-berdasarkan kisah nyata author
Namaku Davian, biasa di panggil Davi. Aku menyukai seorang gadis yang dari tk sampai smp satu kelas dari umurku 4 atau 5 tahun aku menyukainya hingga saat ini umurku (15). Kalian pasti bilang kalau dia jodohku karena itu bukan kebetulan lagi kan? Namun faktanya tidak.. aku dan dirinya berbanding terbalik dalam akademik maupun sifat. Dia memiliki sifat yang ceria dengan senyuman manisnya seluruh hariku bisa menjadi berubah dari yang tadinya gelap dan hitam putih seperti film tahun 70an. Namanya.. sebut saja Siesta,
Suatu hari di sekolah seperti biasa dengan suhu yang dingin karena hujan kemarin malam aku datang dengan bersama kedua temanku. Sebut saja Alfi dan Ridwan. Mereka berdua sudah menjadi teman dekatku sejak awal masuk sekolah di smp, alfi memiliki tinggi badan yang cukup tinggi untuk seusia nya dan ridwan seseorang yang gak mau ikut apa apa karena malas berurusan dengan hal ribet. Saat masuk ke dalam kelas aku langsung pergi ke tempat duduk di mana aku belajar dan menyimpan tas. Entah kenapa beberapa hari terakhir aku selalu merasa moodku jelek dan tidak ingin bicara atau mengobrol dengan siapapun di karenakan malas membuang energi namun saat dia masuk kedalam kelas dengan wajah ceria dan aura happy nya membuat mataku membelak dan seperti biasa dia menyapa teman-teman lainnya. Aku hanya bisa menatap mata indahnya entah kenapa aku tidak bisa lepas dari memandang dirinya sampai-sampai menghayal aku menikahi nya dan tinggal di sebuah rumah sederhana di tengah tengah padang rumput yang indah dan hanya kita berdua yang ada di situ. namun tiba-tiba temanku yang bernama putra menggoyangkan tubuhku dan bertanya "lu kenapa dav? Kok bengong begitu mikirin apaan emang." Aku menggosok mataku dan menoleh kepadanya lalu berkata "gak sih cuman mikirin masa depan yang gak tau bakal terjadi atau enggak" Putra cuman bisa geleng-geleng kepala lalu berkata "jangan di pikirin yang gak mungkin Davi",
Jam 10:21 bel istirahat berbunyi dan akupun menutup buku pelajaran matematika yang dari tadi cumanku tulis materinya namun tidak ku serap sepenuhnya. Aku melihat dirinya sedang tertawa dan aktif seperti biasanya yang membuatku terkadang senyum-senyum sendiri melihat tingkah nya yang menggemaskan bagiku. Ketua kelasku mengumumkan bahwa akan ada lomba fashion untuk kelas sembilan karena ini di bulan agustus dan setiap kelas harus mengikuti kalau tidak akan terkena denda sebesar 50 ribu. Ketua kelasku berdiri di depan kelas lalu mengumumkan siapa yang mau ikut dan tidak "Ayo siapa yang mau ikutan lomba.. kalau enggak nanti di denda 50 ribu aih" teman-temanku ada yang menolak ada yang cuman diem-diem aja karena mereka tahu gak bakalan di pilih. Namun tiba-tiba Siesta mengangkat tangan nya dan mengajukan diri nya "Aku mau dong kan sekali-kali aja mumpung mau lulus juga" teman-temanku yang lain setuju-setuju saja karena dia kan cantik ya (bagiku saja sih). Aku ingin sekali mengajukan namun saat aku akan mengangkat tangan tiba-tiba teman laki-lakiku yang lain mengajukan dirinya dan semua orang serentak setuju. Ya tidak heran orang tampan pasti dapat tempatnya dan ingat.. the winner takes it all,
Saat selesai pemilihan siapa yang ikut lomba. Aku dan teman teman laki-laki lain nya beristirahat di kantin memesan beberapa makanan dengan di iringin suara keramaian di kantin sekolah kita ber-3 makan bersama di kantin. Saat makan aku tidak sengaja mendengar perkataan temanku yang berkata "Lu tau gak Davi, Putra, kalau si Siesta lagi di jodoh-jodohin loh sama si A temen sekelas kita yang "populer" itu" aku yang bingung dengan ucapan temanku membuatku beerhenti makan sejenak "Hah? Maksud nya gimana?" Dengan santai temanku berkata "Ya di pasangin sama si A gitu lah pokok nya supaya pacaran. Entah kenapa cewek-cewek di kelas pengen banget mereka pacaran." Putra mengehela nafas dan menjawab perkataan temanku "Mereka kan cantik dan ganteng. Ya gak heran lah pasti di jodoh-jodohin" kita bertiga mengangguk setuju,
Sore hari jam 15:18 bel pelajaran berakhir bunyi dan kita semua pulang. Aku dan Alfi menghampiri kelas Ridwan untuk pulang bersama. Setelah keluar gerbang sekolah kita berjalan menuju rumah melewati 2 tempat membeli minuman atau es yang lumayan besar karena keduanya ruko namun terpisah oleh pintu masuk kost putri di tengah-tengah nya dan di sebelah kiri ada sekolahan SMK yang juga bersebelahan dengan sekolahku. Saat kita bertiga lewat aku tidak sengaja melihat Siesta bersama A sedang duduk berduaan di tempat itu dan mereka tertawa dan bercanda bersama. Aku hanya bisa berkata di dalam hati "That sould be me.. not him" aku menunduk dan berjalan dan mendengarkan betapa bahagia dirinya dengan suara tertawa nya yang khas yang lucu seperti chipmunk namun tidak lucu karena tidak bersamaku. Saat di jalan Alfi bertanya "Ada apa Davi? Kok diem mulu." Aku menghela nafa dan mendonggak kan kepalaku lalu menjawab pertanyaan alfi "Gapapa kok gua cuman kepikiran sesuatu yang gak mungkin jadi milik gua."
Sesampainya di rumah. Aku menyimpan tas dan berbaring di kasur yang berseprai logo manchester united dan memikirkan bagaimana aku bisa dekat dengan nya dan rasanya seperti aku kalah di kandang,
Besok harinya aku datang dan masuk seperti biasanya dan membuka sweater neckless milikku dan duduk. Aku merasakan seperti ada sesuatu yang datang dengan aura yang menenangkan. Dan tenyata benar.. Siesta datang dengan kostum sebagai Ratu karena tema kelasku adalah Raja dan Ratu. Dengan riasan yang menambah kecantikan nya padahal tidak perlu karena mau ada atau tidak ada yang bilang cantik dia cantik.. dia tetaplah cantik bagiku walau tanpa makeup atau apapun itu bahkan kata "cantik" tidak bisa mengekspresikan kecantikan nya yang sangat amat cantik di mataku. Aku tidak bisa melihat ke arah lain dan hanya bisa melihat dirinya yang sangat indah.. lebih indah dari bunga mawar.. namun tiba-tiba teman-teman perempuanku terkejut seperti sudah melihat malaikat yang indah dan ternyata si A masuk dengan kostum seorang raja yang gagah dan keren pantas saja mereka kagum dan terkejut melihat kedua "pasangan" itu. Di sana aku hanya bisa diam dan iri sekali melihat dia bisa dekat dengan Siesta.. ingin.. ingin sekali aku di sana namun aku sadar itu bukanlah untukku namun diriku yang lain di dalam hati meronta-ronta karena aku kalah dengan orang yang baru kenal dengan nya selama 2 tahun dan aku menenangkan diri dengan berkata dalam hati "mungkin dia memang bukan jodohku atau.. sebenarnya dia jodohku namun tuhan membuatku harus melewati ini dahulu",
Saat acara di mulai aku duduk di pinggir lapangan sekolah yang terik oleh mata hari namun tidak panas dengan lapangan yang bersih dan hanya ada beberapa debu atau pasir. Aku duduk di dekat kelas dengan membawa kursi dari kelas dan duduk di sebelah temanku. Saat giliran kelasku semua orang berteriak kagum kepada Siesta dan A. Aku iri.. iri sekali mengapa bukan aku mengapa harus dia? lagi dan lagi aku menghela nafas dan berkata "next life or next year she will be mine". Melihat senyum nya yang semanis permen bahkan gula nya akan merasa diabetes sendiri melihat betapa manis senyuman nya itu,
Jam 12:57 acara sudah selesai dan semua orang ada ysng sudah pulang dan ada yang sedang membersihkan kelas. Aku melihat Siesta membersihkan kelas sendirian karena hari ini piket giliran nya namun teman-teman yang bagian hari ini tidak masuk karena sakit. Akhirnya aku membantunya diam-diam saat dia tidak di kelas. Beberapa menit kemudian kelas sudah rapi kembali namun tidak terlalu rapi dan akupun menyimpan sapu di depan pintu dan pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Saat aku kembali dari kamar mandi aku melihat A sedang memenggang sapu dan akan memasukan ke dalam kelas namun tiba-tiba Siesta menghampirinya dan berkata "Aduh makasih ya A sudah bantuin aku piket di kelas" A menggaruk kepala nya dan mengucapkan "Sama-sama Siesta.. lagian aku pengen bantu kamu kok takutnya kamu kecapean kan?" Aku melihat Siesta memandang A dengan mata kagum dan mungkin rasa cinta "Gentle banget sih kamu A" mereka saling memandang satu sama lain dengan pandangan "menyukai" sementara aku hanya berdiri dari jauh memandangi mereka berdua. Aku tersenyum dan berkata dalam hati "She will be loved.. jadi aku.. akan sabar menunggu giliranku lagi mungkin tahun depan? Atau 15 tahun ke depan? Aku akan tetap menunggu kamu Siesta".
The end