Di dunia ini, iblis hanyalah cerita dongeng. Mereka ada di film, di buku komik, atau sekadar mitos yang diceritakan orang tua untuk menakut-nakuti anak-anak. Bagi masyarakat modern, monster dan makhluk gaib itu tidak nyata. Itu hanya imajinasi belaka, sama seperti di dunia nyata yang kita kenal.
Akira, seorang siswa SMA dengan rambut berwarna putih perak yang panjang jatuh indah menutupi bahunya, hidup dengan pemikiran itu. Wajahnya yang tampan dengan kulit putih bersih dan sepasang mata biru safir yang jernih, sering membuat orang salah sangka, namun tatapannya yang tenang dan polos membuatnya terlihat sangat biasa saja. Ia mengenakan seragam sekolah lengkap dengan kardigan berwarna cokelat muda yang membuatnya terlihat hangat dan tenang.
Hidupnya tenang, rutinitasnya sederhana: bangun pagi, pergi ke sekolah, duduk diam di kelas, dan menikmati hari yang damai. Ia tidak pernah menyangka bahwa di balik kedamaian ini, tersembunyi sebuah rahasia besar yang sudah terkunci selama puluhan tahun.
Segalanya berubah pada suatu siang yang seharusnya cerah.
Tiba-tiba, langit di atas kota terdengar seperti kaca yang pecah. KRAKK! Suara itu menggelegar, memecah keheningan. Akira dan semua orang di sekolahnya mendongak ke atas.
Mata biru Akira membelalak lebar, mulutnya sedikit terbuka memperlihatkan ekspresi kaget yang polos dan tulus. Pemandangan di hadapan mereka sungguh mustahil.
Langit biru itu TERBELAH.
Sebuah celah raksasa berwarna ungu gelap muncul di atmosfer, mengeluarkan asap hitam dan aura dingin yang menusuk tulang. Dari balik celah mengerikan itu, makhluk-makhluk menjijikkan mulai merangkak keluar. Tubuh mereka besar, taring mereka tajam, dan mata mereka memancarkan kebencian murni.
Itu bukan efek khusus. Itu bukan film. Itu nyata.
PEMBATAS YANG MENYEGEL DUNIA IBLIS SUDAH HANCUR.
"MONSTER!!" teriak seseorang.
Kepanikan melanda seluruh kota. Orang-orang berlarian, menjerit ketakutan. Wajah Akira yang biasanya tenang kini berubah pucat pasi. Matanya yang indah itu kini memancarkan rasa takut yang murni. Kakinya terasa berat seperti dipaku ke tanah. Jantungnya berdegup kencang, napasnya tersengal. Ia tidak mengerti apa yang terjadi. Kenapa hal ini bisa ada? Kenapa mereka terlihat begitu nyata?
Di tengah kekacauan itu, seekor iblis besar menatap ke arah Akira dan mulai berlari menghampirinya dengan niat membunuh. Akira merasa nyawanya akan habis detik ini juga.
Namun, saat rasa takut itu memuncak, sesuatu di dalam dirinya bangkit secara tiba-tiba.
BZZZT!
Cahaya putih menyelimuti tubuh Akira. Sejenak, tatapan matanya yang tadinya ketakutan berubah seketika. Cahaya biru di matanya menyala terang, wajahnya yang polos berubah menjadi tegas dan dingin.
Di tangannya, entah dari mana, muncul sebuah pedang bercahaya yang memancarkan aura suci.
[SKILL: PEDANG DEWA TELAH DIBAWKITKAN!]
Tapi itu belum semuanya. Selain kekuatan pedang itu, Akira juga merasakan aliran energi aneh lainnya di dalam tubuhnya, sesuatu yang jauh lebih dalam, lebih gelap, dan belum ia pahami sepenuhnya apa fungsinya.
Dengan tangan yang masih sedikit gemetar namun kini memegang gagang pedang dengan kuat, Akira mengangkat senjata itu. Di hadapannya adalah kehancuran dan maut.
Ia terdiam sejenak, dihadapkan pada pilihan yang akan menentukan nasibnya selamanya:
"Haruskah aku melawan mereka... atau aku lari menyelamatkan diri sendiri?"