Shania dan Leo adalah sepasang suami istri yang sudah menikah selama 9 tahun dan dikaruniai 2 anak,dan Leo adalah seorang jendral militer,suatu hari tanggal 14 Februari tepat saat hari valentine Leo pamit kepada Shania untuk menjalankan tugasnya di luar kota dan Shania hanya bisa mengiyakan suaminya itu meskipun perasaannya juga campur aduk namun ia hanya bisa mengiyakan suaminya itu,lalu keesokan harinya Shania mengantarkan Leo pergi ke stasiun namun sebelum pergi Leo mengatakan "tunggu aku kembali Shania" dan mengecup kening Shania,lalu Shania pun membalas perkataan Leo "ya aku akan menunggu mu kembali Leo" lalu Leo pun pergi meninggalkan Shania.
Di rumah Shania merasa ada yang janggal dengan dirinya karena tiba-tiba saja foto pernikahan Shania dan Leo jatuh dan pecah dan Shania pun menepis pikiran buruknya dan berkata "mungkin foto itu jatuh karena angin saja".
Dan benar saja kereta yang ditumpangi oleh Leo tiba-tiba mengalami masalah dan di kondisi itu Leo hanya bisa berdoa agar semua baik-baik saja,dan tiba-tiba saja kereta yang ada sekitar 25 orang didalamnya termasuk Leo,keluar jalur dan menabrak pohon besar dengan sangat keras hingga kereta itu terbalik dan tentu saja penumpang didalamnya terluka sangat parah,dan ketika tim SAR tiba,semua korban dibawa ke rumah sakit.
Dirumah Shania menerima sebuah telepon dan ternyata itu dari pihak rumah sakit yang memberitahu bahwa suaminya mengalami kecelakaan,dan Shania yang mendengar itu langsung pergi kerumah sakit,dan sesampainya di rumah sakit Shania terkejut melihat suaminya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Leo pun meminta Shania untuk mendekat,Shania pun mendekat ke tempat dimana suaminya dibaringkan,"Nia jika ini adalah saat terakhirku,aku hanya ingin melihatmu tersenyum dan bukan menangis"ucap Leo "kenapa kau berbicara seperti itu Leo,kau akan selamat dan kita akan melihat anak kita tumbuh bersama" balas Nia "dan juga Nia kau berhak melanjutkan hidupmu jadi kau jangan menangis,dan yaa cari lah lelaki yang lebih baik dari ku agar kau bisa melupakan diriku Nia" ucap Leo "maaf Leo kau adalah cinta pertama dan terakhir bagiku" balas Shania lagi.
Leo hanya tersenyum dan melanjutkan perkataannya "iya Nia,aku juga ingin meminta maaf kepada mu karena harus meninggalkan dirimu dan merawat anak" kita seorang diri" kalimat terakhir Leo sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya,Nia yang melihat itu pun menangis sekencang-kencangnya.
Lalu keesokan harinya Leo pun dimakamkan,tatapan Shania kosong melihat jasad leo dimasukkan kedalam peti sebelum akhirnya dimakamkan,dan Shania pun berkata kepada dirinya sendiri "andai saja waktu bisa di putar kembali,aku akan mencegahnya untuk pergi" sambil menangis dalam diam.
Beberapa tahun berlalu Shania semakin tua dan anak-anaknya pun kini sudah tumbuh dewasa,dan di suatu sore Shania pergi ke makam Leo bersama anak-anaknya,dan sesampainya di makam Leo, Shania duduk termenung disamping makam Leo sembari mengatakan "sayang lihatlah anak-anak kita sudah dewasa,dan aku masih belum bisa melupakan dirimu Leo,karena kau adalah cinta pertama dan terakhir untukku" "andai saja kau masih di sini kau pun juga pasti bahagia kan?" Ucap Shania sambil menangis,anak anaknya pun menenangkan shania sambil mengatakan "mama,mama jangan menangis ayah pasti bahagia di atas sana kok" Shania menatap anaknya dan tersenyum "yaa mama tau kok,pasti ayah kalian bahagia di atas sana" ucap Shania.
"Mama ayo pulang hari sudah semakin gelap,kata dokter mama juga harus banyak istirahat kan" ucap salah satu anak Shania "baiklah ayo kita kembali nak".
SEKIAN