Crita ini bermula dari kisah kehidupanku yang slalu jadi buah bibir orang" disekitar kami,pada saat itu hidup kami sangat lah miskin, pekerjaan kami hanya sebagai buruh penyadap karet,hasil dari menyadap karet pun tak seberapa, hanya cukup untuk membeli bahan pokok seperti beras dan lain lain nya, itu pun kadang masih ada yang kurang, kadang kalau ingin makan daging harus nunggu ada uang lagi baru beli, itu pun jarang, bisa dibilang dalam satu tahun hanya 2/3 kali aja, kalau cuaca bagus setiap hari kami bangun pagi pergi ke kebun untuk mnoreh karet, pernah juga jam 3 subuh kami brangkat pakai api yg dibuat dari bambu dalam nya diisi pakai minyak tanah bagian sumbu nya pake sabut klapa, disaat orang lain masih terlelap kami sudah bangun sambil menahan ngantuk, kebun yang kami toreh sangat jauh dari pondok kami, turun naik gunung hampir 2 jam baru sampai lelah pun kami tahan,
Brangkat dari pagi kami pulang tengah hari, kadang pulang sambil bawa ubi buat makan peternakan, dalam perjalanan sambil panas panas sambil membawa ubi dikranjang namun dengan bgitu semangat kami tak pudar, hari demi hari yang kami lalui, namun kehidupan kami slalu pas Pasan,