~ ๐๐๐ฅ๐๐๐ฆ๐๐ฅ๐๐๐ก ๐๐๐ฆ๐๐ ๐ก๐ฌ๐๐ง๐ ๐๐จ๐ง๐๐ข๐ฅ!! ~
Halo! namaku erinn, sekarang aku duduk di bangku kelas VII.
โ ๏ธNAMA NAMA MEREKA DISINI SUDAH SAYA SAMARKAN!!โ ๏ธ
Aku sering melamun, mengingat semua kejadian beberapa tahun lalu yang membuatku takut akan lingkungan pertemanan.
Dulu saat aku masih tk, aku pernah mendapat perundungan dari teman teman pengajian ku sendiri. Dulu ada teman pengajian ku, panggil aja vira. Dulu dia anak yang di takuti oleh anak-anak perempuan karena apa? karena bekingan dia anak laki-laki. Vira di perlakukan seperti ratu, dituruti keinginannya. Tidak ada yang berani membantahnya, termasuk aku sendiri. Saat itu aku dan teman teman ku yang lain serta vira sedang bermain di halaman tetangga ku, yang rumahnya tidak jauh dari tempat pengajian kami. Disana kita melihat anak laki-laki yang sedang bermain polisi maling, salah satu teman kami laki-laki panggil saja namanya Rendi. Rendi sedang duduk di depan pohon cherry sambil memegang ranting pohon. Entah kenapa vira memiliki ide yang kurang bagus, ia menyuruh ku untuk mengejek Rendi dengan panggilan "Orang utan". Aku tersentak akan permintaan nya, namun aku tidak berani menolaknya. Dengan perasaan pasrah aku mengolok-olok Rendi dengan panggilan "Orang utan", Rendi yang awalnya tertawa bersama teman-teman nya mendadak diam, wajahnya suram, gelap, rahangnya mengeras, tangannya terkepal. Dan Rendi tiba tiba melemparkan ranting pohon itu ke arah ku, aku tersentak akibat lemparan itu yang tiba-tiba. Tidak sampai situ, Rendi mendekati ku dan menarik hijab ku karena ia emosi. Aku kaget, rasa sakit di kepala aku tahan akibat jambakan dari Rendi. Aku menahan tangisan ku, aku lari ke warung terdekat mencari tempat aman. Tapi ternyata aku salah, salah satu teman laki-laki kami mendekati ku. Dia membentak ku, aku kaget. Dia juga sempat memukul ku, aku sakit hati. Sementara teman teman ku? memandangi saja dari jauh seperti aku ini sedang bermain film. Aku berniat mencari bantuan dari penjaga warung tersebut, namun sayang penjaganya tidak ada disana. Setelah beberapa saat akhirnya kakak perempuan ku menjemput aku pulang karena cuaca hujan nya semakin deras, saat sampai dirumah aku langsung menceritakan semuanya. Ibu ku mengomel, bukan aku yang di omeli. Tapi ibuku marah karena aku di perlakukan tidak baik, setelah kejadian itu aku tidak hadir di pengajian selama 2 bulan. Saat aku berjalan kembali ke pengajian, kaki ku sedikit gemetar, takut, gugup, pasrah, campur aduk. Aku memberanikan diri, melawan rasa takut ku. Saat sampai di pagar? mereka semua berkumpul, memandangi ku dengan tatapan kurang senang. Aku bingung, ternyata mereka ingin meminta maaf. Tapi aku merasa mereka tidak ikhlas karena ku lihat jelas ekspresi mereka, anehnya aku masih tetap memaafkan mereka.
Beberapa bulan kemudian, perlakuan mereka kembali lagi. Saat aku sedang mencari sahabat ku, ternyata mereka sedang berkumpul di taman bersama vira dan yang lainnya termasuk Zidan(crush aku dulu). Mereka melihat ku dan memanggilku ke arah mereka, aku penasaran dan aku mendatangi mereka. Tapi ternyata mereka kembali memaki-maki ku karena aku ketahuan menaksir Zidan, alasannya? Zidan dan Vira berpacaran dua hari lalu. Dan ternyata sahabat ku sendiri yang memberikan informasi tersebut ke vira yang membuatnya marah, disana mereka memaki-maki ku habis habisan. Bahkan fisik ku pun ikut di bully, aku yang sakit hati mendengar ucapan ucapan itu langsung pergi ke ayunan lain. Disana aku diam, tertunduk menghadap tanah. Angin meniup hijab ku pelan, air mata ku jatuh. Tapi di saat yang sama, teman ku namanya Dika. Datang membela ku, aku lega karena masih ada yang mau membela ku. 2 Tahun kemudian Dika menyatakan perasaan nya, dan sejak itu kami pacaran. Namun setelah beberapa tahun ternyata Dika menyatakan perasaan ku bukan dari ketulusan hatinya, melainkan karena rasa kasihan saja. Malam itu, dia bilang kalau hubungan itu lebih baik di akhiri. Aku sebenarnya heran, apa aku seburuk itu sampai mereka sangat membenci ku? bahkan saat aku lagi banyak masalah mereka masih saja menganggu ku. Aku tidak memiliki teman yang benar-benar teman, aku juga tidak percaya akan teman setia. Aku menganggap mereka semua sama saja, bahkan sampai saat ini. Kini aku dan vira sudah tidak memiliki masalah lagi, kami berteman tapi tidak dekat. Namun aku memiliki sedikit rasa dendam sebab dulu dia pernah memfitnah ku, merundung ku bahkan sampai merebut lelaki yang aku sukai. Aku tidak dendam, aku hanya sakit hati terhadap perbuatan mereka. Aku tidak benar-benar memaafkannya, tapi aku tidak memiliki rencana jahat untuk membalas perbuatan mereka di masa lalu. Aku berusaha melupakan semua kenangan masa lalu, tapi sayang nya aku tidak bisa menghilangkan semua ingatan itu.