Aku berjalan menyusuri lorong, kepalaku dipenuhi banyak pertanyaan.
Siapa pelakunya, ya? Apakah mungkin para pemain bola? Hmm, kayaknya aku harus investigasi nih.
Aku berjalan dan akhirnya duduk di kursi depan gedung, merenung.
Sambil mengambil beberapa foto dan bukti.
Ini ada foto orang jalan di pinggir sepatu itu, ini foto orang yang memakai masker dengan perilaku mencurigakan, ini ada foto orang lagi berak, ini... Apa? Dari mana mereka dapet ini, jir? Ah, buang aja dah.
Dan ini ada sampel rambut yang jatuh di pinggir sepatu tadi. Jangan-jangan ini rambut dubur orang?
Aku duduk dan merenung.
Sepertinya semua bukti sudah tertuju pada lelaki yang aktif di komunitas cosplay. Sekarang jam 9 malam, kudengar acara cosplay tersebut dimulai pada jam 9 malam. Oke, waktunya untuk pergi.
Aku beranjak.
****
Setelah benar saja, ternyata event telah mulai.
Saat aku mencari, aku menemukan sepatu itu, tapi yang memakai adalah orang yang sedang cosplay.
Cosplay-nya adalah karakter Rimuru.
Cantik juga, ya. Tapi tadi yang mencurinya seperti bukan perempuan, jika dilihat berdasarkan bukti.
"Halo, Cantik."
"Iya, ada apa?" suara femininnya terdengar.
"Kita ke sini bentar, dong."
Aku mengajaknya ke WC.
Walaupun sedikit bingung, ia tetap mau.
Setelah sampai, aku memborgol tangannya.
"Maaf, kamu adalah tersangka pencurian sepatu limited edition. Jika kamu memiliki rekan, panggil dia sekarang juga."
"Apa maksudnya ini? Rekan apa? Ini sepatu yang kubeli memang, kebetulan aku membelinya karena sisa satu."
Aku mendorongnya ke tembok dan menyudutkannya.
"Jangan bohong, kamu sudah ketahuan, dan sudah kuduga kau ini femboy, kan? Udah ketebak, soalnya."
"Hentikan!"
"Heh, kedokmu terbongkar."
Aku kemudian menelusuri belahan pahanya demi membuktikan bahwa dia memang laki-laki, tapi ternyata... dia tidak memiliki batang!!
"He.. Hentikan!" ia mengerang.
Mataku terbelalak, tanganku langsung melepas pegangan tadi. Ternyata dia memang wanita.
Dan tiba-tiba beberapa remaja langsung masuk ke WC.
Mereka melihat kami dengan keadaan yang sangat ambigu.
.....
.....
...
Keheningan menerpa.
**Beberapa bulan kemudian**
"Siapa namamu?" pria yang hitam dan gagah bertanya.
"Namaku Andra."
"Oh, sepertinya kamu adalah tahanan baru. Senang bertemu denganmu."
"Ya." aku tersenyum kecut.
"Kenapa kamu ditahan? Kasus apa?"
"Kasus pemerkosaan, tapi sebenarnya itu cuma kesalahpahaman."
"BTW, kamu cukup tampan. Apakah kamu single?"
"Apa?"
Tiba-tiba ia menahan tanganku dan langsung membuka celananya.........
The end