"Assalamualaikum, kak." ujarnya sambil sedikit berlari didepan sang pria
"W-waalaikumussalam warahmatullah."
Gadis itu menunduk seraya memberikan secarik kertas.
"Ada surat."
"Dari siapa?" tanyanya mengambil kertas tersebut perlahan.
Matanya sekilas melirik pria didepannya dengan kepala yang masih setia menunduk. "Dari saya." ucapnya singkat
Pria tersebut hendak membuka kertas yang ia terima
"Ah sebentar, jangan dibuka dulu. saya izin pamit. Assalamualaikum." ucapnya meninggalkan pria tersebut
Dibukanya sepucuk kertas berwarna putih polos itu dengan mengucap basmalah
"Bismillah."
Assalamualaikum, maaf jika saya lancang. Langsung ke intinya saja.
Saya sudah lama mengagumi anda. Layaknya Siti Khadijah yang secara langsung menyatakan perasaannya kepada Rasul. Maka begitu pula dengan saya yang hanya wanita akhir zaman.
Dan saya tidak ingin bermaksiat dengan hal ini. Maka dari itu, segera saya sampaikan perasaan tak kasat mata ini langsung kepada anda
Anda adalah orang yang berulang kali membuat saya dekat kepada Allah, dan anda adalah orang yang berulang kali saya cintai karena Allah.
Saya tau saya tak pantas untuk mendapatkan balasan serupa, jika memang Tuan tlah 'terikat', saya berjanji ini akan menjadi yang terakhir walau mungkin ada kata mustahil di benak saya.
**
Gadis itu tetap istiqomah meminta petunjuk kepada Allah agar perasaan suci nan fitrah itu tidak menimbulkan maksiat melalui pikiran yang terlintas begitu saja.
Ia tidak berharap untuk balasan pesan yang ia berikan kepada pria tersebut.
Namun skenario Allah selalu menjadi yang terbaik.
Gadis itu kembali di pertemukan dengan pria tersebut di jalan.
"Assalamualaikum."
Gadis itu menoleh dan seketika tersenyum saat tau siapa yang datang menghampirinya.
"Waalaikumussalam."
"Dunia begitu sempit sehingga kita bisa dipertemukan lagi oleh Allah sekarang."
Gadis itu hanya mengangguk seraya tersenyum.
"Ada apa?"
"Ah iya, ini balasan untuk surat yang kamu berikan minggu lalu. Selalu saya bawa, karena saya percaya kita akan kembali bertemu."
Gadis itu menerima surat balasan itu dan hendak menyimpannya.
"Kamu bisa buka sekarang. Supaya tidak menunggu waktu yang lama untuk membalasnya." titahnya.
Assalamualaikum. Seperti yang anda sampaikan. Saya bukanlah laki laki soleh yang di idamkan oleh banyaknya wanita.
Saya hanya laki laki yang masih setia mengejar cinta dan ridha nya Allah. Saya menghargai perasaan anda. Dan atas izin dariNya dan hasil dari istikharah saya selama ini. Jawabannya. KAMU.
Gadis itu tak kuasa menahan senyum. Dan ia tak bisa mengeluarkan kata kata nya. Mulutnya seakan terkunci.
"Saya akan meminta izin kepada yang berhak atas kamu."
"K-kapan?"
"Secepatnya."