolah,seharusnya...uhuk kamu udah mulai kerja!" tanya bu Minah
"Emang kenapa kalo aku ga mau kerja,oh jangan-jangan ibu udah ga mau kasih aku uang lagi yach!" kata Alex makin kasar
"Bukan...begitu nak,kamu harus pikiran masa depan kamu,umur ibu udah ga muda lagi,ibu ga bisa selamanya ngurusin kami!" ucap ibu lirih
"Yah kalo gitu jual aja nih rumah buat masa depan aku gampang kan!" jawabnya meremehkan
"Kalo kamu jual rumah ini,kita mau tinggal dimana ini rumah peninggalan ayahmu!" tanya ibu berusaha berdiri
"Aku bisa ikut teman,tapi kalo ibu terserah mau tinggal dimana aku tidak perduli!" Jawabnya
"Kamu bener-bener sudah tidak menyayangi ibu nak,apa salah ibu padamu?hingga kau sebegitu bencinya pada ibu!maaf kan jika ibu pernah membuat hatimu sakit!" pinta ibu🙏
"Ibu mau tau salah ibu apa?banyak bu Gara-gara ibu ayah jadi meninggal,gara-gara ibu aku kehilangan kebahagian,semua gara-gara ibu!" jawabnya
Ibu menanggis sedih rupanya Alex masih menyalahkan kematian ayahnya gara-gara ibunya,waktu itu bu Minah hendak membawa suaminya pergi ke dokter tapi berkali-kali suaminya menolak,dan hanya meminta di belikan obat warung aja,saat bu Minah pergi untuk membelinya ke warung saat kembali dia mendapati suaminya sudah meninggal dan ada Alex di sampingnya lagi menanggis,Alex menggira kalau ibunya tidak merawat ayahnya.sejak saat itu sikap Alex ke ibunya berubah.
"Jadi kamu masih menyalahkan ibu soal kepergian ayahmu nak,!" kata ibu sedih
"Udah ah berisik mana duitnya sini aku minta!" Alex mendorong ibunya terjatuh dari kasur.dan pergi
Untung ada bu Rt dan tetangga yang datang berkunjung dari tadi mendengar pertengkaran Alex dan Bu Minah,Bu Rt segera membantu Bu Minah bangun
"Makasih bu Rt,dan para ibu maaf jadi ngerepotin!" kata bu Minah
"Ini udah kewajiban kami bu sebagai tetangga,udah seharusnya saling bantu!" ucap bu Rt ramah
"Maaf tadi kami tidak sengaja mendengar percakapan ibu dan Alex tadi,Sikap Alex makin kasar saja,bukannya merawat ibunya malah meninggalkan ibu sendiri!" kata bu Rt lagi.
"Iya Gpp bu,sebenarnya Alex anak yang baik dia cuma masih salah paham aja sama saya,nanti juga berubah sendiri!" kata bu Minah lembut
"Bu Minah kenapa ibu tidak gunakan uang simpanan ibu untuk berobat kan sudah boleh untuk di ambil!" tanya bu Rt
"Jangan,uang itu untuk masa depan Alex,untuk beli rumah yang lebih layak lagi!" katanya menolak.
"Subhanallah,bu Minah udah di sakiti sampai segitunya,tapi masih mikirin masa depan anaknya juga!" kata seorang warga yang ikut menjengguk
"Bu,biar bagaimana pun Alex anak saya tanggung jawab saya,kalo bukan saya yang mikirin masa depannya siapa lagi!" ujarnya tersenyum
Semua yang mendengar hanya berdecak kagum sungguh mulia hati ibu penjual pecel ini pikir mereka,setelah menyerahkan amanat warga para tamu pun pamit pulang karena sudah sore.
***
Satu minggu sudah bu Minah terbaring lemas karena sakit,belum juga kunjung membaik,hari yang di khawatirkan bu Minah pun terjadi Alex menjual rumah satu-satunya milik mereka,dan mengusir ibunya keluar,
"Alex kamu jual rumah ini,uhuk...uhuk...dan kamu usir ibu pergi nak,kamu tega nak!" tanya ibu sedih
"Iya aku butuh uang buat makan jadi aku jual rumahnya,ibu silakan ibu pergi cari tempat lain!" kata Alex pergi berlalu.
Bu rt yang melihat pun mendekat.
"Alex kamu keterlaluan,kamu ga mikir apa ini ibu kamu,ibu yang telah melahirkan kamu,membesarkan,dan merawat kamu,kamu tega usir dia!" omel bu Rt
Alex hanya diam dan berlalu pergi.bu Minah pun menanggis sedih melihat kelakuan anaknya yang makin menjadi,dan hanya bisa berdoa semoga Alex segera di bukakan pintu hatinya,dan suatu saat nanti bisa merawat bu Minah di sisa hidupnya.
"Bu Rt,saya minta tolong,uang yang saya tabungan untuk Alex tolong carikan Rumah buat dia tinggal,sekarang kita udah ga punya rumah,jadi entah Alex mau tinggal dimana?" kata bu Minah
"Untuk apa mikirin Alex,belum tentu dia mau ajak ibu tinggal bersama saat punya rumah baru nanti,lebih baik rumahnya untuk ibu aja!" kata bu Rt
"Tidak masalah kalo memang Alex tidak ingin mengajak saya,tapi biarkan dia punya rumah barunya! mau kan bu Rt membantu saya?" tanyanya sekali lagi.
Bu Rt diam sejenak memikirkan terbuat apa hati ibu paruh baya ini,selalu memaafkan berbuatan anaknya walau sudah sangat keterlaluan,tapi memang inilah sipat seorang ibu,walaupun berkali-kali anaknya menyakiti,dia akan membuka pintu maafnya beribu-ribu kali(itu yang aku tau)
Bu rt pun mengiyakan permintaan bu Minah,dan bu Minah pun pergi,saat di tanya hendak kemana bu Minah hanya menjawab,kemana pun kaki ini membawanya,
Setelah rumahnya di jual bu Minah jadi telantar di jalan tidak ada satupun orang yang perduli padanya,hujan kehujanan panas kepanasan bu Minah makan dari sisa orang lain,badannya jadi kurus,tidak terawat berantakan lusuh,
Hingga sampai saat bertemu dengan seorang gadis muda dan membawanya ke panti jompo,disana bu Minah di rawat di perhatikan dan di beri makan dengan lawak juga tempat berteduh,tidak lagi kehujanan dan kepanasan.
"Semoga suatu saat nanti Alex datang menjemputku disini,dan mengajakku tinggal bersamanya di sisa hidupku ini!" doanya bu Minah setiap selesai beribadah.
***
Sementara Alex hidupnya lebih sengsara setelah menjual rumah ayahnya,hidupnya jadi gelandangan hidup mengemis di jalan,makan makanan bekas.
Hingga secara kebetulan bertemu dengan Bu Rt,
"Alex itukah kamu!" panggil bu rt.
Alex hanya tertunduk malu dengan dirinya,yang berbeda saat dulu dia sombong sekali.
"Kenapa kamu jadi begini,dimana ibumu?" tanya bu Rt lagi
"Aku di tipu temanku bu rt,kalo soal ibu aku tidak tau,andai aku tahu pasti aku ingin sekali meminta maaf padanya!" jawabnya sambil menanggis
"Kok bisa sih kamu kena tipu,ini mungkin teguran dari yang maha kuasa karena kamu telah berbuat kasar pada ibumu!" kata bu Rt lagi
"Mumpung kamu masih di kasih kesempatan untuk bertobat cepat cari ibumu minta maaf padanya mohon ampun atas segala kesalahanmu!" nasihat bu rt lagi.
"Aku ingin sekali mencari ibu,tapi tidak dengan kondisi seperti ini,aku akan cari ibu saat aku sukses dan membahagiakan ibu!" jawabnya yakin
Mendengar uncapan Alex bu Rt pun tersenyum dan mengajaknya,Alex sempat menolak,tapi uncapan bu Rt membuatnya penasaran,bu rt membawanya ke rumah ayahnya yang di jual Alex,ia sempat binggung tapi bu Rt menjelaskan perihal tabungan yang bu Minah siapkan untuknya,mendengar semua itu Alex menanggis sejadi-jadinya menyesal, di hatinya pun bertekat ingin mencari ibunya
Setelah mendengar cerita dari bu rt,Alexpun segera berusaha sekuat tenaga,ingin mengubah nasibnya,ia berjualan dengan modal dari sisah uang tabungan ibunya,awalnya tidak berjalan lancar usahanya memang butuh perjuangan,tapi tekad Alex sudah bulat ingin menebus kesalahannya pada ibunya.
***
Tiga bulan kemudian.
Hari demi hari telah berlalu,kini Alex telah berhasil dengan usahanya,dia sukses,dua tahun kemudian Alex benar-benar jadi orang sukses,dia pun juga sudah mengetahui keberadaan ibunya,Alexpun segera menyusul ibunya yang berada di panti jompo.
Sesampainya Alex di tempat ibunya,bertapa terkejutnya Alex saat dia turun dari mobil orang yang pertama dia lihat adalah sosok ibunya,beliau duduk di kursi roda melamun seorang diri seakan menantikan untuk di jemput,Alex pun menanggis dan berlari menuju ibunya.
"I...ibu,maafkan aku bu,ampuni segala kesalahan ku bu aku mohon ampuni aku,maafkan aku yang telah menyia-nyiakan ibu,ijinkan aku untuk menebus kesalahanku,ijinkan aku untuk merawat ibu dimasa tua ibu!" isak tanggis Alex terdengar ke penjuru panti.
"Alex...Benarkan ini kamu nak?sungguh ibu bahagia masih di beri kesempatan untuk melihatmu,kamu baik-baik saja kan?" tanya ibu
"Aku baik,bu maaf kan aku,ibu mau yah tinggal sama aku,ijinkan aku merawat ibu!" pinta Alex
"Sebelum kamu memintaan maaf ibu sudah memaafkannya nak,sekarang hayo bangun peluk ibu,ibu kangen dengan pelukan hangatmu!" ucap ibu
Alex dan ibu saling berpelukan setelah cukup lama mereka melepas rindu Alex pun membawa ibu pulang ke rumah,terkejut ibu melihat rumah yang di jual alex telah kembali,Alex menceritakan,bahwa yang beli rumahnya waktu itu adalah bu Rt memakai uang tabungan milik ibunya.
Hari demi hari mereka kini bahagia tidak seperti dulu penuh dengan air mata,sedetikpun Alex tidak meninggalkan ibunya,tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama,hanya tiga hari Alex menjaga ibunya,saat Alex pergi ambil makan ibunya sedang ibadah,saat posisi sujud lama ibunya tidak bangun -bangun Alexpun menjadi panik.dan menyentuh ibunya.benar saja ibunya telah meninggal dunia
"Ibu...bu...ibu...bangun bu...aku mohon jangan pergi,aku belum sempat membahagiakan ibu,tapi kenapa ibu pergi...ibuuuuuuuu!" jerit Alex
Ibunya telah mendapat apa yang di impikannya di rawat Alex di sisa hidupnya walau hanya sebentar tapi ibu pergi dengan tersenyum,melihat anaknya tumbuh menjadi orang sukses,berhasil adalah impian setiap ibu di dunia,segala cara akan mereka lakukan untuk melihat buah hatinya tersenyum bahagia,walau harus mengorbankan segalanya akan ibu lakukan hanya untuk satu kalimat
*KEBERHASILAN ANAK-ANAKNYA*
Alex hidup dengan rasa penyesalan yang mendalam tidak sempat membahagiakan ibunya lebih lama lagi,*andai waktu dapat terulang tak akan di sia-sia hidupnya bersama ibunya*batin Alex.
Kini Bu Minah telah bahagia di sana tenang berkumpul bersama suaminya,bahagia mimpinya jadi nyata,melihat Alex sukses jadi sudah selesai tugasnya.
***___TAMAT__***
Note: Kisah ini saya persembahan buat kalian para anak yang masih di beri kesempatan hidup bersama ibu kalian,sayangi mereka,peluk beliau,jangan pernah menyakiti perasaannya,beruntung lah kalian yang masih memiliki ibu berarti kalian masih di kasih kesempatan untuk menuju surganya.
👩👧👧Terimakasih👩👧👧
I LOVE U IBU.