Namanya lila dia gadis yang berasal dari kampung, yang masih sangat pelosok. Orang cantik, imut kulitnya hitam manis khas gadis kampung.
Karena masalah ekonomi keluarganya lila tidak bisa melanjutkan sekolahnya, dia hanya lulusan SMP tapi di usia segitu tubuhnya sudah montok.
Memiliki bentuk payudara yang sangat besar, buat ukuran gadis berusia 15 tahun. Akhirnya Lila pun, memutuskan untuk merantau di jakarta untuk mengadu nasib.
Jakarta...
Lila sampai di sebuah rumah mewah, keluarga seorang laki-laki yang bernama frans. Dia seorang pengusaha muda, wajahnya tampan badannya tinggi dan berotot. Istrinya bernama veronica, dia seorang photo model internasional yang blasteran.
Singkat cerita
Lila sudah di terima bekerja di rumah pasangan elit itu, pada awalnya lila bekerja dengan hati ikhlas. Tanpa ada niat apapun, selayaknya seorang asisten rumah tangga.
Namun lama kelamaan majikannya ini keluar sifat aslinya, veronuca sering marah-marah dan selalu mencari-cari kesalahan lila. Supaya dia mempunyai alasan untuk memarahi lila, karena Lila sering mendapat kemarahan dari majikannya itu akhirnya timbul lah rasa dendam.
Di suatu pagi ketika Veronica sudah berangkat bekerja, sedangkan Frans hari itu sedang libur kerja.
"Lila tolong buatin aku kopi." ucap frans seraya dia duduk di kursi meja makan.
"Iya Pak." sahut Lila, dia pun langsung membuatkan kopi untuk Frans.
Setelah kopi sudah selesai di bikin, lila segera menghidangkannya di hadapan Frans.
Setelah meletakkan cangkir kopi itu, lila bukannya pergi dia malah memperhatikan wajah bos laki-lakinya yang begitu tampan.
"Pak Frans ganteng banget sih, beruntung ibu Vero menikah dengannya. Tapi kenapa mereka tidak harmonis ya?" gumamnya dalam hati
Sadar kalau sedang di perhatikan Frans mengangkat wajahnya "Kamu kenapa ngelihatin aku kaya gitu?" tanya Frans, sambil menatap wajah Lila yang jaraknya hanya setengah meter.
Namun entah mengapa jantung Frans, tiba-tiba saja berdetak begitu kencang. "Manis juga gadis kecil ini." ucap Frans dalam hati
"Ganteng.." tanpa sadar kata itu yang keluar dari mulut Lila
"Apaa?" tanya Frans meyakinkan ucapan Lila
"Eh engga Pak, engga pa-pa maaf saya permisi dulu." ucapnya terbata-bata
Tapi tiba-tiba tangannya di cekal oleh Frans, sehingga Lila tidak bisa bergerak alhasil dia membeku di tempat.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Frans basa basi, yang di angguki oleh Lila. Frans mengangguk lalu melepaskan pegangan tangannya, sehingga lila pun bisa pergi meninggalkannya yang sedang sarapan.
Sementara Frans melanjutkan sarapannya dengan tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. Lain halnya dengan Lila yang terus saja memegangi dadanya, karena sejak tadi degup jantungnya tidak berhenti berdetak.
*******
Sore harinya, ketika Frans sedang berkutat dengan laptopnya di ruang kerjanya. Dan Lila yang sudah selesai memasak, selesai mandi.
Dia sengaja mengenakan pakaian yang begitu minim memoles bedak tipis, serta pake lipstik pink yang tipis tidak lupa lila mentemprotkan minyak wangi di lehernya.
Lila perlahan mengetuk pintu ruang kerja Frans, lalu tidak menunggu jawaban dari dalam. Dia membuka sedikit pintu ruang kerja itu, lalu bertanya?
"Pak, mau saya buatin kopi?" tanya Lila sambil melongokan kepalanya sedikit.
Tanpa menoleh Frans menjawab dari dalam, sambil terus terfokus pada laptopnya.
"Boleh." jawabnya singkat
Lalu lila berjalan meninggalkan tempat itu menuju ke arah dapur, kemudian mulai membuat kopi kesukaan bos juteknya itu. Setelah selesai lila pun menbawa nampan yang berisi secangkir kopi, dan ada piring kecil yang isinya biskuit tanpa gula.
Sebelum mengetuk pintu lila menghela nafasnya, lalu menghembuskannya secara pelan dalam hatinya dia berdoa. "Semoga saja Pak Frans suka Padaku, lirihnya lalu tersenyum.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." kali ini Frans bersuara menyuruhnya masuk, lalu lila pun membuka pintu kemudian menutupnya kembali.
"Ini kopinya Pak." ucap lila sambil meletakkan nampan itu di atas meja Frans.
"Kenapa Pak Frans kerja terus? Padahal kan hari ini sedang libur." ucap lila pelan, mencoba menarik perhatian Frans.
Frans tidak menanggapi ucapan lila, tapi masih fokus pada laptopnya.
Lila yang memang mencoba sedang menggoda bosnya tidak kurang akal, lalu dia pun memutar otak agar bosnya meliriknya walau cuma sedikit.
"Atau mau saya pijit Pak, mungkin Pak Frans kurang vit?" tanya lila lgi
Karena Frans tetap diam lila menganggap kalau bosnya itu setuju, tak menunggu lama lila pun mulai memijit pundak bosnya itu.
Awalnya Frans tidak bereaksi, namun saat lila berpura-pura kepleset sehingga dia menempelkan gundukan bukitnya di punggung pria dewasa itu.
"Auww.." jerit lila pelan
Frans pun menegang sepertinya dia mulai terpancing, karena merasakan ada benda kenyal yang menempel di punggungnya. Karena memang lila tidak memakai daleman, baik bra ataupun CD.
Pada akhirnya Frans kalah, dia pun membalikkan badannya, kemudian memangku lila. Sehingga lila duduk tepat di pangkuannya, seraya merangkul leher pria dewasa itu.
"Kamu sengaja menggodaku gadia kecil?" tanya Frans dengan suaranya yang sudah serak, serta tatapan matanya sayu.
Lila hanya tersenyum menggoda, namun tak lupa lila merasakan di bawah sana ada sebuah benda tumpul yang sudah mengeras.
"Pak Frans tampan sekali." ucap lila sambil meraba-raba dadanya yang sispeck itu, satu persatu kancing baju Frans di buka oleh lila sehingga terpampang roti sobek dihadapannya.
Lila menelan air liurnya melihat dada bidng Frans, yang begitu menggoda bahkan bagian bawahnya sudah basah.
Lila memberanikan diri mencium Frans, tak di sangka pria dewasa itu menyambutnya dengan baik. Akhirnya pergumulan antara gadia yang baru lulus smp, dengan pria dewasa yang seumuran bapaknya pun tak terhindari.
Frans menggendong tubuh lila, kemudian merebahkan tubuh gadis itu di atas meja makan. Dia terus mencumbuinya, sudah tidak perduli lagi dengan usia gadis kecil itu.
Sementara lila hampir mencapai tujuannya, dia sudah bosan hidup miskin. Tekadnya ingin merebut Pak Frans dari ibu Veronica, supaya dia bisa mengangkat derajat orang tuannya.
Akhirnya siang itu Frans berhasil menjebol kesucian lila, darah menetes membasahi lanta di bawah meja makan. Tanpa rasa menyesal lila tersenyum sambil melihat darah itu, Frans dengan nafas yang masih memburu memperhatikan darah itu.
"Kamu tidak menyesal?" tanya Frans yang di balas gelengen, lalu Frans menggendong tubuh lila ke arah kamar mandi.
Karena lila memang tidak bisa berjalan, kemudian Frans memandikan lila setelah selesai membawanya ke kamarnya.
"Kamu tidak usah keluar dari kamar, takutnya nanti ibu curiga. Nanti malam kita lakukan lagi, sampai hilang rasa sakitnya." ucap Frans lalu meninggalkan kamar lila
******
Dua bulan kemudian...
Setelah kejadian malam itu, perselingkuhan antara bos dan art kecil terus berlanjut. Sementara Veronica tidak menaruh rasa curiga, karena mereka melakukannya dengan sangat rapi. Hanya dalam wktu dua bulan, kehidupan keluarga lila di kampung berubah.
Rumah orang tua lila sedang di renovasi, Frans memberikan uang yang banyak kepada lila. Sehingga lila bisa membeli apa saja yang dia mau, bahkan Frans membelikkan iphone terbaru untuknya.
Hingga pada suatu hari, saat Frans dan Veronica sedang sarapan. Lila mual-mual hanya karena dia mencium aroma telur, yang dia goreng saat itu.
Sontak saja itu menarik perhatian Veronica dan Frans, yang sedang sarapan.
"Lila kamu kenapa?" tanya Vero
"Hemm gak tau bu, mungkin saya masuk angin." sahut lila sambil membersihkan mulutnya menggunakan tissue
"Kamu mau ke dokter?" tanya Frans sambil tetap duduk di tempatnya
Seketika lila menggeleng "Engga usah Pak, sebentar lagi juga sembuh nanti saya beli tolak angin." sahut Lila
Setelah bosnya pergi ke kantor, barulah lila pergi ke apotek untuk membeli tespeck.
Setelah melakukan tes urin, ternyata dia positif hamil. Setelah itu lila segera menghubungi bosnya, dan memberitahunya kalau dirinya sedang hamil anaknya.
Sore harinya keluarga Frans yang selama ini hidup tenang dan damai, seketika berubah menjadi ramai. Veronica teriak-teriak bak orang kesetanan mencaci maki lila, dan juga Frans namun mereka hanya diam saja.
Setelah cape karena emosi yang meledak-ledak, Veronica keluar dengan membawa koper besar meninggalkan rumah mereka. Karena Frans lebih memilih menceraikan Vero, dan akan menikahi lila sebab di sana ada malaikat kecil yang menunggu tanggung jawabnya.
"Akhirnya misiku selesai, sekarang aku mendapatkan Pak Frans dan berhasil menyingkirkan Ibu Veronica. Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Frans, dan menjadi orang kaya. Aku akan membawa ibuku tinggal disini bersamaku, hemm. terimakasih Tuhan telah mengaruniai aku wajah yang cantik, sehingga aku bisa mendapatkan apa yang ku inginkan. Aku berjanji setelah ini akan bertobat, dan mencintai mas Frans dengan tulus." ucap lila pelan sambil tersenyum
___Tamat..