Akhirnya karena di dorong oleh keadaan
Yang sangat mendesak akhirnya selepas
Kerja Ujang akan bicara lagi ke Memet
Untuk bisa di antarkan ke rumah orang pintar tersebut...
Akhirnya jam kerja Ujang dan Memet Sudah selesai akhirnya mereka bisa pulang..
Di saat mereka berjalan berdua mengarah ke motor masing masing.
Ujang langsung buka suara untuk berbicara ke Memet untuk di temani ke orang pintar tersebut.
Tanpa basa-basi Memet pun menyetujui nya
Sambil berkata sedikit, teryata cepat juga y berubah pikiran..
Lalu Ujang menjawab,ini semua kulakukan karena terpaksa.. untuk membayar obat dan uang sekolah adik ku.
Owh, gitu ya.ok deh sip.
Nanti malam tapi ya.
Ok siap,kata Ujang.
Akhirnya malam pun tiba, Ujang yang sudah terlihat rapi pun di tanya oleh ibu nya...
Jang ko rapi banget malam ini..mau kemana..?
Cumah mau jalan jalan sebentar Bu,cari angin sekalian gumpul sebentar sama temen.ucap Ujang ke ibu dengan berbohong.
Padahal Ujang sudah janjian dengan Memet untuk pergi ketempat orang pintar.
Setelah bertemu di rumah nya Memet akhirnya mereka berdua pun pergi menuju ketempat orang pintar tersebut.
Jarak yang di tempuh untuk sampai ke tempat orang pintar tersebut cukup memakan waktu setengah jam perjalanan.
Sesampainya di tempat orang pintar tersebut,di saat Ujang ingin memberitahu kan niat kedatangan nya ke sini.
Mbak dukun nya langsung menghentikan bicaranya karena mbak nya sudah tahu niat kedatangan Ujang ke sini.
Jujur saja awal nya Ujang sedikit ragu saat di perjalanan menuju tempat orang pintar ini,karena Ujang selalu berpikiran bahwa yang di lakukan nya adalah Dosa besar.
Namun Ujang sudah kepalang tanggung karena tidak ada cara lain makanya Ujang melakukan hal ini.
Hal yang berbanding terbalik dengan kaidah nya.
Singkat cerita,mbak itu minta mahar untuk melakukan pesugihan tersebut.
Ya itu, ayam cemani dan uang 8 juta.
Untung nya mereka sudah membawa nya.
Setelah memberikan itu kepada mbak dukun itu,mbak itu langsung mengarahkan Ujang ke gua yang tidak jau dari tempat tinggal dukun tersebut.
Di gua tersebut.. Ujang di suruh untuk duduk bersila dan menutup mata diatas sebuah batu sambil melafalkan mantra untuk memanggil penunggu gua tersebut.
Ya itu nyai Puspita Sari,dia adalah seorang ratu dari alam gaib yang akan memberikan kekayaan bagi semua pengikutnya.
Salah satu contoh pertapaan mu di terima adalah, Nyai itu akan muncul didepan mu sambil berkata apa yang kau inginkan.
Lalu kamu katakan keinginan mu dia akan mengabulkan nya.
Akhirnya setelah memahami apa yang di katakan oleh dukun nya. Ujang pun langsung melaksanakan nya.
Di melakukan nya sendiri, sedangkan dukun dan Memet kembali kerumahnya dukun untuk menunggu hasil.
Sambil memeratekan apa yang sudah di ajarkan Ujang pun langsung memulai nya sambil membaca ajian atau ilmu pemanggil nyai tersebut.
Dari jam 9 malam sampai jam 12.00 malam
Belum ada tanda tanda Nyai itu akan muncul.
Di saat Ujang sudah mulai putus semangat disitulah nyai itu, sekitar jam satu lewattengah malam.
Nyai itu pun menyuruh Ujang untuk membuka mata nya, Ujang pun langsung membuka mata dan menyelesaikan pertapaan.
Nyai itu kembali bertanya..
Apa niat kedatangan mu kesini..?
Ujang menjawab saya ingin harta, kekayaan yang berlimpah Nyai.
Kalau begitu kamu sudah menyediakan pengganti dari apa yang kau minta...
Ya, sudah Nyai.
Bawa kemari ayam itu,lalu potong dan minum darah nya.
Setelah melakukan ritual tersebut.
Ujang pun resmi menjadi pengikutnya Nyai.
Lalu Nyai itu berkata pulang lakukanlah aktivitas mu seperti biasa nanti diakan datang dengan sendirinya.
Tapi jangan lupa siapkan satu kamar untuk ku dan setiap sebulan sekali kamu haru menyediakan tumbal pengganti dari apa yang kau minta!
Siap nyai..
Setelah berhasil ujang pun di suruh kembali.sesampainya di rumah dukun itu Ujang pun mengatakan bahwa dia berhasil.
Memet dan dukun nya ikut senang.
Tapi dukun itu kembali mengingat kan, bahwa jangan sampai terlambat menyediakan tumbal karena efek nya akan parah.
Bersambung...