malam sunyi menyelimuti Desa tempat tinggalku yang sekarang, suasana begitu mistis bahkan banyak cerita yang di luar nalar sering terjadi waktu tengah malam.
" bapak sama ibu mau kemana, rapi bener ?" tanyaku sambil memperhatikan tampilan mereka.
" ada acara rutinitas pengajian di rumah pak,d selamet. kamu mau ikut?" ibu,ku balik bertanya setelah menjelaskan kemana mereka akan pergi
" enggak ah jauh. mending di rumah aja, masih banyak tugas "
aku menyalami tangan kedua orang tua, mereka pun berangkat dengan menaiki motor matic. hari semakin larut tapi masih banyak tugas yang belum kuselesaikan. tiba-tiba terdengar suara ketokan pintu depan. aku pun beranjak keluar kamar dan berjalan kedepan dengan maksud hati ingin membuka pintu.
" siapa sih tengah malam bertamu? " gumamku dalam hati. tanpa rasa takut ataupun ragu aku langsung membuka pintu.
Kreeeekkkkk......
terlihat perempuan setengah baya dengan mengendong sayuran berdiri tegap di depanku
" sayur non " tawar perempuan itu.
" maaf bu, ini sudah tengah malam kenapa masih berjualan ?" ada sedikit rasa yang menganjal dalam hatiku, rasa rakut yang mulai menyelimutiku.
" sayur non " kedua kalinya dia menawarkan sayurannya. aku melihat ke arah sayuran yang di gendongnya. semua layu bahkan hampir kering tidak ada satupun yang terlihat masih segar.
" sayur non? " aku mulai benar - benar marasakan takut. dimana ada orang yang aneh yang datang kerumah saat aku dalam keadaan sendiri. telingaku mulai mendengar suara orang saling bicara,bercanda ,dan ada pula yang tertawa dengan keras. hingga mataku melihat segerombolan orang berada tak jau dari pekarangan rumahku. rasa takut juga penasaran membuat ku maju mundur untuk melihat. apa yang sedang mereka lakukan?
tapi kakiku melangkah secara spontan dan mulai mendekat. angin yang berhembus terasa dingin hingga bulu kuduk,ku berdiri. apalagi bagian belakang kepala. aku tak menyangka ternyata lebih banyak orang saat aku mulai dekat. dan aku mengamati satu persatu satu dari mereka. wajah yang tanpa espresi. terlihat dingin dan pucat. tidak ada satupun yang menghiraukan kehadiranku.
hingga ada yang melambaikan tangan padaku.
" tidak mau mencoba makanan khas pasar kami "
" apa itu ?"
" saat kau memakannya kau akan menjadi anggota kami "
perlahan aku membuaka tutup panci yang di di sodorkan padaku. " aaahhhhhh....." aku melempar penutup panci tersebut. " i...in...ni.."
cacing pita panjang. dengan darah kental serta pontongan kecil jari jemari menjadi hindangan mereka. tubuhku terasa kaku bahkan suara sangat sulit untuk membaca doa karena terlalu takut. aku terjatuh dan tanpa sengaja tanganku meraba sesuatu. yaitu otak manusia.yang berceceran serta kepalanya ya g masih bisa tersenyum lebar. aku semakin ketakuatan dengan mengamati sekelilingku. yang semula terlihat biasa kini berubah. banyak orang bertransaksi dengan cara aneh. ada juga yang melakukan tukar tambah dengan memberikan sesutau. hingga aku busa berdiri dan langsung berlari kembali ke dalam rumah. dan...mengapa rumah menghilang. padahal tadi berada tak jauh dari tempatnya. aku menjerit sekuatku hingga ada seseorang yang menghampiriku.
" kamu ngapain di sini nduk, jangan berdiri di situ dak ilok. cepat kesini " ternyata kakekku yang datang.
" kakek.... kek..." langsung berlari kearahnya dan memeluk dengan erat.
" jangan kamu ulangi berdiri di sana..!!sendiri pula "
aku menganggukkan kepala. berjalan pulang dan tak ingin menoleh kebelakang lagi. yang ternyata aku berada di pinggiran kebun yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah,ku.