Dulu, Arabelle Valeria adalah seorang wanita yang memiliki segalanya.
Kekayaan.
Kedudukan.
Cinta.
Namun semua itu hanyalah ilusi.
Orang-orang yang paling dia percayai ternyata adalah orang yang menghancurkan hidupnya.
Suaminya, Adrian Crowell, lelaki yang bersumpah akan melindunginya, justru bekerja sama dengan sahabatnya sendiri untuk merebut semua yang dia miliki.
"Terima kasih sudah menyerahkan semuanya kepadaku, Arabelle."
Suara Adrian terdengar dingin ketika dia melihat Arabelle terjatuh di hadapannya.
Air mata Arabelle jatuh perlahan.
"Bukankah aku istrimu?"
Adrian hanya tersenyum sinis.
"Istri? Kau hanya tangga bagiku untuk mencapai kekuasaan."
Malam itu, Arabelle kehilangan segalanya.
Nama.
Keluarga.
Kehidupan.
Dan sebelum dia menghembuskan nafas terakhir, dia bersumpah.
Jika diberi kesempatan kedua...
Dia akan membuat semua orang yang menghancurkannya membayar.
---
Ketika Arabelle membuka mata, dia mendapati dirinya berada di kamar yang sangat dikenalnya.
Dia melihat cermin di hadapannya.
Wajah muda yang telah lama dia tinggalkan menatap balik kepadanya.
Tidak mungkin...
Dia kembali ke masa lalu.
Tepat sepuluh tahun sebelum semua pengkhianatan itu terjadi.
"Aku hidup kembali?"
Arabelle menyentuh wajahnya dengan tangan gemetar.
Kali ini dia bukan wanita lemah yang mudah percaya.
Kali ini dia tahu siapa musuhnya.
"Kalian mengambil hidupku sekali."
Tatapan Arabelle berubah dingin.
"Maka kali ini... aku akan mengambil semuanya dari kalian."
Dengan pengetahuan dari kehidupan sebelumnya, Arabelle mulai menyusun rencana.
Dia membongkar rahsia keluarga yang pernah menjatuhkannya.
Dia menghancurkan rancangan orang-orang yang ingin menggunakannya.
Dan perlahan-lahan, semua orang yang dulu menertawakannya mulai ketakutan.
Namun satu orang membuat rencananya menjadi rumit.
Leon Veyron.
Seorang lelaki misterius yang dalam kehidupan sebelumnya tidak pernah dia kenal.
Lelaki itu mengetahui bahawa Arabelle telah berubah.
"Kau bukan Arabelle yang dulu."
Arabelle menatapnya dengan dingin.
"Dan kau juga bukan seseorang yang perlu aku percayai."
Leon tersenyum kecil.
"Mungkin. Tapi aku satu-satunya orang yang tahu siapa yang benar-benar membunuhmu di masa lalu."
Untuk pertama kalinya, Arabelle terdiam.
Kerana ternyata...
Kematian lamanya bukan sekadar pengkhianatan.
Ada rahsia yang jauh lebih besar di balik semuanya.
Dan kali ini, Arabelle bukan hanya akan mencari balas dendam.
Dia akan mencari kebenaran.
Kerana sang ratu yang pernah jatuh...
Telah kembali untuk mengambil kembali takhtanya.