Cerita ini terinspirasi dari dunia Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1
•••
Malam terasa lebih dingin dari biasanya ketika Harry berdiri di tepi jendela rumah keluarga Dursley. Langit gelap tanpa bintang, seolah ikut menyimpan rahasia besar yang kini membebani pikirannya. Hari itu, ia tahu hidupnya tak akan pernah sama lagi.
Perang sudah dimulai.
Tak lama kemudian, Ron dan Hermione datang menjemputnya. Tanpa banyak kata, mereka bertiga saling berpandangan—sebuah janji tanpa suara bahwa apa pun yang terjadi, mereka akan tetap bersama.
Perjalanan mereka dimulai dengan pelarian. Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menghindari para Pelahap Maut yang memburu tanpa henti. Dunia sihir yang dulu terasa penuh keajaiban kini berubah menjadi tempat yang menakutkan.
Namun, bukan hanya bahaya yang mereka hadapi.
Keraguan mulai muncul di antara mereka. Ron, yang biasanya setia, mulai merasa tertekan dan marah. Dalam suatu malam penuh emosi, ia meninggalkan Harry dan Hermione, meninggalkan luka yang lebih dalam dari sekadar perpisahan.
Harry merasa kehilangan arah. Ia mulai bertanya-tanya—apakah ia benar-benar mampu mengalahkan Voldemort?
Hermione tetap di sisinya, mencoba menjadi cahaya di tengah kegelapan. Bersama, mereka terus mencari Horcrux, benda-benda yang menyimpan potongan jiwa musuh mereka.
Suatu hari, mereka menemukan pedang Gryffindor—satu-satunya harapan untuk menghancurkan Horcrux. Namun saat Harry mencoba menghancurkannya, bayangan gelap dari dalam Horcrux muncul, memperlihatkan ketakutan terdalamnya—kesepian, kegagalan, dan kehilangan orang-orang yang ia cintai.
Di saat genting itu, Ron kembali.
Dengan keberanian yang baru, ia menyelamatkan Harry dan menghancurkan Horcrux tersebut. Persahabatan mereka yang sempat retak kini terasa lebih kuat dari sebelumnya.
Akhir cerita belum tiba. Perjalanan mereka masih panjang.
Namun satu hal pasti—di tengah kegelapan, harapan masih menyala.
Dan selama mereka bersama, mereka tidak akan pernah benar-benar kalah.
•••
Ditulis oleh Mikey Jr! Terima kasih udah dibaca!