"A-apakah kau bisa pergi jalan denganku nanti sore?"Tanya seorang perempuan.
"Maaf Rin aku akan pergi dengan Hina nanti"Kata laki - laki itu menolak Permintaan Rin.
"Ah,Begitu ya.Maaf sudah membuang - buang waktumu kalau begitu"Kata Rin kemudian berjalan pergi meninggalkan laki - laki itu sendirian.
DI TEMPAT RIN..
"Seharusnya kau tidak dekat - dekat dengan,Ayato senpai.Kau akan membayarnya~!"Kata Rin di dalam hati sambil tertawa kecil.
"Nah,Sekarang dimana kau berada Hina??"Kata Rin kemudian bergegas pergi mencari Hina.
SESAMPAINYA DI SEBUAH RUANGAN...
"Hina,Apa yg kau lakukan disana?"Tanya Rin sambil perlahan mengeluarkan pisau lipat dari saku roknya.
"Ah,Aku hanya sedang membersihkan gudang ini saja.Ada apa?"Jawab Hina dengan polosnya.
"Ku dengar dari Ayato Senpai kalau kau akan jalan - jalan bersamanya malam ini"Kata Rin.
"Aku hanya ingin bilang,Semoga kalian bersenang - senang disana"Kata Rin berpura - pura.
"Terima kasih,Rin"Kata Hina sambil tersenyum hangat.
"Tunggu,apa itu yg ada di kepalamu?"Tanya Rin kemudian berjalan mendekati Hina dengan pisau lipat yg sudah ada di tangannya.
SAAT IA SUDAH SANGAT DEKAT DENGAN HINA..
*TES TES TES*Rin menusuk Hina tepat di bagian kepalanya.Darah menetes sedikit demi sedikit sampai akhirnya Hina terjatuh ke lantai.
LANTAI GUDANG ITU BERLUMURAN DARAH YG MENGALIR DARI KEPALA HINA YG TELAH DI TUSUK OLEH RIN..
"Rin?!"Kata seseorang dari luar gudang.
"A-ayato senpai?"Tanya Rin sambil menatap kosong Ayato yg pucat melihat Hina sudah tewas bersimbah darah.
*TAP TAP TAP*Rin dengan tenang berjalan mendekati Ayato yg sedang terdiam di tempatnya.
"Ayato senpai,Aku melakukan semua ini semata - mata untukmu"Kata Rin sambil memegang dagu Ayato dengan tangan kirinya.
"Karena kau sudah melihat semua ini.Uhmm..Sebenarnya aku suka padamu,Ayato senpai.Kumohon terimalah aku"Sambung Rin yg sudah semakin menggila.
"Tidak"Jawab Ayato dengan singkat.
"Hah?Kau bilang apa,Ayato senpai?"Tanya Rin tak menyangka akan jawaban Ayato yg menolaknya.
"Aku bilang tidak,Rin.Kau sudah membunuh teman sekelasmu.Aku tidak akan menerima pengakuan cinta daei seorang pembunuh"Jelas Ayato dengan tegas.
"..."Rin hanya diam mendengar perkataan Ayato itu.
TIBA - TIBA...
"Karena kau tidak menerima pengakuan cintaku maka.."
*SRUK*Rin langsung menusuk perut Ayato kemudian menariknya ke samping sehingga membuat isi perut Ayato berjatuhan di lantai.
"Jika aku tidak bisa memilikimu maka orang lain juga tidak bisa,Ayato Senpai~"Kata Rin kemudian berjalan dengan tenang keluar darisana..
~The End~